Struktur 3 Babak Studi Kasus Film 3 Idiots

Struktur 3 babak ini adalah metode yang telah digunakan dalam banyak perkisahan seperti naskah drama, teater, novel, komik, cerpen (cerita pendek), puisi, sandiwara radio, pertunjukan wayang, dongeng, naskah pidato, video game, dan tentu saja film dan sinetron. Naskah drama Yunani kuno di zaman Aristoteles, kitab I La Galigo, kisah 1001 malam, telah menggunakan struktur ini. Meski terkesan jadul, tapi cara ini terbukti ampuh dan tahan lama. Digunakan di semua zaman. Tak lekang oleh waktu. Karya-karya kuno itu masih bisa dinikmati hingga sekarang dan mungkin di tahun-tahun mendatang.

Meskipun kelihatan sederhana, tetapi struktur 3 babak ini telah terbukti menjadi senjata berharga bagi para penulis cerita, termasuk penulis skenario. Mungkin saja ada cara lain dalam menyuguhkan sebuah kisah, tetapi struktur 3 babak ini adalah cara yang paling banyak digunakan dan terbukti gemilang.

Dalam artikel Struktur Editing Film, kita telah membahas tentang 2 kelompok besar struktur yaitu struktuk linear dan struktur non linear. Meski ada banyak gaya dalam struktur editing tersebut, struktur 3 babak ini adalah pedoman pertama dalam merumuskan sebuah cerita.

Struktur 3 babak ini adalah:

Babak 1 : Pembukaan

Babak 2 : Pengembangan

Babak 3 : Penyelesaian

Setiap babak memiliki pengertian dan seperangkat pedoman yang menjadi ciri khas tersendiri yang menjadi landasan dalam pengolahan cerita. Istilah pembabakan ini banyak. Ada yang menyebutnya babak awal, tengah, akhir. Ada juga yang mengistilahkan babak pengenalan, konfrontasi, dan resolusi. Ada yang bilang prolog, isi, epilog. Opening, konflik, ending.

Perbedaan istilah ini hanya di kata saja. Pengertian dan maksudnya sih tetap sama. Meski resepnya beraroma kuno, tapi resep ini bertahan lama. Ada banyak orang yang ingin menciptakan ramuan baru, tetapi nampaknya mereka belum menemukan. Sama seperti resep masakan. Orang kebanyakan selalu ingin mencari resep masakan yang telah diracik oleh nenek moyang.

Babak 1 : Pembukaan

Pada babak pertama ini, penulis skenario melakukan beberapa hal: memperkenalkan tokoh utama baik yang protagonis maupun yang antagonis, mengenalkan waktu dan tempat berlangsungnya cerita, memperkanalkan masalah atau konflik, dan memperkenalkan elemen-elemen penting dalam sebuah film.

Karena babak ini banyak tentang pengenalan, maka biasa juga disebut babak pengenalan. Semua hal yang mempengaruhi jalan cerita harus dikenalkan. Tidak bisa kucluk-kucluk nongol di tengah atau ending. Penonton akan bingung, ini siapa? Ini apa? Di mana ini?

Terkadang ada kasus seorang tokoh  terlambat divisualkan, tetapi namanya pernah atau selalu disebut di awal cerita. Pengenalan Ini bukan saja tentang seseorang, bisa tentang suatu benda, binatang, tempat, dialog, musik, atau lainnya.

Menanamkan informasi penting kepada penonton ini diistilahkan Planting of Information. Pemunculannya dalam adegan seakan hal yang biasa saja, tetapi nanti ternyata memiliki peran penting dalam pembentukan dramatik cerita. Penonton akan merasa mendapat surprise di tengah atau akhir film. Oh ternyata begitu toh? Oh ternyata yang tadi itu jadinya begini?

Kejutan itu akan terasa manis jika di awal film telah ada Planting of Information. Jika surprise yang diberikan tanpa ada planting maka penonton seperti merasa dikibuli. Kok jadi begini sih? Kok tiba-tiba ada ini? Kadang penonton yang tidak detail memperhatikan informasi awal, mereka akan penasaran untuk menonton kedua kalinya film tersebut.

Kemunculan kembali elemen yang dikenalkan tadi disebut Pay-Off. Jika informasi yang dimunculkan di awal itu diperhatikan penonton, mereka akan selalu mengingat dan akan menanti apa yang selanjutkan akan terjadi. Jika tidak ada Pay-Off, maka meraka akan terus penasaran. Kok yang ini nggak muncul lagi? Kemana dia?

Di babak awal ini, penulis skenario juga harus secepat mungkin menarik perhatian penonton. Harus bisa mengikat mata penonton agar tidak lepas dari layar bioskop. Jangan sampai di awal film, penonton masih lirik sana lirik sini. Sibuk dengan popcorn dan minumannya. Sibuk ngobrol dengan temannya, atau sibuk update status facebook. Baca-baca grup WA atau lainnya.

Mari kita membedah gaya film “3 IDIOTS” menyajikan adegan-adegan pembukaan. Film yang bercerita tentang 3 sahabat ini dibuka dengan adegan Farhan (penonton belum diberi tahu namanya) yang telah berada dalam pesawat mendadak menerima telepon dari seseorang. Farhan pun pura-pura pingsan agar pesawat yang telah take off pun harus mendarat darurat.

Adegan ini menginformasikan bahwa ada hal yang sangat urgen sehingga Farhan harus membatalkan penerbangannya. Nah saat Farhan mengontak temannya, baru penonton dikenalkan bahwa orang yang di pesawat tadi bernama Farhan. Cara mengenalkanya adalah dengan close-up layar handphone panggilan masuk bertuliskan Farhan.

Selanjutnya secara visual kita dikenalkan dengan teman Farhan yang namanya masih disembunyikan. Dari dialog Farhan, penonton diperkenalkan bahwa Chatur si Silencer yang menelpon mengabarkan bahwa Rancho akan datang ke menara kampus. Penonton telah diintro tokoh lainnya dari dialog, juga sebuah tempat (kampus) yang nantinya menjadi setting utama cerita.

Aksi buru-buru kedua tokoh ini adalah upaya menjerat penonton bahwa ada sesuatu yang mendesak untuk dilakukan. Ada hal yang sangat penting yang akan terjawab nanti.

Saat Farhan dan temannya itu tiba di depan kampus, penonton diperkenalkan dengan ruang (kampus) ICE: Imperial College of Engineering. Berikutnya kita dikenalkan dengan menara kampus, Chatur (tokoh antagonis), madeira (minuman keras), dan tulisan di dinding “ 5 September”. Semua elemen itu akan muncul lagi di tengah cerita.

Penonton dikenalkan juga dengan karakter Chatur yang sombong, suka pamer, dan merendahkan orang lain lewat adegan lempar botol minuman, dan pamer kekayaan lewat handpohone. Lewat dialog Chatur, penonton diinformasikan goal cerita: impian mereka akan kesuksesan.

Dari adegan ini beberapa kali nama Rancho disebut tapi orangnya belum kelihatan. Ini makin bikin penonton penasaran. Siapa Rancho? Mengapa dia dicari-cari?

Adegan berikutnya adalah perjalanan Farhan, temannya, dan Chatur mencari Rancho dengan mobil. Kredit title muncul mengenalkan nama-nama pemain dan kru. Ada theme song yang liriknya mengenalkan karakter Rancho seperti apa.

Setelah title, Farhan pun dikenalkan lebih jauh lewat narasi. Penonton jadi tahu bahwa cerita film ini berdasarkan sudut pandang Farhan. Informasi tokoh Farhan disempurnakan dengan kita mengetahui nama lengkapnya, kapan dia lahir, keluarganya, dan impian ayahnya bahwa Farhan kelak akan jadi insinyur.

Saat memasuki kampus, penonton lebih lanjut dikenalkan dengan area kampus lewat POV Farhan yang hendak mencari kamar di asrama kampus. Saat melihat pengumuman pembagian kamar. Kita dikenalkan nama lengkap 3 sahabat yang jadi tokoh utama film: Raju Rastogi, Farhan Qureshi, dan Ranchhoddas Chanchad.

Selanjutnya kita dikenalkan dengan tokoh baru yaitu Man Mohan disingkat MM dan diplesetkan menjadi Milimeter. Si remaja Millimeter lewat dialognya mengenalkan diri sebagai tukang bantu-bantu apa saja di dalam kampus. Dia juga diperlihatkan sebagai remaja cerdas lewat nama-nama anjing yang diberikannya: Kilobyte, Megabyte, dan sang ibu Gigabyte, mereka bertiga doesn’t bite.

Di adegan itu Farhan diplanting juga sebagai seorang yang hobi fotografi karena memotret anjing-anjing tersebut. Saat masuk ke kamar, penonton yang telah kenal dengan teman Farhan ini pun jadi tahu namanya. Raju, seorang yang religus. Pengenalannya lewat dialog, kostum dan aksi Raju yang tengah beribadah.

Saat ospek, barulah Rancho muncul. Penonton akan tahu bahwa itu Rancho saat para senior membaca nametag di tas Rancho. Waktu sang senior hendak ‘mengerjai’ Rancho, kelihatan karakter Rancho yang tegas, mandiri, cerdas, jail, dan percaya diri. Kita dikenalkan juga dengan idiom “All is Well” yang kerap muncul di tengah film.

Rancho yang enggan dikerjai pun langsung masuk kamar. Seorang senior yang hendak mengencingi pintu kamar Rancho tetiba kaget kejang-kejang karena air seninya jatuh tepat di sendok yang telah dialiri listrik. Elemen ini akan muncul lagi di ending film.

Di adegan ospek ini, informasi tentang Chatur pun ditambah bahwa dia tidak lancar menggunakan Bahasa India karena lahir dan besar di luar negeri. Elemen ini akan muncul lagi di tengah film dan menimbulkan gelak tawa penonton.

Pemunculan direktur kampus ICE yaitu Dr. Viru Sahastrabuddhi (Virus), lewat adegan dia ke kampus menggunakan sepeda sambil membawa seekor burung dan telur. Dr. Virus orangnya tak mau kalah. Semua serba efisien, kelihatan dari pakaiannya. Dia juga sangat disiplin dengan waktu.

Saat berpidato di depan mahasiswa, Virus dikenalkan sebagai orang yang membosankan karena pidatonya dari tahun ke tahun tidak berubah. Sampai-sampai Milimeter pun menghapal isi pidatonya. Virus lalu memperlihatkan sebuah pena mahal yang dibuat untuk astronot.

Di film ini ada bintang terkenal yaitu Kareena Kapoor yang berperan sebagai Pia Sahastrabuddi. Pia sangat terlambat dikenalkan. Baru dimenit 40-an baru Pia muncul. Hal ini disengaja oleh penulis skenario karena memang dia tidak termasuk pemeran utama yang akan mempengaruhi alur cerita. Terlebih karena film ini bukan drama percintaan.

Ada banyak cara dan gaya di babak 1 ini yang bisa dikreasikan oleh penulis skenario. Kita mengambil contoh film 3 Idiots karena filmnya cukup terkenal dan menggunakan cara pengenalan yang apik. Dan semua elemen di awal itu akan muncul di tengah dan ending film.

Simpati

Di babak awal ini, penulis juga harus secepat mungkin bersimpati kepada protagonis. Caranya adalah dengan menampilkan kebaikan protagonis. Kebaikan-kebaikan ini lah yang mendorong penonton untuk pro kepada protagonis. Sebaliknya, keburukan atau kejahatan antagonis juga harus ditampilkan agar penonton jadi antipati kepadanya.

Di film drama percintaan yang mengisahkan cinta segitiga, mulanya penonton akan dibuat kebingungan siapa sih yang akan dipilih si A. Apakah B atau C? Si B dan si C sama-sama cantik dan baik. Si A dan penonton pasti akan bingung. Nah di saat krusial si A harus memilih, biasa salah satu tokoh akan dimunculkan keburukanya. Apakah dengan adegan si C yang memarahi bocah pengemis di jalan? Atau ternyata si C itu ketularan virus HIV, atau kejelekan lainnya. saat itulah penonton akan rela jika si A berpasangan dengan si B.

Di akhir babak pertama film 3 Idiots ini, selain Raju yang mengisyaratkan bahwa akan ada masalah jika bergaul di dengan Rancho, Rancho pun ditampilkan memberikan sejumlah uang kepada Milimeter untuk membeli seragam sekolah. Adegan inilah yang membuat penonton bersimpati lebih besar kepada Rancho. Dia orang baik. Kita harus berpihak padanya.

Jika sebelumnya kita mendapati kebaikan-kebaikan Rancho lewat narasi Farhan, di adegan ini kebaikan Rancho dikuatkan dengan visualisasi.

Babak pertama film 3 Idiots ini sangat sempurna. Baik pengenalan tokohnya, pengenalan goal, pengenalan masalah, hingga simpati dari kebaikan protagonis.

Bersambung ke Babak 2: Pengembangan

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: