El Badrun Ahli Spesial Efek

EL BADRUN, karirnya diawali sejak tahun 1970 di bidang set décor film “Ketika Musim Berganti” karya sutradara Motinggo Boesye Dia menjadi seorang Penata Artistik Film dan Sinetron yang berbakat dengan karya-karya spektakuler seperti serial film “SAUR SEPUH” dan “FATAHILLAH”. Film “SILUMAN SRIGALA PUTUH” dan “KELABANG SERIBU” mendapat piala special effect terpuji FFB (Festival Film Bandung).

Sejak Film “Fatahillah”, bersama Chaerul Umam melanjutkan Serial Film “Ketika Cinta Bertasbih” dan “Cinta Suci Zahrana”. Dan bersama-sama juga menggeluti bidang Tata Artistik Serial Sinetron dan FTV produksi Sinemart, hingga kini.

El Badrun muda di usia 24 tahun merantau ke Jakarta mengikuti pamannya yang bermarkas bersama Delsy Syamsumar di Menteng 11. Delsy Syamsumar adalah seorang pelukis neoklasik asal Minang. Selain itu juga dia adalah pelukis komik sejarah, illustrator, wartawan, pelukis poster film, dan penata artistik film.  El Badrun tertarik dan akhirnya magang apa saja pada Delsy.

Film kedua yang diikutinya adalah film “Cintaku Jauh Di Pulau” dengan pemain Sophan Sophiaan yang berpasangan dengan Widyawati.

Karena tantangan di film terus ada, maka El Badrun terus mengasah kemampuan di bidang special effect. Film pertamanya yang menggunakan visual efek ini di film “Si Boneka Kayu, Pinokio”, sutradara Willy Wilianto. Efek yang dibikin adalah boneka. Ada juga adegan di mana si Gepetto (Iskak) terbang di udara karena rumahnya ada di atas pohon. Adegan ini banyak menggunakan sling.

Pada tahun-tahun itu belum banyak yang menggunakan efek khusus di film. Ada Pak Darsono dan S. Paria yang mengajarnya. Dia belajar membuat ledakan mulai dari yang kecil hingga ledakan besar.

Banyak uji coba yang dilakukan oleh El Badrun. Salah satunya adalah efek tembakan di badan pemain. Sebelumnya, badan aktor itu dipasangi peledak dan aliran listrik. Waktu ditempeli listrik, sebelum ditembak para aktor itu sudah kelojotan duluan. Akhirnya El Badrun menggantinya dengan menggunakan baterai.  Uji cobanya ini berhasil dan digunakan oleh pembuat film lainnya.

Eksperiman terakhir yang dilakukannya itu di film “Menumpas Teroris” sutradara Imam Tantowi. Film ini dibuat di dalam studio. Banyak membuat miniatur. Zaman itu orang sering melakukan back projection yaitu menggunakan proyeksi gambar latar yang diletakkan di belakang pemain.

Di film ini, El Badrun mencoba menggunakan front projection. Yaitu proyeksi dari depan kamera dan pemain. Meski waktu itu belum sempurna karena kualitas lampunya kurang bagus. Dia pun sempat membongkar body kamera lalu memasangnya kembali untuk mempelajari teknisnya. Dari eksperimen itu dia menyimpulkan bahwa efek khusus bisa bagus kalau menggunakan kamera double claw agar gambarnya tidak goyang.

Karena hobinya membuat eksperimen ini, dia diberi kesempatan untuk studi banding ke Jerman tahun 1985 selama empat bulan. Dia di sana mengunjungi studio, ketemu orang make-up, orang special efek, bahkan orang Jepang yang mulai memperkenalkan teknologi video dan chroma key.

Di sana El Badrun belajar tentang  bagaimana mencetak masker buat wajah, membuat boneka, meracik bahan, dan sebagainya. Belajar buat efek ledakan, menerbangkan orang, dan efek manual lainnya.

Impian terakhir El Badrun di era digital ini, dia ingin membuat film yang penuh spesial efek menggunakan teknologi terbaru.

Berikut biodata lengkapnya:

  • Nama                                    : El Badrun
  • Lahir                                      : Tegal, 25 Januari 1950
  • Alamat                                  : Jln.Taman Siswa No.22 – Semplak – Bogor
  • Hp / e mail                          : 081807394533 / el_badrun@yahoo.co.id

Pendidikan Film               :

  • Kursus Elementer Cinematografi (KFT) di Jakarta.
  • Kursus Penyutradaraan (KFT) di Jakarta.
  • Studi Perbandingan Studio TV, Film&Lab,
  • Make Up Effect, Film Front Projection di Jerman Barat.

Penghargaan:

  • FFI 1980 nominasi penata artistik “Donat Pahlawan Pandir”
  • FFI 1981 nominasi penata artistik “Ratu Ilmu Hitam”
  • FFB 1988 nominasi special effects “Kelabang Seribu”, “Siluman Serigala Putih”
  • FFI 1991 nominasi penata artistik “Saur Sepuh IV”
  • FFB 2011 Penata Artistik Sinetron Terpuji “Ketika Cinta Bertasbih Ramadhan”

Filmografi sebagai Sutradara :                  

  • Sutradara Sinetron Serial “Saur Sepuh”  ( TPI 1995)
  • Sutradara Sinetron Serial “7 Manusia Harimau”  ( INDOSIAR 1995)
  • Sutradara Sinetron “Ya Robby” ( ANTV 2002)

Sebagai Penata Artistik :

  • Konsultan Art Director, Special Effects, Studio Set, Serial Sinetron Kaca Benggala, (1994 – 1995)
  • Konsultan Art Director, Special Effects, Studio Set, Serial Sinetron Angling Darma, Misteri Gunung Merapi, Karmapala, (1999 – 2002)
  • Cinta Suci Zahrana (2012)  Penata Artistik
  • Ketika Cinta Bertasbih (2009)  Penata Artistik
  • Ketika Cinta Bertasbih 2 (2009)  Penata Artistik
  • Sang Murabbi: Mencari Spirit yang Hilang (2008)  Penata Artistik
  • Fatahillah (1997)  Penata Artistik
  • Saur Sepuh IV (Titisan Darah Biru) (1991)  Penata Artistik
  • Misteri dari Gunung Merapi II (Titisan Roh Nyai Kembang) (1990)  Penata Artistik
  • Jaka Swara (1990)  Penata Artistik
  • Misteri dari Gunung Merapi (Penghuni Rumah Tua) (1989)  Penata Artistik
  • Saur Sepuh II (Pesanggrahan Keramat) (1988)  Penata Artistik
  • Siluman Srigala Putih (1987)  Penata Artistik
  • Kelabang Seribu (1987)  Penata Artistik
  • Menumpas Teroris (1986)  Penata Artistik
  • Tujuh (7) Manusia Harimau (1986)  Penata Artistik
  • Bajing Ireng dan Jaka Sembung (1983)  Penata Artistik
  • Si Buta Lawan Jaka Sembung (1983)  Penata Artistik
  • Golok Setan (1983)  Penata Artistik
  • Lebak Membara (1982)  Penata Artistik
  • Pasukan Berani Mati (1982)  Penata Artistik
  • Mistik (Punahnya Rahasia Ilmu Iblis Leak) (1981)  Penata Artistik
  • Ratu Ilmu Hitam (1981)  Penata Artistik
  • Seindah Rembulan (1980)  Penata Artistik
  • Aduh Aduh Mana Tahan (1980)  Penata Artistik
  • Kemilau Kemuning Senja (1980)  Penata Artistik
  • Aladin dan Lampu Wasiat (1980)  Penata Artistik
  • Ira Maya dan Kakek Ateng (1979)  Penata Artistik
  • Si Boneka Kayu, Pinokio (1979)  Penata Artistik
  • Cubit-cubitan (1979)  Penata Artistik
  • Wanita Segala Zaman (1979)  Penata Artistik
  • Bahaya Penyakit Kelamin (1978)  Penata Artistik
  • Remaja Pulang Pagi (1978)  Penata Artistik
  • Perawan Desa (1978)  Penata Artistik
  • Donat Pahlawan Pandir (1977)  Penata Artistik
  • Manager Hotel (1977)  Penata Artistik
  • Sisa Feodal (1977)  Penata Artistik
  • Sejuta Duka Ibu (1977)  Penata Artistik
  • Gara-gara Janda Kaya (1977)  Penata Artistik
  • Tante Sundari (1977)  Penata Artistik
  • Detektif Dangdut (1976)  Penata Artistik
  • Kampus Biru (1976)  Penata Artistik
  • Tiga Cewek Badung (1975)  Penata Artistik
  • Malam Pengantin (1975)  Penata Artistik
  • Batas Impian (1974)  Penata Artistik
  • Buaye Gile (1974)  Penata Artistik
  • Musuh Bebuyutan (1974)  Penata Artistik

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: