Kerja Departemen Produksi Di Tahap Pra Produksi

Praproduksi adalah tahap berikutnya setelah tahap inisiasi dalam sebuah proses pembuatan film. Di tahap ini skenario final draft telah selesai. Maka berikutnya adalah merekrut sejumlah kru untuk melakukan persiapan syuting. Lalu melakukan sejumlah tugas yang wajib dilaksanakan oleh semua kru yang terlibat.

Di artikel ini kita fokus membahas tentang kerja manajerial yang menjadi tanggung jawab dari departemen produksi. Produser harus memboyong sejumlah staf produksi karena merekalah yang akan melakukan kerja-kerja teknis dan sangat beragam. Jadi sebelum dimulai aktivitas pra produksi maka staf produksi disusun dan diperkerjakan.

Siapa-siapa saja mereka?

a. Line Producer

Line Producer adalah penghubung antara pihak produser dengan production manager atau istilah yang akrab di Indonesia adalah pimpinan produksi (pimpro). Line produser lebih sering mengontrol setiap aktivitas yang dilakukan oleh tim produksi. Mengecek kesesuaian jadwal dan pelaksanaan. Juga mengontrol penggunaan anggaran.

b. Pimpinan Produksi (Pimpro) atau Production Manager

Orang ini bertanggung jawab untuk membuat dan mengatur jadwal produksi, bertindak sebagai penghubung informasi antara Line Produser, produser, dan bagian lapangan. Pimpro adalah orang yang bertanggung jawab atas detail produksi dari awal sampai produksi itu selesai.

c. Unit Manager

Unit Manager atau di Indonesia biasa disebut YUNIT, Bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi di lapangan selama proses produksi. Unit produksi mempunyai peran sebagai kunci dalam menjalankan proses produksi secara baik, membantu produser dalam mengatur proses produksi agar sesuai dengan jadwal serta budget.

d. Unit Lokasi

Yunit lokasi bekerja mencari lokasi yang dibutuhkan sutradara. Mengurus segala tetek bengek perizinan, sewa-menyewa, izin keramaian polisi, uang keamanan preman, kebersihan lokasi, sampai pengaturan parkir kendaraan. Biasanya yunit lokasi ini dibantu oleh beberapa orang lagi.

g. Post-production Supervisor

Bertanggung jawab untuk proses pasca produksi, di mana mereka menjaga kejelasan informasi dan menjadi penghubung komunikasi yang baik antara Editor, Produser, Pengawas Sound Editor, Fasilitas Perusahaan (seperti laboratorium film, studio CGI dan Cutters Negatif) dan Accountant Producer.

h. Production Assistant / Pembantu Umum

Di lokasi biasanya disebut PU (Pembantu Umum). Dia bertanggung jawab membantu segala kegiatan unit produksi. Wabil khusus menyiapkan makanan dan minuman buat kru dan pemain. Biasanya juga disuruh-suruh untuk fotokopi, beli ini itu, dan aneka ragam aktivitas lain.

i. Unit keuangan

Membantu produser dalam mengeluarkan biaya produksi untuk soal menyewa lokasi, peralatan, makanan minuman, bahan bakar kendaraan, dan semua persoalan keuangan. Unit keuangan ini juga bertanggung jawab terhadap laporan keuangan.

Apa saja aktivitas staf departemen produksi di tahap Pra produksi?

Yang dilakukan pertama kali oleh unit produksi setelah negosiasi honor dengan produser adalah membaca skenario dan membreakdown lokasi. Breakdown lokasi ini biasanya juga dilakukan oleh asisten sutradara. Jadi unit bisa memintanya dari astrada.

Membaca skenario ini tidak boleh disepelekan oleh unit karena dari skenario lah segala kebutuhan produksi harus dipersiapkan. Membaca setiap detil dan membuat catatan-catatan jika diperlukan. 

Skejul pra produksi

Unit (yunit) produksi harus membuat skejul segala aktivitas seperti: jadwal script conference, jadwal hunting lokasi, jadwal reading (bersama astrada), jadwal fitting, jadwal casting, jadwal reading, dan test cam.

Penjadwalan di tahap pra produksi ini tidak seperti jadwal syuting yang ketat. Tapi agak longgar dan bisa berubah-ubah setiap hari tergantung dengan kondisi dan situasi yang berkembang. Umpamanya soal lokasi. Awalnya hunting lokasi rumah mewah akan dilangsungkan di beberapa titik selama beberapa hari, ternyata sutradara dan produser sudah sepakat dengan rumah mewah saat hunting pertama kali, maka unit tidak perlu lagi melakukan hunting di titik berikutnya.

 Hunting Lokasi

Unit lokasi berkewajiban memberikan beragam opsi lokasi yang digunakan sebagai set dengan beragam pertimbangan. Unit akan pergi ke beberapa lokasi dan menyodorkan data-data lokasi tersebut. Data itu berupa keterangan tempat, foto dari berbagai sudut, dan video.

Keterangan tempat bisa berupa luas, kondisi lokasi, kondisi sekitar lokasi, harga sewa, jangkauan ke lokasi, fasilitas, dan aturan-aturan di lokasi tersebut.

Dari data itulah sutradara dan produser akan mempertimbangkan sehingga memutuskan untuk melihat langsung lokasi yang ditawarkan. Apakah sudah sesuai dengan tuntutan skenario, artistik, dan persoalan teknis.

Dari setiap lokasi yang ditawarkan, unit produksi juga harus memikirkan tentang parkir kendaraan. Apakah cukup? Kalau tidak cukup apakah di sekitar lokasi ada lahan parkir? Bagaimana keamanan di sekitar?  

Recce

Setelah lokasi ditentukan, maka akan dilakukan recce yang melibatkan sutradara, astrada, staf produksi, kameramen, penata artistik, dan perekam suara. Mereka akan bekerja sesuai dengan kebutuhan departemen masing-masing. Sutradara mungkin akan meminta penambahan properti, akan membayangkan blocking pemain, penempatan angle camera.

Kameramen akan melihat kemungkinan penempatan lampu, arah jatuhnya cahaya di jam-jam tertentu. Perekam suara akan melihat resonansi suara, bergema atau tidak, apa ada gangguan dari dalam dan luar atau tidak.

Bagian produksi akan mengatur di mana ruang kostum dan make-up, gudang buat tim artistik, tempat buat PU memasak air, memeriksa kondisi sanitasi, toilet-kamar mandi, musholla, parkir mobil genset, parkir kendaraan kru dan pemain.

Unit produksi juga akan bertanya kepada tetangga atau RT/RW apakah di tanggal sekian ada acara di daerah tersebut. Mungkin saja ada hajatan kawinan, tabligh akbar, dangdutan, konser musik, dan sebagainya yang bisa saja menganggu kelancaran syuting.

Jika ada, maka skejul syuting harus berubah karena akan sulit melaksanakan syuting di saat ada keramaian di sekitar lokasi.

Negosiasi kontrak dengan Pemain dan Kru

Jika diperlukan, pimpinan produksi akan melakukan negosiasi kontrak dengan kru dan pemain. Misalnya dibutuhkan tim fighting hanya di satu adegan. Jika film laga kontraknya langsung dengan produser. Atau ada pemain yang hanya bermain untuk satu dua scene.

Kontrak dengan nilai kecil biasanya diserahkan kepada unit produksi. Tidak kepada produser langsung.

Detil Anggaran

Pimpinan produksi akan membuat detil anggaran yang dibutuhkan. Biasanya dia akan mendapatkan laporan kebutuhan dari tiap departemen, kemudian akan melaporkan kepada produser tentang biaya-biaya tersebut.

Reading

Unit produksi akan membuat jadwal reading. Mengontak pemain dan sutradara, mencari tempat reading, dan menyiapkan segala kebutuhan saat reading.

Tempat reading bisa di kantor PH tersebut, bisa di hotel, apartemen, atau di villa. Penentuan tempat ini harus dirundingkan dengan produser karena menyangkut biaya dan akses ke lokasi reading.

Sewa menyewa

Unit produksi mengatur persoalan sewa menyewa dengan vendor. Perlengkapan kamera misalnya, dia harus menentukan, menegosiasi harga, dan memastikan ketersediaan alat saat syuting.

Bukan hanya soal peralatan kamera, unit bertanggung jawab juga soal pengaturan kendaraan jemputan kru atau pemain, penginapan jika syuting di daerah tertentu dan memakan waktu lama, ketring untuk konsumsi, dan hal lain yang dibutuhkan.

Semua ini sudah harus disiapkan dan diatur sebelum tiba masa syuting.

Test Cam

Setelah semua departemen siap melaksanakan syuting, maka akan dilangsungkan test cam. Staf produksi menyiapkan semua hal seperti lazimnya syuting. Lokasi, peralatan kamera dan suara, kendaraan, konsumsi, callingan kru dan pemain.

BACA JUGA:

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: