Ketika Cinta Bertasbih di RCTI: Anna dan Mengelola Cemburu

Cinta Anna (Oki Setiana Dewi) pada Azzam (Cholidi Asadil Alam) bukan cinta biasa yang mudah diraih seperti anak yang mendapatkan uang jajan dari orang tuanya. Pertemuan pertama di bus (ingat novel KCB atau film KCB 1), benih cinta mulai tumbuh tapi kemudian Anna harus menerima lamaran Furqon (Andi Arsyil). Cinta tidak menemukan jodohnya di pelaminan.  Pernikahan yang terpaksa. Terpakasa karena harus menerima lamaran, dan terlanjur melamar.  Rumah tangga hampir karam, dan benar-benar karam setelah Furqon membeberkan alasan keengganannya mereguk ‘nikmat’ itu.

Tetapi  cinta Anna menemukan takdir terbaiknya. Azzam jadi suami keduanya. Ikhtiar dan doa menggiringnya pada cinta sejati. Azzam adalah pria idaman bagi banyak perempuan yang ingin menggabungkan cinta dan iman.  Bukan hanya perempuan, orang tua pun banyak yang mendamba Azzam menjadi menantu. Lalu, bagaimanakah jalan cinta dua orang dengan kualitas keimanan yang tinggi ini?

Ternyata tidak jauh berbeda dengan pasangan lainnya. Cemburu, itulah ujian pertamanya. Setelah hampir setahun mereka menikah, buah hati yang dinanti tidak kunjung berbenih. Dokter memvonis Anna terkena endometriosis. Jiwanya sedikit terguncang. Dan di tengah guncangan itu, Aprilia (Tsania Marwa) masuk ke kamar mereka. Anna memergoki Azzam dan Aprilia dalam kamar yang terkunci. Aprilia memfitnah Azzam merayunya. Maka marahlah Anna. Semakin terguncang  jiwanya.

Rasa cemburu seperti ini terlihat natural selayaknya ratusan milyar pasangan lainnya di mana saja. Cemburu pertanda cinta. Bahkan, Aisyah (ummul mukminin) pun cemburu.  Tidak aneh dan berlebihan. Jangankan dalam kamar berdua, persoalan SMS salah kirim saja, sudah cemburu. Bisa dibayangkan kalau Anna tidak cemburu, adegannya berubah jadi:

Anna: “Cie, cie, suamiku berdua-duan nih dengan Aprilia….. Ajak-ajak downk…”

atau

Anna: “Suit, suit…, suamiku dapat pacar baru…”

Malah jadi aneh dan nggak banget. Atau jadi sinetron komedi. Ha ha ha.

Belum lagi rasa cemburu Anna pada Aprilia habis, muncul Eliana (Alice Norin) yang mengajak untuk hunting lokasi pembuatan video klip di sebuah danau. Anna kembali memergoki suaminya berduaan dengan perempuan cantik, artis kondang pula. Bertambah-tambah rasa cemburunya. Dan tidak sampai di sini, rasa takut kehilangan pria idaman, pria yang nyaris sempurna itu akan terus mengiringi perjalanan kisah cinta Anna Althafunnisa.

Dari kisah Anna dan cemburunya ini, banyak hikmah yang dapat kita ambil. Yaitu tentang bagaimana mengelola rasa cemburu. Terhadap Anna yang cemburu dan Azzam yang dicemburui. Bagaimana mengklarifikasi sebuah masalah dan bagaimana menjauhi fitnah yang berakibat cemburu. Saya tidak ingin menggurui dengan memaparkan tips itu. Anda, para penonton sinetron bermutu lah yang dapat menggali hikmah itu. Tentu dengan tetap menyaksikannya di RCTI setiap hari pukul 18.00. Selamat menggali hikmah.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: