Tugas dan Pembagian Kerja Kru Tata Artistik

Tugas Kru Tata Artistik ini sangat banyak dan luas. Arealnya mencakup Set atau Lokasi, Properti, Tata Rias dan Kostum, dan spesial efek. Dalam sebuah produksi film yang mengharuskan mereka membuat sendiri Set, Properti, Kostum, dan lainnya, maka tim artistik adalah tim memperkerjakan kru yang sangat banyak.

Artistik adalah departemen yang paling banyak personilnya. Untuk itu harus ada pembagian tugas yang jelas agar pekerjaan tidak tumpang tindih dan saling lempar tanggung jawab.

Lebih banyak mana dengan departemen kamera?

Tentu saja departemen artistik lebih banyak personilnya. Apalagi jika kebutuhan film mengharuskan mereka membangun kota, membangun set besar dan banyak.

Terkadang juga ada kru set builder di lokasi Jakarta, berbeda orangnya dengan set yang di Ternate, umpamanya.

Jika di artikel sebelumnya yang secara umum menjelaskan tentang Tugas dan Peran Penata Artistik Film, maka di sini kita akan mengulas secara lebih detail.

Lalu bagaimana pembagian kru Art?

Jika tugas Art Director telah kita ulas di artikel sebelumnya, maka di sini kita membahas para seniman yang bekerja di bawah komando seorang Penata Artistik.

1. Asisten Art Director

Bersama Penata Artistik bertindak sebagai pengawas dalam merealisasikan gambar-gambar kerja.  Selama produksi berlangsung merupakan pembantu utama Penata Artistik.

Membantu juga mengkoordinasikan antarkru yang berada di bawah naungan departemen Art. Juga berkoordinasi dengan kru lain lintas departemen. Terutama yang berkaitan dengan konsep dan continuity.

2. Pengatur Keuangan Art-Dept.

Merupakan kasir sekaligus pengawas keuangan di departemen artistik.

Departemen Artistik memang salah satu departemen dalam film yang banyak mengeluarkan pembiayaan. Nah agar pengeluaran biaya bisa efisien sesuai perencanaan, maka perlu orang khusus yang menangani hal ini. Bukan penata artistik yang langsung mengelola semuanya.

3. Juru Gambar/Desainer Grafis.

Membantu Penata Artistik dalam menggambar interior maupun eksterior set. Ia harus Memiliki kepekaan  dan pengetahuan tentang lensa, tata letak, desain interior dan konstruksi.

Selain itu kecakapan menggunakan software design graphic seperti Photoshop, Illustrator, dan sejenisnya mutlak harus ia miliki. Sebab produksi film sangat membutuhkan kemampuan tersebut.

Mulai dari bikin cover buku, sticker, spanduk, banner, plang, dan sebagainya.

4. Kepala Konstruksi (Set Builder)

Bertugas untuk membuat Set dan Mengawasi konstruksi set, anggaran biaya. dan jadwal kerja.

5. Set dresser (penghias set)

Membantu Penata artistik dalam mendandani set. Segala macam pernak-pernik yang ada di ruang tamu misalnya, menjadi tanggung jawab set dresser untuk mengaturnya. Bagaimana peletakan meja, kursi, horden, vas bunga, buku-buku, dan hal lain.

Ia juga harus mmelakukan riset  tentang semua prop di dalam film, sampai ke detail yang paling kecil.  Hal ini harus dengan pengerjaan yang seksama terutama dalam pembuatan sebuah film sejarah.

6. Property master atau Prop Master

Prop Master bertugas mengadakan properti yang sudah termaktub dalam skenario dan sudah menjadi ketetapan sutradara dan penata artistik.

Properti ini adalah benda yang digunakan langsung oleh aktor, misalnya motor Dilan, mobil Mas Boy, buku Rangga, dan sebagainya. Berbeda dengan benda yang hanya sebagai penghias misal boneka di dalam kamar.

Prop Master juga bertugas menjaga continuity properti, mengawasi ruangan yang menyimpan properti baik di gudang atau di tempat lain.

Prop master juga harus tahu apakah properti ini harus dibeli, disewa, atau dibuat.

7. Property makers (pembuat property)

Kadang-kadang ada beberapa properti yang harus dibuat khusus. Apakah karena tidak ada lagi yang menjual, atau karena harus memiliki sifat-sifat tertentu.  Untuk itu harus dibuat oleh seorang pembuat prop.

8. Penata Kostum

Seorang perencana kostum atau penata busana merupakan hal yang penting. Perencana kostum harus memiliki wawasan luas tentang mode busana, sejarah busana, pengenalan bahan-bahan dan sebagainya.

Perencana kostum diajak berdialog tentang setiap scene yang akan dibuat, setelah itu ia akan membuat sketsa-sketsa dengan dilampiri bahan kain pembuatnya.

Penata kostum harus mengerti betul tentang warna. Ia juga harus berkordinasi dengan Art Director dan DoP saat menentukan warna baju apa yang akan digunakan oleh aktor.

9. Penata Rias dan Hair Stylist.

Fungsinya membantu Perencana kostum dalam menunjang penampilan tokoh karakter.

Pada saat produksi make up dapat dibagi menjadi tiga, yakni 1. Make up karakter, atau make yang dapat menunjang terbentuknya suatu karakter dari seorang pemain, 2. Riasan Make up koreksi atau make up beauty, yakni make up yang dibuat untuk menghilangkan atau mereduksi kekurangan dari seorang pemain, 3. Make up efek, yakni make yang dibuat khusus untuk memberi efek tertentu pada seorang karakter, misalnya efek luka dan darah.

10. Spesial efek.

Spesial efek bertugas membuat efek-efek khusus yang diperlukan dalam pembuatan film. Efek khusus ini kadang hal yang mudah seperti membuat miniatur istana, kapal, atau pesawat. Kadang juga harus membuat kapal seperti yang asli.

Dalam film perang, spesial efek harus bisa membuat ledakan dari senjata ringan hingga senjata berat dan ledakan bom.

Terkadang spesial efek harus berkoordinasi dengan visual efek yang bertugas di post production untuk menentukan berbagai hal saat syuting. Sehingga hasil gambar bisa seiring sejalan dengan kerja VFX dan keinginan sutradara.

11. Stagehands.

Lebih dari satu orang, mereka bertugas memindahkan dan menggeser-geser set dan properti sesuai kebutuhan artistik.

12. Tukang-tukang kayu.

Bertugas membuat berbagai kebutuhan yang menyangkut unsur kayu.

13. Tukang-tukang cat.

Bertugas mengecat set sesuai permintaan.

14. Tukang kebun.

Memasok dan menjaga kebutuhan aneka tanaman keperluan set lokasi.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang susunan kru film bisa dilihat di artikel ini.

Mungkin Anda Menyukai

%d blogger menyukai ini: