Naskah Drama Anak Untuk Perpisahan Akhir Tahun Ajaran Sekolah

Di akhir tahun ajaran sekolah, mulai dari tinggat TK, SD, SMP, dan SMA, biasanya diadakan kegiatan perpisahan. Bentuk acaranya adalah dengan menampilkan pertunjukan drama, teater, musikal,  operet, musikalisasi puisi, dan lain sebagainya. Pengisi acaranya pun bisa dari siswa yang telah tamat, bisa juga dari berbagai jenjang kelas. Semuanya berlomba menunjukkan bakat terbaiknya. Tidak hanya guru dan siswa yang sibuk menyiapkan acara tersebut, para wali murid pun tidak kalah sibuknya menyiapkan ini itu. kostumnya lah, riasannya lah, propertinya, sampai ke konsep acaranya.

Namun terkadang banyak juga guru dan wali murid yang bingung hendak mementaskan apa. Mereka tidak memiliki naskah maupun materi pertunjukan yang ingin dipentaskan.

Untuk itu kami membagikan naskah yang pernah dipentaskan siswa di SDIT SAID NAUM, Jakarta. Naskah drama ini juga berisi Prolog dan Epilog dari narator.

Videonya bisa ditonton di sini: https://youtu.be/k0LNovBqDlU

Jika Anda tidak mau repot membuat naskah, merekam suara, mengedit audio, sila hubungi kami di sini: KLIK

 

GO GREEN: SELAMATKAN ALAM KITA

Penulis Naskah: Firman Syah.

Sinopsis:

Di pagi hari bunga-bunga bermekaran.  Kupu-kupu berterbangan dengan indahnya. Akibat ulah beberapa anak yang sering buang sampah sembarangan, bunga-bunga itu jadi layu. Banjir datang melanda. Anak-anak yang sering buang sampah lalu terseret banjir. Mereka pun tak mau lagi membuang sampah sembarangan karena akan mendatangkan banjir dan sampah-sampah itu menjadi monster yang menakuti mereka. Bunga-bunga pun kembali bermekaran.

 

BABAK 1

PANGGUNG MASIH KOSONG.

 

PROLOG NARATOR: Suatu pagi yang cerah. Alam melagukan nyanyian keindahan surgawi. Bunga-bunga bermekaran, burung-burung berkicauan, pepohonan menari-nari, matahari bersinar sungguh indahnya.

 

MATAHARI TERBIT.

BUNGA-BUNGA MASUK KE PANGGUNG SAMBIL BERNYANYI.

KUPU-KUPU JUGA MASUK SAMBIL BERNYANYI.

 

BUNGA 1: Wah, Subhanallah. Indah sekali hari ini. Segar sekali udaranya.

BUNGA 2: Iya. Udara tanpa polusi segar sekali ya?

BUNGA 3: Memangnya polusi itu apa?

BUNGA 4: Polusi itu temannya polisi ya?

BUNGA 1: Bukan. Polusi itu adalah pencemaran atau pengotoran terhadap udara atau air, atau tanah.

BUNGA 2. Iya. Pencemaran terhadap lingkungan di sekitar kita.

BUNGA-BUNGA: O… Begitu ya…..?

BUNGA 3: O jadi tidak ada polusi berarti tidak ada pencemaran ya?

BUNGA 4: Berarti tidak ada pengotoran terhadap lingkungan ya?

BUNGA 1: Iya, betul sekali. Seratus deh buat kamu.

KUPU 1: Terus polusi udara itu seperti apa sih?

KUPU 2: Iya, tolong jelaskan dong. Ada yang tahu?

KUPU 3: Polusi udara itu bisa disebabkan oleh beberapa hal. Antara lain adalah oleh asap knalpot kendaraan.

KUPU 4: Polusi udara juga bisa disebabkan oleh asap dari pabrik, asap dari pembakaran sampah,

KUPU 5: Dan Asap rokok.

KUPU 1: O begitu? Kalau terlalu banyak asap, kita sulit bernafas.

KUPU 2: kita juga pasti batuk-batuk.

KUPU 3: Iya, makanya nggak enak kan kalau ada polusi.

KUPU 4: Tanpa polusi, udara kita jadi bersih. Bernafas pun jadi segar.

Kostum Bunga Bunga Teater Anak

MATAHARI MAJU KE DEPAN PANGGUNG.

 

Matahari: Sinarku pun tidak terhalangi oleh asap-asap itu. Semua mahkluk hidup akan merasakan manfaat yang sangat besar dari sinarku.

BUNGA 3: Kalau polusi air dan tanah itu seperti apa?

BUNGA 4: Iya, Tolong jelaskan dong. Kami belum tahu.

BUNGA 1: Polusi air dan Tanah itu adalah pencemaran atau pengotoran air dan tanah.

BUNGA 2: Contohnya, membuang sampah sembarangan itu akan mengotori air dan tanah.

KUPU 1: Berarti kita tidak boleh membuang sampah sembarangan ya?

KUPU 2: Iya. Kita harus membuang sampah pada tempat sampah.

KUPU 3: dengan membuang sampah pada tempatnya, kita ikut menjaga lingkungan kita agar selalu bersih dan sehat.

KUPU 4: Kalau membuang sampah sembarangan, lingkungan kita akan menjadi kotor dan jorok.

BUNGA2 dan KUPU2: Ih… nggak mau ah punya lingkungan yang kotor dan jorok!

 

BABAK 2

SEGEROMBOLAN ANAK-ANAK SEKOLAH MASUK UNTUK BEROLAHRAGA. BUNGA-BUNGA DAN KUPU-KUPU MUNDUR KE BELAKANG. BISA DIIRINGI LAGU OLAH RAGA, ATAU LAGU POCO-POCO BIAR LUCU.

 

ANAK 1: Segar sekali ya setelah berolahraga.

ANAK 2: Iya. Badan jadi sehat. Tubuh pun kuat.

ANAK 3: betul, betul, betul. apalagi kalau udaranya segar seperti ini.

ANAK 4: Iya. Tak ada polusi udaranya segar sekali.

ANAK 5: Capek juga ya setelah berolahraga. Haus nih. Minum dulu yuk…

ANAK-ANAK: Iya. Haus.

 

MEREKA PUN MENGAMBIL MINUMAN DARI TAS MASING-MASING. ANAK 6 dan ANAK 10 MINUM SAMBIL BERDIRI.

 

ANAK 7: Minum kok sambil berdiri?

ANAK 8: Iya, makan dan minum itu harus duduk.

ANAK 9: Dan harus menggunakan tangan kanan.

 

ANAK 6 DAN 10 BERANJAK DUDUK DAN LANGSUNG MINUM.

 

ANAK 1: Sudah baca Bismillah belum?

ANAK 6: ih…. banyak banget sih aturannya!

ANAK 10: Iya nih. Kan udah haus banget. Langsung glek aja!

ANAK 2:  Apa sih susahnya minum sambil duduk dan membaca doa terlebih dahulu?

ANAK 3: betul, betul, betul. Kan nggak susah. Lagipula itu kan ajaran Nabi kita.

ANAK 4: insya Allah kalau kita mengikuti ajaran Baginda Nabi, hidup kita akan berkah.

ANAK-ANAK: Amiiin.

 

MEREKA PUN MINUM SAMBIL MEMBACA BISMILLAH.

SETELAH MINUM, ANAK 6 DAN ANAK 10 MEMBUANG BEKAS MINUM MEREKA SEMBARANGAN.

 

ANAK5: Loh, koq kamu buang sampah sembarangan?

ANAK 7: Iya, buang sampah sembarangan akan merusak lingkungan kita.

ANAK 6: Kan nanti ada tukang sampah yang akan membersihkannya?

ANAK 8: Kalau tukang sampah tidak sempat membersihkannya bagaimana?

ANAK 10: Berarti tukang sampah itu tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.

ANAK 9: Tukang sampah kan manusia juga. Bisa saja sampah kita tidak ditemukan oleh mereka.

ANAK 1: Iya. Sampah yang dibuang sembarangan mungkin saja luput dari penglihatan mereka.

ANAK 2: Oleh karena itu, kewajiban kita untuk membantu tukang sampah melakukan pekerjaannya.

ANAK 3. Betul, betul betul. Tukang sampah kan tugasnya mengambil sampah yang ada dalam tong sampah. Bukan memungut sampah yang dibuang sembarangan.

ANAK 4: Kebersihan itu sebagian dari iman.

ANAK 5: Kalau tidak bersih, berarti kita bukan orang yang beriman.

ANAK 7: Kalau tidak beriman, kita tidak akan masuk syurga.

ANAK 6: Ah, kalian bawel. Urus aja sampah kalian sendiri!

ANAK 10: Iya. Jangan sok ngajarin orang lain deh!

ANAK 6: Ayo kita pulang saja. Ngapain dengerin ocehan mereka itu.

ANAK 10: Iya, udah capek olahraga, capek juga kuping kita denger ceramah mereka.

 

ANAK 6 dan ANAK 10 LALU PERGI BEGITU SAJA.

 

ANAK 8: ya sudah kalau mereka nggak mau dengerin kita. Yang penting kita tetap membuang sampah pada tempatnya.

ANAK 9: Kita jangan mengikuti mereka yang membuah sampah sembarangan.

 

ANAK-ANAK ITU PUN KELUAR PANGGUNG SAMBIL BERNYANYI.

BUNGA-BUNGA DAN KUPU-KUPU MUNCUL LAGI. MEREKA BERKELUH KESAH.

 

BUNGA 1: Aduuuuuh. Koq perasaanku nggak enak ya?

BUNGA 2: Badanku terasa sakit.

BUNGA 3: Bunga-bungaku terasa layu.

BUNGA 4: penglihatanku mulai kabur.

KUPU 1: koq udara tidak segar lagi ya?

KUPU 2: Tanah kelihatan kotor dan menjijikkan.

KUPU 3: Air juga kelihatan tidak bening lagi. Ada sampah di mana-mana.

KUPU 4: Sudah terjadi polusi di lingkungan kita.

BUNGA-BUNGA DAN KUPU-KUPU MERAUNG SEPERTI KESAKITAN. MEREKA BERTERIAK-TERIAK. ADA YANG SESAK NAFAS, ADA YANG BERGULINGAN. DAN SEBAGAINYA.

 

NARATOR: Karena ulah sebagian orang yang membuang sampah sembarangan, alam sekitar menjadi rusak. Udara, tanah, dan air menjadi kotor. Manusia, hewan, dan tumbuhan menjadi sakit. Alam tidak lagi indah. Udara tidak lagi segar. Tanah dan air tercemari.  Lalu turun hujan.

 

SUARA HUJAN LEBAT TERDENGAR. BUNGA-BUNGA DAN KUPU-KUPU MUNDUR KE BELAKANG PANGGUNG.

Contoh Kostum Monster Pertunjukan Musikal Anak Sekolah

NARATOR: Banjir terjadi karena saluran-saluran air macet disebabkan sampah yang dibuang sembarangan.

MUNCUL GELOMBANG AIR. BUNGA-BUNGA DAN KUPU-KUPU TENGGELAM DALAM BANJIR. MEREKA SANGAT KETAKUTAN. MUNCUL PULA ANAK-ANAK YANG HANYUT DIBAWA BANJIR. MEREKA BERTERIAK SEJADI-JADINYA.

SAAT HUJAN REDA. MUNCUL MONSTER-MONSTER DARI SAMPAH-SAMPAH MENDEKATI ANAK-ANAK TERSEBUT SEAKAN INGIN MELUMAT MEREKA. ANAK-ANAK SEMAKIN KETAKUTAN.

ANAK 6: Siapa kalian?

ANAK 10: Apa yang kalian ingin lakukan?

Monster: (bicara bersamaan) Kami adalah monster dari sampah-sampah yang kalian buang sembarangan.

ANAK 1: untuk apa kalian di sini?

MONSTER: kami ingin memakan kalian semua.

ANAK 2: tapi aku tidak membuang sampah sembarangan.

ANAK 3: betul, betul, betul. Aku juga membuang sampah pada tempatnya koq.

ANAK 4: tapi kenapa kalian ingin menghukum kami juga?

MONSTER: Karena satu saja yang berbuat salah, maka akan banyak orang yang merasakan akibatnya.

ANAK 5: Ini gara-gara kalian sih yang suka buang sampah sembarangan.

ANAK 7: Iya, jadi kita semua ikut merasakan akibatnya.

ANAK 8: coba kalau kemarin kalian ikuti nasehat kita. Nggak akan jadi begini deh.

ANAK 9: Hei monster! Makan saja mereka berdua, mereka yang buang sampah sembarangan. Kami tidak!

MONSTER: Tidak bisa! Satu saja yang berbuat, semua akan merasakan.

ANAK 6: Tolong jangan makan kami!

ANAK 10: Kami bertaubat. Kami berjanji tidak akan membuah sampah sembarangan lagi!

MONSTERr: penyesalan selalu muncul belakangan. Musibah tidak dapat ditolak.

ANAK 6: Pliss. Kami betul-betul bertaubat. Kami tidak akan mengulanginya lagi.

ANAK 10: Betul, jika kami mengulanginya lagi, silahkan makan kami sepuasnya.

 

PARA MONSTER BERBISIK-BISIK SEPERTI MENDISKUSIKAN SESUATU.

 

MONSTER: Baiklah, kali ini kami tidak memakan kalian. Tapi jika kalian tidak menepati janji kalian, maka kalian akan rasakan sendiri akibatnya..

ANAK 6 dan 10: Iya. Kami berjanji.

 

PARA MONSTER LANTAS KELUAR PANGGUNG. ANAK-ANAK LEGA. MEREKA MENGUCAPKAN ALHAMDULILLAH.

 

ANAK 1: Syukurlah, mereka tidak jadi memakan kita.

ANAK 2: Apa jadinya jika mereka memakan kita? Kita tidak akan bisa sekolah dan bermain lagi.

ANAK 3: betul, betul, betul. Kita akan jadi monster juga seperti mereka.

ANAK 4: ih. Sereeeeem.

ANAK 5: Janji ya? Kalian tidak akan buang sampah sembarangan lagi!

ANAK 6 dan 10: Kami berjanji. Kami kapok!

ANAK 7: Ya sudah, ayo kita memungut sampah-sampah yang telah kalian buang.

ANAK 8: Kita bersihkan lagi lingkungan kita agar tak ada lagi sampah berceceran.

ANAK 9: Agar lingkungan kita bersih dan indah seperti sedia kala.

 

BABAK 3

BUNGA-BUNGA DAN KUPU-KUPU MUNCUL LAGI. MONSTER DAN BANJIR JUGA MUNCUL. MEREKA BERNYANYI BERSAMA. MATAHARI BERSINAR KEMBALI.

 

EPILOG NARATOR: begitulah akhir dari kisah ini. Anak-anak kembali menjaga lingkungan mereka agar bersih dan rapi. Mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan karena itu akan merugikan diri mereka sendiri.

 

TAMAT

 

PELAKON

Matahari: 1 Orang

Bunga-Bunga : 8

Kupu-Kupu: 8

Anak-Anak: 10 orang

Banjir: 9 orang

Monster: 7 Orang

Disesuaikan aja anak dan dialog.

 

PROPERTI

  1. Matahari berukuran besar.
  2. Bunga-bunga dari karton yang dipasang di bahu anak.
  3. Kupu-kupu dengan gagang yang akan dibawa terbang.
  4. Karton bergambar air berukura besar.
  5. Baju robek2 kayak monster atau zombie.
  6. Botol minuman anak-anak.
  7. Tas gendong anak2 untuk menyimpan botol minuman.

 

LAGU LAGU MENYESUAIKAN. Kupu-kupu yang lucu. Kebunku, poco-poco. Dan untuk ending belum tahu.

REKAMAN SUARA (DIALOG) ANAK. JADI NANTI PERTUNJUKANNYA LIPSINCK.

MOHON BANTUAN ORANG TUA UNTUK MENYEDIAKAN PROPERTI UNTUK ANAK-ANAK.

 

 

Mungkin Anda Menyukai

4 tanggapan untuk “Naskah Drama Anak Untuk Perpisahan Akhir Tahun Ajaran Sekolah

  1. naskah yang sangat keren. jika di izinkan ingin sekali menggarap naskah tersebut. sukses terusss

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: