Kisah Gadis Manis Berkumis

ARDI (35 tahun) adalah saudagar terkaya di desa Seputih Kasih. Meskipun dia sudah kaya raya, Ardi belum juga memiliki anak, padahal Ardi sangat menginginkannya. RATNA (30 tahun/istrinya Ardi) merasa kalau itu adalah kesalahannya, apalagi banyak orang yang menganggap bahwa Ratna itu mandul.

Ratna meminta Ardi untuk menikah lagi, karena Ratna merasa, 10 tahun menikah sudah cukup menjadi bukti bahwa Ratna memang mandul. Atas persetujuan itu, kemudian Ardi menikah dengan seorang gadis bernama ANTI (20 tahun / cantik tapi orangnya galak).

Sebenarnya Anti tidak menyukai Ratna, bahkan Anti bertekad, akan menyingkirkan Ratna bagaimanapun caranya. Hingga suatu malam, Ratna didatangi oleh seorang NENEK TUA MISTERIUS (50 tahun / rambut putih panjang / berjubah putih) yang menyuruh Ratna untuk tidak memakan buah pisang ambon pemberian Anti. Ratna tidak mau, dia tidak percaya dengan nasehat Nenek Tua.

Ketika pagi datang, Ratna tak merasakan ada yang aneh pada dirinya. Bahkan kemudian Anti membawakan Ratna sarapan berupa pisang ambon. Ratna memakannya, namun semenjak makan pisang ambon itu, Ratna merasa ada yang janggal di tubuhnya. Dia mengadukan hal itu ke Ardi, namun Ardi tak mempercayainya. Malah kemudian sikap Ardi sekarang mulai menomorduakan Ratna di hadapan Anti.

Ratna sedih, apalagi Anti telah dinyatakan hamil. Tapi kejanggalan lain muncul saat Ratna diketahui hamil. Cuma hamilnya Ratna ini berbeda, biasanya orang hamil perutnya buncit ke depan, sementara perutnya Ratna buncit ke belakang.

Ardi merasa jijik dengan kehamilan Ratna, bahkan dia menduga kalau bayi yang ada di perut Ratna adalah bayi siluman. Ratna coba untuk bertahan dengan keadaan itu, tapi lama-kelamaan orang mulai takut melihat kehamilannya. Ratna tahu diri, lalu dia pergi ke hutan karena tidak tahan selalu menjadi bahan cemoohan. Hamil Ratna pun semakin besar, hingga tiba saatnya bagi dia untuk melahirkan. Di tengah hutan dan tanpa bantuan siapapun, Ratna berhasil melahirkan putrinya. Ratna berbahagia karena putrinya lahir dalam keadaan selamat.

17 tahun kemudian saat putrinya Ratna yang bernama ADEL beranjak menjadi gadis. Ratna dikagetkan oleh kemampuan Adel yang pintar memasak dengan ramuan hutan. Bahkan RIDHO (20 tahun – Anak Mapala) yang saat itu tersesat di hutan kaget melihatnya.

Adel dan Ridho pun berkenalan, lalu menjadi teman satu sama lain. Namun satu hal yang membuat Ridho heran dengan Adel, ternyata Adel ini memiliki kumis, padahal Adel adalah seorang gadis. Sebelum pulang kembali ke desa Caringin, Ridho meninggalkan alamat rumahnya ke Adel, dan berjanji, suatu saat Ridho akan datang lagi dan membawa obat agar kumis Adel tidak tumbuh lagi.

Sekian lama Adel menunggu, tapi Ridho tak juga muncul. Adel bahkan meminta ke ibunya agar mengizinkan dia pergi ke kota. Awalnya Ratna tak menyetujui karena takut putrinya jadi bahan cemoohan. Tapi melihat kekerasan tekad Adel, Ratna pun mengizinkan. Bahkan Ratna mengajak Adel pindah ke desa Caringin.

Ratna dan Adel memulai hidup baru di desa Caringin, sambil mereka bekerja dengan menjadi pemetik kopi di perkebunan. Dari situ Adel mengetahui bahwa Ridho adalah putra tunggal JURAGAN JHODY (45 tahun / pemilik kebun teh).

Adel minta izin ke ibunya untuk menemui Ridho, tapi Ratna melarang, karena Ratna takut kalau nanti Ridho nggak akan mengenali lagi putrinya. Berulang kali kesempatan Adel untuk menemui Ridho, tapi hal itu dia gagalkan karena dia tidak berani melawan larangan Ratna.

Hingga suatu kali Adel yang selama ini menutupi kumisnya ketahuan oleh salah seorang pemetik. Satu kebun heboh, mereka bahkan menganggap Adel sebagai jelmaan siluman dan hendak menguburnya hidup-hidup. Nyaris Adel terkubur, kalau tidak ada Ridho datang menyelamatkannya.

Ridho membawa Adel menemui Jhody. Kepada Jhody, Ridho menjelaskan bahwa Adel adalah penyelamatnya saat dia tersesat di hutan tempo hari. Jhody sebenarnya tidak menyukai Adel tapi demi Ridho, Jhody rela mengeluarkan uang guna membiayai operasi agar kumis Adel tidak tumbuh lagi.

Singkat kata Adel selesai dioperasi, tapi sebulan setelah operasi, bukan hanya kumis yang tumbuh di wajah Adel, malahan jenggot juga. Adel semakin malu, tapi Ridho merasa kasihan kepadanya. Melihat Ridho terus-terusan dekat dengan Adel, DIAN (putrinya Ardi-Anti / 17 tahun / pacarnya Ridho) pun cemburu.

Dian berusaha menjauhkan Adel dari Ridho, dan mengancam Adel, kalau sampai Dian melihat Adel dekat dengan Ridho, Dian akan bertindak. Adel mengikuti perintah Dian, bahkan setiap dia bertemu dengan Ridho, Adel berusaha untuk selalu menghindar. Hal ini malah membuat Ridho penasaran, dan ingin tahu, kenapa Adel menjauhinya.

Dian jengkel melihat tingkah Ridho, kemudian Dian menjebak Ridho, seolah-olah Ridho telah menidurinya. Mereka kepergok sama orang kampung, dan dipaksa untuk menikah. Ridho yang tahu perangai Dian sebenarnya, menolak hal itu. Tapi Jhody mendesaknya, lagipula dia malu dengan Ardi yang notabene adalah rekan bisnisnya.

Sebelum pernikahan dimulai, diadakanlah lamaran. Seluruh pekerja di kebun teh diwajibkan datang ke acara lamaran tersebut. Saat itulah Ardi bertemu dengan Ratna setelah sekian lama berpisah. Ardi kaget melihat Ratna, apalagi Ratna memperkenalkan Adel ke Ardi.

Namun sayang, perkenalan itu diketahui oleh Anti. Anti yang tahu dari Dian, kalau Adel dan Ratna tinggal di sebuah gubuk pinggir kebun teh, langsung menyiapkan sebuah rencana. Malamnya, Ratna menyuruh orang membakar gubuk tersebut. Tapi untung sebelumnya Adel dibangunkan oleh Nenek Misterius, sehingga Adel keluar gubuk mengikuti Nenek itu.

Walaupun dia selamat Adel tetap saja sedih, karena kebakaran itu menyebabkan kematian ibunya. Adel merasa hidupnya sebatang kara sekarang, dan dia berniat untuk pergi dari desa Caringin.    

Ridho mengejar Adel saat tahu kalau Adel hendak pergi. Kali ini Ridho mulai merasa, bahwa Adel-lah yang lebih mengerti dirinya ketimbang Dian. Untuk itulah kemudian Ridho menyembunyikan Adel di gudang kebun teh. Dengan harapan, suatu saat Ridho akan membuktikan kalau dia telah dijebak oleh Dian.

Dian curiga saat tahu kalau Ridho lebih sering pergi ke gudang. Suatu kali Dian mengikuti Ridho, dan kaget saat melihat bahwa Ridho di sana menemui Adel. Dian benci dengan Ridho dan ingin membatalkan pertunangan mereka. Tapi Anti mengingatkan Dian kembali, bahwa tujuan Dian untuk menikahi Ridho, adalah karena ingin merebut harta warisan Jhody. Sayangnya, mereka tidak sadar kalau rencana mereka itu didengar oleh Ardi.

Kemudian Ardi menemui Ridho, dan mengungkapkan semua yang telah terjadi. Ridho langsung kaget, lalu dia menyiapkan sebuah rencana.

Ridho menemui Dian dan mengatakan bahwa dia meminta pernikahan mereka dimajukan. Dian serasa tak percaya mendengarnya, bahkan Dian sudah tidak sabar untuk jadi menantu Juragan Jhody, orang terkaya di desa Caringin.

Sehari sebelum pernikahan dilangsungkan, Jhody bahkan mengumumkan ke orang kampung, bahwa dia mewariskan sebagian hartanya untuk calon menantunya itu. Tapi dengan satu syarat, asal menantunya bisa langsung memberinya cucu. Dian bukan main senang mendengarnya, apalagi Anti, dia sudah tidak sabar ingin merasakan sebagian warisan milik Jhody.

Pernikahan pun berlangsung, tapi semenjak menikah Ridho tak pernah sekalipun menyentuh Dian. Dian berusaha memancingnya berkali-kali, tapi Ridho selalu pergi. 

1 tahun kemudian, Ridho belum juga menyentuh istrinya itu. Bahkan kali ini Ridho dan Dian sudah tidak tinggal sekamar lagi. Dian melaporkan hal itu ke Jhody, tapi Jhody malah menyalahkan Dian, dan menganggap mantunya itu tidak bisa mengurusi Ridho.

Jhody sudah tidak tahan ingin punya cucu, oleh sebab itu dia meminta Ridho untuk menikah lagi. Terang saja Dian tidak menyetujuinya, tapi saat Jhody mengimingi Dian dengan warisan, Dian pun mulai luluh. Ridho menikah dengan Adel, dalam jangka waktu 3 bulan kemudian Adel langsung hamil. Bukan main senang hati Jhody, meskipun dia was-was, kalau nanti cucunya punya kumis seperti ibunya. Tapi semakin besar kehamilan Adel, lama-lama kumis di wajahnya hilang dengan sendirinya. Apalagi kemudian Adel melahirkan anak lelaki, Jhody sungguh bangga dengan menantu keduanya itu. 

Di sisi lain Ardi pun menceraikan Anti, tanpa mewariskan sepeserpun harta untuk Anti maupun Dian. Anti pergi dari rumah itu dan memohon kepada Dian agar dia diizinkan tinggal. Sayangnya Jhody tidak mengizinkan, bahkan Jhody menyuruh Anti tinggal di kontrakan, dan Jhody membayarnya.

Lama-kelamaan Dian pun merasa kalau selama itu dia dikerjai oleh Ridho. Karena sudah tidak tahan, Dian kemudian mengaku bersalah ke Ridho dan Jhody. Ridho dan Jhody bukan main murka, malahan kemudian mereka mengusir Dian pergi dari rumah itu.

Tapi kebesaran hati Adel membuat Dian tidak jadi diusir. Adel meyakinkan Jhody, kalau mertuanya itu mengusir Dian, itu sama saja Jhody telah menyakiti hatinya. Jhody luluh juga dengan permintaan Adel.

Semenjak saat itu Dian mulai baik dengan Adel. Adel juga yang kemudian membantu Dian agar hamil, dan mengajak Anti untuk tinggal di rumah Jhody. Melihat ketulusan hati Adel, Jhody sangat gembira. Jhody mengatakan kepada Ridho, bahwa Ridho beruntung punya istri seperti Adel.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: