Jamal Gentayangan, Komposer Musik Tradisi Sulsel

Jamaluddin yang bernama panggung Jamal Gentayangan, lahir di sebuah desa kecil negeri ayam jantan dari timur. Tepatnya di Nasara, Jeneponto, Sulawesi Selatan, 21 Oktober 1970. Lahir dari pasangan Daeng Mappi Nappi dan Salima, anak ke tiga dari tujuh bersaudara. Nuansa laut sangat melekat di dirinya sama seperti ayahnya yang seorang pelaut, ia tumbuh dan besar di pantai Nasara. Sejak kecil irama debur  ombak, gemercik pasir, bahkan nyanyian burung camar menjadi sahabatnya. Suasana bahari inilah yang kelak mempengaruhi perjalanannya berkeseniannya. Dan tercermin pula pada motto hidupnya KUWALLEANGNGANGA TALLANGA NA’ TOALIA artinya sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai.

Riwayat pendidikannya di mulai ketika SD di Nasara tahun 1983, kemudian tahun 1986 lulus di SMP Allu Bangkala Jeneponto. Saat SMP, guru kesenian yang memperkenalkannya pada khasanah berkesenian tradisional. Peristiwa inilah yang memacu obsesinya untuk mendalami kesenian. Untuk mewujudkan cita-citanya, ia rela berhenti di SMA Tamalate Jeneponto dan melanjutkan di SMKI Ujung Pandang dan mengambil jurusan Karawitan, hingga selesai tahun 1991. Sejak selesai dari SMKI, Jamal paling tertarik dengan musik “ritual” serta mendalami musik teater, musik film, dan musik tari.

Tahun 1995 mendapat beasiswa dari Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI), lalu melanjutkan studi di STSI Bandung tahun 1996, jurusan karawitan. Selain beasiswa MSPI, ia juga mendapat beasiswa Supersemar tahun 1996 – 1999. Setelah itu ia menyelesaikan program Magister Seni Urban di Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) selesai tahun 2013.

Pengalaman Berkesenian di Masyarakat, antara lain :

Aktif memberikan workshop musik didaerah di antara nya : Prov Bangka Belitung, tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016. Taman Budaya Pontianak tahun 2011 dan 2012. Taman Budaya Kota Palu Sulawesi Tengah, 2015. Bengkulu Tengah, tahun 2016 dan 2017. Kota Muna Sulawesi Tenggara, Tahun 2015. Kota Labuan Bajo Manggarai Barat, 2011, 2012, 2013, 2014, dan 2015.

Membantu Kemendikbud dalam program Revitalisasi Seni Tari, tahun 2014 di Desa Ladat Maumere NTT dan Kota Ambon.

Membantu Kemendikbud dalam Perumusan Rancangan SKKNI Bidang Seni Musik Subbidang Musik Pop.

Membantu Pariwisata Prov. Bangka Belitung dalam pembuatan Buku Tari Kedidi bersama Bapak Jabatin Bangun dan Bapak Deny Chandra, Tahun 2014.

Beragam pementasan pernah dilakoninya. Baik sebagai Penata Musik, Koreografer, Sutradara, Passinriliq, maupun pemain musik.

Dokumentasi Karya

  1. Kolaborasi musik dan tari bersama Prof. Sardono W. Kusumo dalam bentuk pentas dramatari di Candi Ratu Boko Yogyakarta, 2012 dan 2013.
  2. Penata Musik Tari Battu Bala karya Kusmindari, M.Sn., dan dipentaskan pada pertemuan taman budaya se-Indonesia di gedung Cak Durasim Surabaya, 2014. Juga dipentaskan di Kabupaten Sambas, Singkawang, Mampawa, Kalbar, 2014).
  3. Konser musik tunggal “Nyanyian Bumi” Taman Budaya Pontianak, 2010.   
  4. Konser Bersama Wiwik Sipala di Event Book Fair Jerman, 2015 sebagai Penata Musik.
  5. Kolaborasi music bersama Benny Arnas dalam Lagu Kilau di Panca Mukti 2017.
  6. Pentas Lagaligo Assekku di Kampus Aswara Kualalumpur, 2016 Sebagai Penata Musik.
  7. Konser Tunggal Musik “Nyanyian Bumi” kolaborasi Banyuwangi di Graha Bhakti Budaya, 2017 sebagai Komposer
  8. Dramatik Reading I lagaLigo “ Asean Literary Festival” 2016 di Indonesia Kaya Jakarta, sebagai Komposer, (https://youtu.be/mMq1C7-Ym51)
  9. Konser Kolaborasi bersama Gilang Ramadhan dalam Festival Maulid di Ancol, 2016 (https://youtu.be/0-yknH1ig44).
  10. Persembahan karya Tari kolosal dalam pembukaan Sail Komodo, 2013 di Labuan NTT, sebagai Penata Musik (https://youtu.be/gsXK6nSkZ-s)
  11. Konser Musik Tunggal 2013 di Teater Luwes IKJ.
  12. Pentas iLagaLigo Asekku di Galeri Indonesia Kaya sebagai Komposer, 2014 ( https://youtu.be/18g7nimgZzU).
  13. Pentas Tari “Safan Ena Batte Manaminra” karya tari Yunarsi, Komposer Jamal, 2015.
  14. Konser Tari Elok Sulawesiku Karya Wiwik Sipala, Penata Musik Jamal, 2015
  15.  Konser Kolaborasi Dimenna Luwu, 2018 di Postfest Gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, (https://youtu.be/9g0ci0jZu2U).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: