Puisi Untuk Blackpink atau Si Hitam Merah Jambu

blackpink

saat pertama kali aku melihatmu
aku bingung apa yang menarik darimu
mengapa begitu banyak orang yang menyukai?
mengikuti nyanyianmu
meng-cover tarianmu
bahkan memparodikan video musikmu

begitu penasarannya diriku
sehingga aku rela terus mengikuti setiap unggahan di kanal youtubemu
mengikuti akun instagrammu
meski quotaku terbatas
aku tetap mencari
hingga paket internetku amblas

tetapi aku tak pernah putus asa
aku berlari menuju sebuah kafe yang tak jauh dari kosanku
menerjang butiran-butiran gerimis
hingga tibalah aku di samping kafe itu
berdiri sambil menepis air hujan yang memercik kakiku
beruntung aku masih menyimpan kata sandi wifi kafe itu
untuk melihat live streaming video terbarumu

aku akui
aku telah jatuh cinta pada kalian wahai si hitam merah jambu

oh rose
bagiku kau bukanlah sekedar bunga mawar
tetapi kumpulan bunga-bunga yang mewangi
bermekarlah selalu di taman hatiku
tebarkanlah selalu harum tubuhmu

meski jauh sekali rumahmu
kangen rindu semua ada
selalu ada untukmu rose
ku kayuh sepeda kumbangku
kuberhayal andai dapat
mengantarkamu sampai ke rumahmu

walau apa daya
sepedaku bukanlah sepeda bromton yang mahal itu
hanya sepeda kumbang peninggalan kakekku
andai aku bisa terbang
kan ku jelang engkau kekasih
tapi apa daya
engkau jauh di korea selatan
sedang aku di sulawesi selatan

oh jennie
kau bukanlah gadis solo yang naif dan polos
tingkahmu justru sederhana
seperti kayu pada api yang menjadikannya abu
seperti awan pada hujan yang menjadikannya tiada

saban hari saban malam
aku selalu men-DM dirimu
apa yang kamu lakukan?
kamu di mana?
kamu tadi makan apa?
selamat malam

tapi itu semua tak berguna
kamu tak pernah membalas DMku
bahkan membacanya pun tidak
kamu memang solo yang bersinar

oh lisa
bila kau tahu
apa yang telah terjadi
semenjak hari itu
hati ini milikmu

mungkinkah kau jatuh hati
seperti apa yang kurasa
mungkinkah kau jatuh cinta
seperti apa yang kudamba

Tuhan yakinkan dia tuk jatuh hati
hanya untukku
andai dia tahu

jangan kau pingpong hatiku
karena hati ini tak kuasa
dismash kanan dan kiri
diombang-ambing perasaan tak menentu

oh jisoo
akhirnya aku mendapatkan pesonamu
yang tak dimiliki orang lain
kau hadir dalam hidupku tanpa permisi
berputar bagai gasing di pikiranku
entah kau milik siapa?

pikirlah dua kali
aku memang tak bisa bersikap baik seperti orang lain
kau mungkin belum benar-benar tahu
kalau kau mau, kau boleh uji aku
jangan pukul aku dengan dudu dudu dudu

tetaplah segar seperti bunga
terlihat indah dan sangat manis
meski dingin kau membuatku meleleh
dan bukalah lemari pendingin itu
aku ingin menikmati eskrim
sebuah hadiah istimewa untukku

oh si hitam merah jambu di areaku
kalian adalah gadis-gadis yang dimabuk cinta
malam tanpa akhir
cinta yang menjebak kita di ruangan tanpa jendela
apa yang bisa kita katakan?
merindukan cinta meski menyakitkan setiap saat

terluka dan rusak
aku tidak tahu apa yang membuatku bertahan
jika kau tetap pergi, aku akan membencimu dalam keadaan sedihku
kita tidak bisa mengakhirinya sebelum semuanya berakhir
seolah-olah kita telah menunggu penderitaan ini

mungkin ini hanya untuk sesaat
apa yang kita cari tanpa tujuan
tapi aku tidak peduli, aku akan melakukannya berulang kali
aku hanya membutuhkanmu dalam hidupku

aku memang telah dimabuk cinta
kalian tidak bisa mengakhiri cinta ini sendirian
aku bukan apa-apa tanpa rasa sakit ini
tapi aku dilahirkan untuk sendirian
ya untuk sendirian

setelah sebuah hari yang manis,
selalu ada perpisahan yang pahit
setelah setiap kenikmatan menggila, selalu ada harga yang harus dibayar
aku adalah hamba emosiku sendiri
cinta yang kudekap ini tak punya perasaan
merasa seperti di surga, tapi mungkin aku tak akan bisa masuk

aku menggila dalam cintaku
wahai si hitam merah jambu
tapi kau telah menampik cintaku
kau regas segenap pucuk pengharapanku
kau patahkan

hampir saya mati menanggung cinta, oh jennie
dua bulan lamanya saya tergeletak di tempat tidur, oh jisoo
siapakah di antara kita yang kejam, oh rose?
aku kirimkan dm-dm meratap, menghinakan diri, memohon dikasihani, pada mu oh lisa.
tapi tak pernah kau balas dengan balasan yang tak tersudu diitik tak termakan di ayam

aku telah gila akan cintaku,
aku sudah menjadi majnun wahai si hitam merah jambu.

majnun?

ah… aku jadi teringat pada mantanku layla.
di manakah dia berada?
apakah dia masih menggores hatinya dengan darahku?

oh, betapa rumitnya perasaan ini..
siapakah yang dapat menjadi labuhan hatiku kini
apakah si hitam merah jambu, ataukah layla?

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: