Menyingkap Tabir Daeng

Entah sejak kapan gelar daeng ini lahir dalam sejarah kebudayaan Makassar di Sulawesi Selatan. Sebagian masyarakat suku Bugis, Luwu, dan Mandar memiliki gelar daeng di belakang nama depannya. Mungkin disebabkan karena pertalian perkawinan antarsuku dengan suku Makassar.

Yang pasti, semua kakek buyut Basarang Daeng Narang dan Diara Daeng Calla memiliki gelar daeng. Anak dan cucunya juga memiliki gelar daeng. Bahkan menantu yang berasal dari luar pulau Sumatera dan Jawa pun dianugerahi gelar daeng.

Secara konsisten, gelar daeng disematkan kepada seluruh anak cucu Basarang Daeng Narang dan Diara Daeng Calla. Putri pertamanya Sitti Siada Daeng Siang dan suaminya Abdul Hamid Daeng Naba tetap konsisten menyandang gelar daeng. Tercatat, 8 anak, 7 menantu, dan 19 cucunya masing-masing memiliki paddaengang atau gelar daeng.

Daeng adalah sebutan “gelar tradisi” yang lazim dalam masyarakat suku Makassar. Paddaengang punya arti khusus dalam pemberiannya. Umumnya menunjukkan kebiasaan, karakter, dan kesenangan dari seseorang.

Daeng menjadi kelengkapan gelar derajat dan kebangsawanan. Di kalangan raja-raja Gowa, tersohor pemberani pemilik gelar Daeng Mattawang bernama lengkap: I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangappe Sultan Hasanuddin Tumenanga ri Balla’ Pangkana. Artinya I Mallombasi yang menawan, raja di Bontomangappe bergelar Sultan Hasanuddin yang wafat di Istana Pangkana.

Dalam sejarah Gowa, ada seorang tokoh bergelar Daeng Sitaba, manusia tercerdas di dunia pada masa lalu, karena berilmu tinggi dan menguasai banyak bahasa di dunia. Dialah I Mangadacinna Daeng Sitaba Karaeng Patingalloang Sultan Mahmud Tumenanga ri Bontobiraeng.

Karaeng Patingalloang selaku Mangkubumi Kerajaan Gowa-Tallo dikenang dengan petuahnya: “Takutlah kepada Tuhan, takutlah kepada orang jujur, jujurlah terhadap sesama makhluk Tuhan, dan jujur terhadap diri sendiri.”

Selain itu, beliau pernah mengingatkan lima tanda-tanda penyebab runtuhnya sebuah negeri, “raja yang memerintah tidak mau diperingati, tak ada lagi cendekiawan dalam negeri, para hakim dan pejabat korup, negara banyak ditimpa musibah, dan saat raja tidak lagi menyayangi rakyatnya.” Demikian pesan penting dan peringatan Daeng Sitaba.

Apa itu daeng? Banyak orang hanya memahami kata daeng sebatas arti kakak atau abang. Daeng adalah gelar sapaan penghormatan dan kasih sayang dari orang tua kepada anaknya, disertai doa dan harapan terbaik. Daeng juga bermakna penghargaan kepada seseorang yang memiliki kelebihan dan prestasi sosial. Daeng pernah melekat sebagai gelar bangsawan yang dihormati atau dituakan, dalam kehidupan sosial masyarakat suku Makassar.

Di zaman now, gelar daeng telah berkembang pesat dan tak lagi memandang status sosial. Daeng pun populer dan sah dimiliki para pengayuh becak, penjual sayur, hingga seluruh strata sosial sebagai sapaan penghargaan.  

Artikel ini bersumber dari buku “Daeng Siang Sang Penerang”, Penerbit Yayasan Sitti Siada Abdul Hamid, 2021.

BACA JUGA: Ulasan Buku Daeng Siang

Daeng Siang

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: