Solusi Jitu Berbelanja Bulanan dengan Harga Murah

Sangat sering dalam keseharian, kita mencari barang murah.

Entah dengan membandingkan harga sebuah produk di satu toko dengan toko yang lain.

Menawar harga semurah mungkin pada penjualnya.

Mencari produk yang ada diskonnya.

Mencari produk yang sedang promo.

Mencari produk yang memberikan bonus ini, bonus itu.

Mengumpulkan poin-poin dari swalayan lalu mendapatkan diskon.

Atau menggunakan kartu anggota dari swalayan tertentu.

Tapi semua cara tersebut sangat tidak efektif. Kita akan selalu direpotkan dengan perbandingan harga. Pergi ke toko satu lantas ke toko lain. Membuang banyak waktu.

Kadang produk yang kita beli bukan produk yang kita inginkan. Bonus yang kita terima kadang itu-itu saja. Kalau tidak mangkuk ya payung.

Apalagi jika dikaitkan dengan belanja bulanan. Sejumlah barang yang kita beli akan memusingkan kepala. Jika tidak dikelola dengan baik, maka bisa saja anggaran belanja bulanan kita akan menguras sebagian besar dari penghasilan bulanan kita.

Lalu bagaimanakah cara ampuh berbelanja murah?

Memang ada caranya?

Baik. Mari ikuti secara seksama penjelasan di Video berikut ini.

Setiap orang hampir membutuhkan barang yang sama.

Semua orang butuh makan. Tentunya membutuhkan beras.

Nasi saja tidak cukup. Kita juga membutuhkan lauk pauk. Telur, daging, tepung, minyak goreng, sayuran, dan sebagainya.

Baiklah kita sederhanakan saja.

Semua orang butuh mandi.

Mandi membutuhkan sabun.

Nah, jika kita membeli sebatang sabun secara mandiri.

Atau kita membeli sabun sendirian di sebuah toko, harganya kira-kira 3000 perak.

Akan berbeda jika kita berhimpun lalu bersama-sama membeli sabun. Tentunya harga akan jauh lebih murah? Bisa saja harganya menjadi 2000 atau bahkan bisa menjadi 1000 perak.

Kok bisa begitu?

Ya, karena harga grosir tentu berbeda dengan harga eceran atau satuan.

Maka, jika ada 1000 orang membeli sabun secara bersama-sama. Tentu harganya tidak lagi 3000 perak.

Bahkan jika jumlah orang dalam sebuah komunitas yang secara berjamaah bertambah banyak, misal 100.000 orang atau satu juta orang membeli sabun bersama-sama. Mungkin saja kita bisa mendapatkan harga pabrik. Malah bisa membeli pabrik sabun tersebut.

Itu baru satu produk. Bagaimana lagi kalau semua daftar belanja bulanan kita beli secara berjamaah? Tentu akan sangat meringankan pengeluaran kita.

Inilah kekuatan berjamaah yang banyak dilupakan orang.

Berjamaah bukan hanya ada di dalam sholat berjamaah.

Tetapi berjamaah bisa diterapkan dalam aspek ekonomi.

Berjamaah dalam berbelanja pun bisa menjadi kekuatan yang super dahsyat.

Selama ini kita dieksploitasi oleh kekuatan kapitalisme yang begitu menggurita hingga ke urat nadi setiap orang. Itu karena kita hanya memikirkan diri masing-masing. Nafsi-nafsi. Lantas mengabaikan kekuatan kebersamaan.

Kesadaraan akan kebersamaan akan menguatkan posisi tawar konsumen lebih tinggi dibanding para produsen barang-barang.

Lalu bagaimana cara kongkritnya?

Bagaimana aspek teknis dalam berbelanja secara bersama-sama tersebut?

Caranya adalah mendirikan sebuah perusahaan sosial yang dinamakan koperasi.

Assyirkah al jam’iyyah.

Pola ini biasa dinamakan koperasi konsumen.

Yaitu sejumlah orang yang memiliki kebutuhan bersama, lalu mengelola kebutuhan itu secara bersama-sama.

Himpunan orang tersebut lalu bermusyawarah untuk menentukan sejumlah kebijakan. Baik mengenai barang yang ingin dibeli. Berapa harga yang diinginkan. Siapa pengurus yang didelegasikan untuk melaksanakan pembelian barang tersebut. Bagaimana benefit didistribusikan kepada setiap anggota. Dan lain sebagainya.

Oh iya, kita akan bahas tentang benefit.

Jika sebuah perusahaan atau PT mempunyai tujuan menghasilkan profit.

Maka koperasi bertujuan menghasilkan benefit.

Profit adalah laba atau keuntungan buat perusahaan. Sedangkan perusahaan adalah milik segelintir pemegang saham. Maka perlu kita sadari, bahwa selama ini kita berbelanja adalah untuk memberikan keuntungan yang besar hanya kepada segelintir orang yang mempunyai modal besar.

Lalu bagaimana dengan koperasi?

Koperasi bertujuan menghasilkan benefit bagi semua anggotanya. Semua jamaah yang berhimpun di dalamnya.

Benefit ini bisa berupa profit sekaligus manfaat lainnya.

Seperti contoh di atas.

Jika kita berkoperasi, atau secara berjamaah membeli sabun bersama-sama, maka benefit yang akan kita terima adalah kita mendapatkan busa sabun, mendapatkan harga murah, dan bisa saja mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) di akhir tahun.

Sampai di sini jelaskan? Betapa banyak manfaat yang akan kita terima dari kekuatan berjamaah ini? Kita bisa berbelanja dengan harga yang sangat murah dan secara berkesinambungan tanpa harus membandingkan harga, mencari harga promo, diskon, bonus-bonusan, dan meletihkan diri menawar harga semurah mungkin.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: