Memoar Ringkas Para Tokoh Film Dunia | Part 1

Abbott (1859-1974) & Costello (1906-1959) | Aktor

Bud (William Alexander) Abbott lahir di Asbury Park, NJ Amerika Serikat tahun 1895 dan wafat di Woodland Hills, CA Amerika Serikat tahun 1974.

Lou Costello (Louis Francis Cristillo) lahir di Paterson, NJ Amerika Serikat tahun 1906, wafat tahun 1959 di Los Angeles, CA Amerika Serikat.

Abbott & Costello adalah pasangan aktor yang dikenal publik sebagai duet aktor komedi dalam film-film mereka. Keduanya adalah sosok karikatural dan kontras satu sama lain.

Abbott berbadan tinggi dan langsing. Sedangkan Costello pendek, bulat-gemuk. Satunya gagap, satunya lagi lugu.

Karir mereka meledak pertama kali saat berpasangan dalam film “Abbott and Costello Meet Frankenstein” (1948), yang merupakan seri film komedi horror yang mana mereka berhadapan dengan hantu dan kekuatan setan.

Film ini sukses secara komersial. Selanjutnya, akting mereka sedikit mengalami perubahan sebagai wahana uji coba pada tahun-tahun tersebut dengan banyolan dan komedi bangsawan.

Ini berarti menempatkan mereka pada setting yang tidak biasa dan bisa berakibat kegagalan bagi penampilan mereka. Dari tahun 1941-1951, mereka merupakan aktor top dan terkenal Hollywood .

Selama Perang Dunia II mereka rata-rata bermain dalam dua film pertahun.

Ketika perang berakhir, popularitas mereka merosot dibandingkan film-film komedi horor mereka yang berhadapan melawan hantu atau setan, dan manusia serigala, sehingga mereka sulit untuk bisa bangkit lagi. Ini mengakibatkan mereka beralih ke industri televisi tahun 1951.

Sebelum Costello meninggal dunia beberapa tahun kemudian, hubungan mereka yang sudah memburuk menjadi semakin renggang. Bahkan Abbot mengetahui berita duka cita itu setelah membaca sebuah berita di surat kabar.

Filmologi:

One Night in the Tropics (1940), Buck Privates (1941), In The Navy (1941), Hold That Gost (1941), Keep ‘Em Flying (1941), Ride ‘Em Cowboy (1941), Rio Rita (1942), Pardon My Sarong (1942), Who Done It? (1942), It Ain’t Hay (1943), Hit the Ice (1943), Lost In A Harem (1944), In Society (1944), Here Come in Co-Eds (1945), The Naughty Nineties (1945), Abbott and Costello in Hollywood (1945), The Little Giant (1946), The Time  of Their lives (1946), Buck Privates Come Home (1947), The Wistful Widow of Wagon Gap (1947), The Noose Hangs High (1948), Abbott and Costello Meet Frankenstein (1948), American Hayride (1948), Africa Screams (1949), Abbott and Costello Meet the Killer (1949), Abbott and Costello in the Foreign Legion (1950), Abbott and Costello Meet the Invisible Man (1951), Comin’ Round the Mountain (1951), Jack and the Beanstalk (1952), Abbott and Costello Lost in Alaska (1952), Abbott and Costello Meet Captain Kidd (1952), Abbott and Costello Go to Mars (1953), Abbott and Costello Meet Dr. Jekyll and Mr. Hyde (1953), Abbott and Costello Meet the Keystone Kops (1954), Abbott and Costello Meet the Mummy (1955), Dance with Me Henry (1956).

Adjani, Isabelle | Aktris

Isabelle Adjani lahir di Paris Prancis tahun 1955.

Adjani memulai karir aktingnya sejak masih sekolah, dan menjadi artis komedi Prancis pada usia 17 tahun. Ia disebut-sebut sebagai artis paling berbakat dari generasinya. Ia memutuskan untuk tidak menjadi komedian hingga pada usia 25, yang akan memberinya kesempatan yang lebih luas dalam peran-perannya dalam film yang lebih beragam.

Dalam film “The Story of Adele” (1975), dia berperan sebagai putri sastrawan Victor Hugo, yang menemui kegilaan karena hubungan gelapnya. Sebuah kesempatan menerobos Hollywood tidak selalu menghasilkan kesuksesan, film “Ishtar” (1987) mengalami kegagalan total. Filmnya yang terkenal adalah Queen Margot (1994), Isabelle Adjani berperan sebagai Queen Margot seorang penganut Katolik yang taat, dan ia dipaksa ibunya (Catherine de  Medici) untuk kawin dengan King Henry dari Navarre yang beragama Protestan. Adjani telah membawakan beberapa peran dalam film berseting sejarah, di mana dia menjadi korban kesewenangan, dan mengalami situasi emosional yang ekstrim.

Filmologi:

The Story of Adelle (1975), Ishtar (1987), Camille Claudel (1988), Queen Margot (1994)

Adrian Gilbert (1903-1959) | Perancang Kostum

Adrian Adolphe Greenberg lahir di Naugatuck, CT Amerika Serikat. Bekerja sebagai kepala perancang buat studio MGM, sebuah studio yang merupakan pabrik impian yang paling mewah dalam zaman keemasan Hollywood.

Adrian menciptakan busana yang terlihat sangat glamour bagi para artis papan atas, hingga studio MGM menyombongkan diri dengan menyebutkan “lebih banyak bidadari di Hollywood daripada di surga”. Busana rancangan Adrian merupakan contoh daya tarik kemegahan Hollywood, dan dia masih dikagumi sebagai salah seorang perancang berpengaruh yang pernah ada, dengan bermacam busana yang menakjubkan. Dia membuat busana hampir di seluruh film-film Garbo, menciptakan kostum dengan bagian bahu tegap yang dilapisi bantalan busa bagi Joan Crawford dan gaun ketat yang seksi buat Norma Shearer dan Jean Harlow.

Dia juga membuat pakaian yang mewah dalam pembuatan film “Marie Antoinette” (1938) dan merancang kostum kontemporer yang brilian buat seluruh pemain dalam “Grand Hotel” (1932), “Dinner at Eight” (1933), dan “The Women” (1939).

Dalam film “Madame Satan” (1930), dia menciptakan kostum dalam sebuah pesta topeng yang merupakan tantangan bagi kreatifitasnya membuat rancangan-rancangan kostum yang unik.

Filmologi :

Madame Satan (1930), Grand Hotel (1932), Dinner at Eight (1933), Marie Antoinette (1938), The Women (1939)

Aldrich Robert (1918-1983) | Sutradara, Produser

Lahir di Cranston, Amerika Serikat. Robert Aldrich memulai karirnya sebagai asisten pada beberapa sutradara besar, di antaranya Charlie Chaplin dan Renoir. Ia memulai menyutradarai filmnya sendiri tahun 1954. Karya terbaiknya menampilkan masalah kekerasan, kebrutalan, dan korupsi, khususnya dalam film “Kiss Me Deadly” (1955) dan film perang yang eksplosif “The Dirty Dozen” (1967). Dalam “What Ever Happened to Baby Jane?” (1962), dia membuat “Gothic Thriller”, sebuah film yang menampilkan penyiksaan pada saudara-saudara perempuan, yang dikurung bersama dengan kebencian, kemarahan, dan tuduh menuduh.

Aldrich mempunyai gaya penyutradaraan dengan gambar yang dinamis dan gerak kamera yang efektif menghasilkan suasana sebuah dunia kacau dan tidak teratur.

Filmologi :

Kiss Me Deadly (1955), What Ever Happened to Baby Jane? (1962), The Dirty Dozen (1967)

Allen, Woody (1953- ) | Aktor, Sutradara

Lahir di New York, Amerika Serikat. Allen memulai karirnya dengan menulis lelucon buat TV dan surat kabar. Skenario filmnya yang pertama adalah “What’s New; Pussy Cat?” (1965), tapi studio membatalkan proyek itu. Namun itu memberi Allen motivasi yang penting baginya untuk membuat film se-independen mungkin di masa mendatang.

Karir Allen berkembang di luar kecenderungan utama dalam studio besar Hollywood. Dengan komedi yang lebih liar dan gila, seperti dalam film “Love and Death” (1975), sebuah film komedi yang cerdas dan lebih rumit dari film komedi pada umumnya. Juga pada pergaulan sosial yang humoris dalam “Manhattan” (1979), dan drama Bergmanesque dalam film “Interior” (1978). Pada film “Sleeper” (1973), dia berperan sebagai Rip Von Winkle yan dibekukan tubuhnya hingga tahun 2174, dan ketika bangun kembali, ia menghadapi sebuah dunia yang diperintah oleh seorang diktator yang fasis. Allen menyembunyikan dirinya dengan menyamar menjadi sebuah robot berwajah putih yang lucu: sebuah sindiran tajam barangkali terlontar pada hubungannya yang ambivalen dengan sang diktator dalam permainannya sebagai seorang yang lucu.

Allen merupakan salah seorang sutradara yang paling sukses dan berbakat yang muncul di Amerika sejak akhir tahun 1960-an. Kehidupan pribadinya mengalami kesulitan dengan istrinya Mia Farrow, seorang aktris yang cemerlang yang gemerlap yang membayangi karir Allen.

Filmologi:

What’s New; Pussy Cat? (1965), Sleeper (1973), Interior (1978), Manhattan (1979),

Almendros Nestor (1930)-1992) | Penata Fotografi (Cinematographer)

Lahir di Barcelona, Spanyol. Salah seorang yang terkemuka dalam pembuatan film “Days of Heaven” (1978) adalah pemenang Oscar untuk tata fotografi terbaik. Seluruh gambar film yang dikerjakannya terlihat tajam dan bersih dengan menggunakan ‘depth of focus’ yang berhubungan dengan era permulaan Hollywood. Days of Heaven adalah film kedua sutradara Terrence Malick dengan pemain Richard Gere dan Broke Adams sebagai dua orang muda yang menjadi sepasang kekasih tapi menyamar dengan berpura-pura sebagai kakak-adik.

Nestor Almendros merantau ke Kuba tahun 1948 bersama ayahnya. Bercita-cita untuk menjadi seorang sutradara, Almendros pergi ke Roma dan New York tapi kembali lagi ke Havana untuk membuat dokumenter tentang Fidel Castro tahun 1959. Dia pergi ke Paris tahun 1961 dan bekerja dengan para sutradara New Wave. Dia bekerja dalam film “Claire’s Knees” (1971) sutradara Rohmer, film “The Man Who Loved Women” (1977) dan “The Lost Metro” (1980) sutradara Truffaut. Film Hollywoodnya yang sukses adalah “Kramer vs Kramer” (1979).

Almodovar Pedro (1951- ) | Sutradara, Penulis Skenario

Lahir di Calzada de Clatrava Spanyol. Almadovar mengaku dirinya sebagai seorang sutradara gay yang membuat film melodrama masalah homoseksual, biseksual, dan transeksual dalam karakter tokoh-tokoh dalam filmnya.

Almadovar menulis sendiri skenario filmnya, kadang-kadang juga membuat musiknya. Film pertamanya adalah “Das Putas” (1974) dengan format seluloid film super-8.

Sejak saat itu biaya pembuatan film meningkat seiring dengan kesuksesan komersialnya. Film “Women on the Verge of a Nervous Breakdown” (1988) menjadi film asing terlaris di Amerika Utara, dan film Spanyol paling sukses yang pernah ada di Spanyol (negerinya sendiri). Banyak pernghargaan yang diterimanya di tanah airnya.

Almodovar disebut-sebut sebagai juru bicara bagi para generasi baru yang menolak hiruk pikuk politik masa lampau Spanyol dan lebih mengutamkan kebebasan dan kesenangan. Film “Tie Me Up! Tie Me Down!” (1990) adalah salah satu contohnya. Berceritera tentang seorang perempuan yang kecanduan obat-obat bius dan seorang aktris film porno yang telah diculik seorang laki-laki setelah dikeluarkan dari rumah sakit rehabilitasi jiwa.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: