Mengenal Profesi Casting Director Film dan Sinetron

Profesi Casting Director adalah hal baru di industri film Indonesia. Dulunya pencarian pemain utama dilakukan langsung oleh produser atau sutradara. Kadang-kadang malah pesanan dari pihak pengusaha bioskop.

“Bioskop di Jawa Timur penuh penonton kalau pemainnya Si Anu.”
“Di Jawa Barat, Si Nganu yang top. Apalagi kalau berpasangan dengan si Fulan.”

Untuk pemeran pendukung lainnya biasa diserahkan kepada asisten sutradara atau pimpro (pimpinan produksi) untuk mencari pemain tambahan. Astrada melakukannya dengan audisi terbatas, atau memeriksa database pribadi, kadang juga dengan nanya-nanya kru lain terutama penata rias karena dekat dan sering ngobrol banyak dengan para pemain.

“Kamu ada kenal nggak dengan pemain remaja tapi orang Batak. Kita butuh nih,” kira-kira seperti itu tanya sang astrada. Jadi pemain-pemain dulu selalu memiliki hubungan baik dengan kru agar mereka selalu diingat.

Namun seiring dengan perkembangan zaman dan menggeliatnya industri film apalagi sinetron, para produser pun mengadopsi sistem Hollywood yang memiliki departemen khusus dalam pencarian pemain. Produksi film dan sinetron semakin banyak sedangkan stok pemain yang ada ya itu-itu saja. Tak ada cara lain, harus ada casting director yang bertugas khusus untuk hal ini.

Maka diperkerjakanlah casting director yang diambil dari kru yang telah berpengalaman. Ada yang dari astrada, unit manager, penata rias, aktor, dan bagian lainnya. Kebanyakan sih masih coba-coba. Ada yang sukses tapi ada juga yang kurang berhasil.

Istilah Casting Director pun sampai saat ini (Maret 2021) belum memiliki padanan kata yang pas dalam Bahasa Indonesia. Belum disepakati mana yang cocok. Apakah Penyeleksi Peran, Pengarah Seleksi Pemain, Juru Kasting, Penata Seleksi Peran, atau apa. Tetapi jenis pekerjaan, tugas dan tanggung jawab, juga pembagian kerja dalam departemen casting sudah ada dan mulai rapi koordinasinya.

Tugas Casting Director

Menganalisis skenario untuk keperluan casting

Setelah skenario diterima, seorang casting director wajib membaca lalu mengindentifikasi tokoh dari nama, karakter, hingga hubungan antarkarakter di dalam cerita itu. Memetakan setiap tokoh yang ada mulai dari pemeran utama, pemeran pembantu utama, pemeran pendukung, hingga figuran.

Terkadang di dalam skenario terdapat tokoh yang tak bernama yang hanya berperan di dalam satu scene, missal Warga #1, Warga #2, dan Warga #3. Casting director harus bisa mengidentifikasi kira-kira Warga yang dimaksud penulis skenario seperti apa. Mungkin warga itu sedang berkumpul di pos hansip, oh berarti yang dimaksud adalah bapak-bapak usia 30-40-an tahun.

Jika ada tokoh yang kurang dimengerti oleh casting director, maka ia wajib berkonsultasi kepada sutradara. Jangan main ambil keputusan sendiri sehingga berakibat miscasting.

Setelah itu casting director ada baiknya membuat bagan pemain berikut foto-foto kandidat dan penjelasan singkat tentang karakter dan relasinya dengan pemain lain. Kayak bikin family tree gitu lah.

Casting director juga menganalisa seberapa banyak figuran yang dibutuhkan dalam setiap scene. Berkoordinasi dengan astrada tentang penjadwalan sehingga bisa meminilisir anggaran. Umpamanya figuran di lapangan sepak bola bisa dipakai lagi di set lokasi berikutnya yaitu di ruangan kelas.

Menyeleksi aspek strategis kebutuhan aktor

Selain mengidentifikasi karakter berdasarkan fisik, casting director juga menganalisa dan menyeleksi berdasarkan aspek strategis yang berhubungan kuat dengan pemasaran dan promosi produk film.

“Oh pemain ini lagi trending di youtube nih.” Misalnya seperti itu. Atau followernya banyak nih dan grafiknya meningkat terus.

Menyusun dokumen, laporan dan lembaran kerja

Sebelum melakukan casting, sang juru penyeleksi pemain wajib membuat strategi pengorganisasian dokumen. Karena akan banyak dokumen yang masuk. Mulai dari kertas formulir, foto-foto, dan video. Tanpa pengorganisasian yang baik, maka dokumen-dokumen itu bisa tercecer bahkan hilang.

Casting director membuat klasifikasi atau pengelompokan sesuai dengan karakter. Setelah itu membuat laporan yang tersusun rapi untuk dipresentasikan di hadapan produser dan sutradara.

Menyusun seluruh anggaran departement casting

Dalam sebuah produksi film, casting director juga harus membuat desain anggaran sesuai kebutuhan departemen casting. Mulai dari casting pemeran, peralatan, dokumen, hingga bujet pemain dan figuran.

Melaksanakan proses casting atau audisi

Setelah menyiapkan infrastruktur casting, seorang casting director mulai melakukan proses casting dimulai dari mengundang peserta casting dari beberapa pihak. Aktor profesional atau memintanya dari agensi pemain, dan manajemen artis. Bisa juga membuat undangan terbuka bagi siapa saja yang berminat menjadi artis.

Proses casting harus direkam untuk nantinya dipresentasikan di hadapan sutradara dan produser.

Melakukan presentasi kandidat aktor sesuai skenario

Hasil casting terlebih dahulu diseleksi oleh casting director. Dia berhak memilih sejumlah nama terbaik dan tepat untuk satu peran. Nama-nama tersebut dipresentasikan di hadapan produser dan sutradara. Jika memang dibutuhkan, bakal ada casting tahap berikutnya dengan menyandingkan pemeran utama yang satu dengan lainnya.

Menyediakan data aktor yang telah ditetapkan

Setelah diputuskan siapa saja yang terpilih, maka data aktor itu harus dibuat dalam folder khusus agar memudahkan untuk membuat panggilan kerja. Bagan pemain yang telah fix juga dibuat untuk disebarkan kepada kru terkait.

Mengatur jadwal pertemuan kerjasama aktor yang telah ditetapkan

Proses ini untuk menegosiasikan dan mengkoordinasikan jadwal, rencana pra produksi, fitting kostum, pemotretan, tes make-up, reading, dan lain sebagainya sesuai kebutuhan produksi. Peraturan-peraturan yang berlaku dalam produksi pun dijelaskan kepada aktor yang terpilih.

Menyusun laporan kebutuhan fasilitas seluruh aktor selama proses produksi

Casting director juga membuat laporan kebutuhan fasilitas aktor. Mungkin sang aktor butuh tenda khusus saat syuting di gunung Bromo. Bisa juga aktor membutuhkan mobil jemputan karena drivernya sedang pulang kampung. Atau soal makanan dan minuman. Apa saja.

Laporan ini akan disampaikan kepada produser. Jika kebutuhan itu layak dikabulkan maka departemen kasting akan menyampaikan kepada tim produksi. Jika tidak, mungkin akan ada negosiasi ulang.Selanjutnya baca: Keterampilan dan Pembagian Tugas Departemen Casting.

BACA JUGA:

Kamu juga dapat JOIN TELEGRAM agar tidak ketinggalan info casting dan pengetahuan film lainnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: