Kepentingan Yang Abadi

selama paradigma politik mengkuduskan kepentingan
maka pengkhianatan acap terjadi
pengkhianatan itu bukan pada siapasiapa
tapi pada idealismenya sendiri
pada visi misinya sendiri
pada janjijanjinya sendiri
pada teman seperjuangannya sendiri
pada konstituen yang telah bertarung untuknya
pada para sena yang bertaruh raga untuknya

yang ada di alam pikirnya adalah
kepentingan pribadinya sendiri
kepentingan keluarganya sendiri
kepentingan partainya sendiri
kepentingan golongannya sendiri
kepentingan jabatannya sendiri
kepentingan kekuasaannya sendiri

bodo amat dengan perasaan orang lain
bodo amat dengan perasaan kawan sekoalisi
bodo amat dengan kepentingan rakyat banyak
bodo amat dengan kepentingan bangsa dan negara
bodo amat dengan kepentingan awam nelangsa

kepentingan sendirinya lah yang abadi
maka pengkhianatan-pengkhianatan juga abadi

yang ada di alam pikirnya adalah
kepentingan pribadinya sendiri
kepentingan keluarganya sendiri
kepentingan partainya sendiri
kepentingan golongannya sendiri
kepentingan jabatannya sendiri
kepentingan kekuasaannya sendiri

bodo amat dengan perasaan orang lain
bodo amat dengan perasaan kawan sekoalisi
bodo amat dengan kepentingan rakyat banyak
bodo amat dengan kepentingan bangsa dan negara
bodo amat dengan kepentingan awam nelangsa

kepentingan sendirinya lah yang abadi
maka pengkhianatan-pengkhianatan juga abadi

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: