Contoh Skenario Film Pendek Persahabatan

Ini adalah contoh skenario untuk film pendek atau bisa juga dibuat film panjang. Skenario ini masih berupa sinopsis yang dapat dikembangkan menjadi skenario.

SIDACIL

EPISODE : “TELAGA NYAM-NYAM”

IDE CERITA / SINOPSIS : FIRMAN SYAH

 

SARIF, IFAH, BONDENG, beserta teman-teman sekelasnya merencanakan liburan dengan mengadakan tamasya di daerah perkemahan. Mereka pun mulai mempersiapkan segala sesuatunya di bawah bimbingan PAK DAMAR selaku wali kelas. Dari peralatan perkemahan, pakaian, sampai perbekalan. BONDENG si tukang makan lebih memilih membawa makanan dan minuman daripada perlengkapan tim. Bahkan dia tidak membawa baju hangat karena mengurangi jatah tempat makanan di dalam tasnya. BONDENG dinasehati SARIF selaku ketua kelas karena tidak komplit membawa perlengkapan pribadi. Nanti kalau terjadi apa-apa gimana? BONDENG sesumbar kalau dia pasti akan bisa bertahan meski perlengkapannya kurang. Sedangkan DONI sebaliknya, dia tidak membawa bekal sedikitpun. Sepertinya DONI punya rencana sendiri. Merekapun berangkat dengan hati riang dilepas oleh orangtua masing-masing.

Di perkemahan SARIF, BONDENG, DONI dan teman-temannya melakukan seluruh aktivitas dengan penuh suka cita. Begitu giliran makan siang, DONI yang tidak membawa bekal langsung menghampiri BONDENG yang membawa makanan seabrek. DONI minta jatah tapi BONDENG menampik. DONI lalu membisiki BONDENG sesuatu. BONDENG mengangguk mengerti dan akhirnya memberikan jatah makannya kepada DONI.

Saat malam tiba, DONI membeberkan rencananya kepada BONDENG dan RULI untuk mendatangi “TELAGA NYAM-NYAM” yang konon bisa mengeluarkan makanan-makanan enak yang pernah dibuat di dunia ini. DONI sudah menyiapkan semuanya, bahkan petunjuk yang diperolehnya dari pamannya yang berprofesi sebagai paranormal. BONDENG senang sekali mendengarnya, tapi RULI berusaha kritis. Tidak mungkin ada TELAGA seperti itu. Kalau ada, pasti sudah masuk dalam pelajaran kita. Sudah ada di buku RPUL (Rangkuman Pengetahuan Umum Lanjutan). Tapi DONI tidak mau kalah debat. Dia berusaha meyakinkan RULI dengan seribu macam alasan.

Ternyata di kelompok tongkrongannya SARIF, IFAH, dan beberapa teman lainnya juga membahas hal yang sama. Mula-mula IFAH yang berceritera tentang makanan, eh si TINA malah nyerocos tentang TELAGA NYAM-NYAM. SARIF tidak percaya terhadap hal-hal yang begituan apapun alasannya. Menurut dia itu hanya cerita dongeng. SARIF membubarkan teman-temannya agar kembali ke tenda masing-masing karena malam telah larut dan dia harus bertugas piket.

Hampir tengah malam SARIF dan ALAM yang sedang terantuk jaga piket malam mendengar suara langkah kaki dan daun bergerimisik. Mereka memergoki BONDENG, DONI, dan RULI yang hendak keluar dari tempat perkemahan. Terjadilah perundingan  seru antara SARIF dan BONDENG. BONDENG menuduh SARIF terlalu ketat, tidak mau melihat teman senang, dan dia melakukan semua ini agar bisa dapat perhatian dari para guru dan agar nilai-nilanya bagus. SARIF tetap tegas tidak mengijinkan BONDENG Cs keluar dari area perkemahan, bahkan akan mebangunkan PAK DAMAR bila mereka tetap memaksa pergi. BONDENG Cs dengan kesal akhirnya masuk tenda lagi. RULI sudah punya rencana untuk mempengaruhi SARIF agar ikut dengan ide mereka. Atau paling tidak, tidak menghalangi apalagi sampai melaporkan niatan mereka kepada PAK DAMAR. Tunggu saja, kata RULI.

Pagi-pagi RULI mengajak SARIF mencari Telaga Nyam-Nyam dengan alasan sebagai bahan penelitian. RULI membujuk kalau mereka bisa mendapatkan telaga itu, maka mereka akan dinobatkan sebagai penemu. Seperti Columbus yang menemukan benua Amerika, seperti Edison yang menemukan listrik, dan penemu-penemu lainnya. Mereka pasti akan terkenal dan diakui sebagai tokoh ilmuwan dunia. SARIF hampir terbujuk. Lalu SARIF segera menampik ajakan itu dan akan mengakui RULI Cs sebagai penemu kalau berhasil. RULI minta kalau sampai PAK DAMAR tahu masalah ini, SARIF akan menanggung akibatnya.

Saat sarapan pagi, PAK DAMAR mengecek siswanya dan dia mendapati BONDENG Cs tidak ada bersamanya. Dia menanyakan ke seluruh siswa siapa yang tahu ke mana BONDENG Cs pergi. PAK DAMAR lantas minta pertanggungjawaban SARIF sebagai ketua rombongan. SARIF tidak berani menjawab. PAK DAMAR lalu curiga BONDENG Cs pergi mencari Telaga Nyam-Nyam. Saat SARIF ingin mengakui yang sebenarnya, tiba-tiba BONDENG Cs datang memanggul buah-buahan. SARIF terperanjat sekali mengetahui bahwa BONDENG Cs telah berhasil menemukan Telaga itu.

BONDENG Cs kini jadi favorit di antara teman-temannya. Mereka dipuja-puja karena bisa membawa makanan enak. RULI lalu meminta pengakuan SARIF atas keberhasilan mereka. SARIF diminta mencium tangan RULI Cs sebagai tanda pengakuan mereka sebagai penemu. Tentu saja SARIF tidak mau, SARIF ingin membuktikan sendiri penemuan BONDENG Cs. Kalau mereka tidak mau membawa SARIF ke telaga itu, maka perkara ini akan SARIF laporkan ke PAK DAMAR agar mereka dihukum. BONDENG menerima tantangan itu. DONI mencak-mencak bagaimana mereka bisa membuktikan itu sedangkan buah-buahan kemarin mereka beli pada orang kampung? BONDENG sudah punya rencana jahat kepada SARIF. Apalagi dia memang dendam pada ketua kelasnya itu yang dicapnya sebagai tukang lapor. Ini adalah kesempatan BONDENG untuk membalas dendam.

SARIF dan BONDENG Cs menyusup diam-diam keluar perkemahan. Mereka lalu masuk hutan untuk membuktikan kebenaran cerita tentang Telaga Nyam-Nyam itu. Setelah berjalan cukup jauh, RULI memutuskan untuk berhenti dan beristirahat, sebab malam-malam begini cukup sulit mengingat jalan tadi siang. Mereka pun tidur.

Di dalam mimpi, SARIF dibangunkan oleh BONDENG Cs untuk segera melanjutkan perjalanan ke Telaga Nyam-Nyam. Sebelum sampai ke telaga, DONI membaca mantra-mantra dari pamannya. Petunjuk-petunjuk alampun tampak mengarahkan mereka menuju telaga. Begitu sampai di telaga, SARIF sungguh takjub dengan keindahan telaga itu. Mereka pun meminta segala jenis makanan. Mereka berlomba menyebutkan makanan sesuai selera, makanan-makanan itu muncul di permukaan telaga. Saking banyaknya makanan yang mereka sebut, telaga marah melihat keserakahan bocah-bocah itu. Telaga Nyam-Nyam memuncratkan airnya ke segala penjuru. Dari sinilah SARIF terbangun dari mimpinya. Ternyata botol air minum tumpah di wajahnya. Dia melihat ke sekeliling ternyata BONDENG Cs sudah meninggalkan dia sendirian.

PAK DAMAR marah mendengar SARIF menghilang. Pasti ada yang tidak beres. Mungkin SARIF pergi mencari Telaga Nyam-Nyam, kata BONDENG Cs. PAK DAMAR lalu menyuruh BONDENG Cs mengantarnya ke Telaga itu. Teman-teman lain pun sepakat pergi beramai-ramai ke telaga itu. Setelah beramai-ramai berjalan mengikuti langkah kaki BONDENG Cs, akhirnya BONDENG mengaku bahwa sebenarnya mereka belum pernah sampai ke telaga itu. Mereka mengakui bahwa makanan kemarin itu dibelinya pada orang kampung yang kebetulan mereka jumpai saat akan berangkat ke pasar. PAK DAMAR memutuskan untuk tidak pulang ke rumah sampai SARIF ditemukan.

Semua anak-anak menyalahkan BONDENG Cs. Gara-gara BONDENG Cs, SARIF hilang dan mereka tidak bisa pulang. IFAH memutuskan untuk pergi mencari SARIF. Kalau kita tidak bergerak sekarang, SARIF tentu semakin jauh. Anak-anak lain sepakat dengan usul IFAH. Mereka membentuk kelompok pencarian. Syaratnya mereka harus tetap melapor di pos apabila mendapat tanda atau jejak SARIF. BONDENG tidak berinisiatif sama sekali. IFAH dan lainnya menakut-nakuti BONDENG Cs sebagai pembunuh yang akan masuk penjara bila SARIF tidak ditemukan. BONDENG Cs ketakutan, akhirnya mereka pun ikut rombongan pencari.

Di lain pihak saat SARIF sedang tersesat, ada seorang anak seusianya  mengendap-ngendap mengikuti SARIF. Insting SARIF masih bekerja dengan baik, dia merasa ada yang menguntitnya. SARIF pun berjalan perlahan dan sesekali barbalik belakang. Waktu SARIF kembali memalingkan wajah, anak itu langsung menyergapnya. Mereka bergulat hebat di antara pepohonan. CUT TO Perapian di rumah anak tadi yang bernama FUDY asal katanya FOOD. Orang tua FUDY sangatlah ramah. Bapak FUDY bernama IHSAN dan ibunya bernama HIKMAH. IHSAN berceritera tentang kenapa dia sekarang tinggal di pedalaman ini. Kira-kira sepuluh tahun yang lalu saat krisis moneter tiba, dia adalah salah satu karyawan yang di PHK. Sebenarnya dia seorang koki yang baik. Seluruh pekerjaannya dikerjakan dengan seluruh jiwa raganya. Masakannya sangat digemari konsumen. Tetapi ada karyawan lain yang iri padanya sehingga dia diftnah macam-macam. Masakannya ditaburi garam yang banyaklah, dan sebagainya. Sehingga dia dipecat dengan tidak hormat dari restoran terkenal di kota. Padahal dia baru saja menikah dengan HIKMAH. Dan ini adalah kado terburuk yang diterimanya. IHSAN akhirnya berniat menyepikan diri untuk menghibur hatinya yang gundah gulana. IHSAN mengembara ke sana kemari sampai dia tiba di tempat ini. Lalu dia ajak istrinya pun kesini. Jalan yang pernah dilaluinya dihilangkan jejaknya, hingga tak seorang pun bisa mendapati tempat ini. Dengan keahliannya meramu masakan, bahan yang tersedia di alam ini diraciknya menjadi masakan yang enak-enak. Jadi kebutuhan pangan tidaklah menjadi persoalan. Anaknya pun ia didik membaca menulis ala kadarnya. Yang terpenting adalah mengajar FUDY memasak. Selama ini mereka vegetarian, sudah lama rasanya tidak makan daging. Mendengar kata daging SARIF jadi takut. SARIF membayangkan orang-orang ini adalah bangsa pemakan manusia. Apalagi FUDY sedang mengasah golok.

Di dalam mimpi BONDENG, ia melihat SARIF berjalan ke arahnya di tepian sungai. Tampak senyum SARIF mengembang, tapi tiba-tiba dia ternyatu ke sungai yang alirannya sangat deras. BONDENG mencoba membantu dengan mengapai-gapaikan tangannya ke SARIF yang timbul tenggelam. BONDENG mendapat tangan SARIF lalu mencengkeram kuat. Tapi apa daya arus sungai ternyata lebih kencang dan tangan SARIF pun terlepas. BONDENG menjerit dan menangis sekencang-kencangnya.

Teman-teman BONDENG membangunkannya. BONDENG ketakutan sekali. BACK TO MIMPI. BONDENG dipenjara.

Karena teman-teman BONDENG menyiramnya dengan air, BONDENG terbangun dan segera sadar bahwa dia telah mimpi buruk. Tetapi masih ada bilur-bilur ketakutan di wajahnya. Dia mohon ampun kepada SARIF. Tolong jangan ganggu aku, kata BONDENG. IFAH menenangkan BONDENG. Dia menasehati untuk tidak berbuat jahil kepada teman sendiri. BONDENG akhirnya berlutut minta maaf kepada semua, kepada IFAH dan PAK DAMAR. Tiba-tiba BASRI beberapa anak muncul berteriak mengabarkan bahwa mereka menemukan jejak SARIF. SARIF ternyata memang sengaja meninggalkan jejaknya sendiri, sebagai tanda bahwa dia pernah ke tempat ini. Begitu selesai mendengarkan penjelasan BASRI, BONDENG segera berjalan ke tempat munculnya BASRI tadi walau masih berlinang airmata dan ingus. Sebagian anak dan PAK DAMAR segera mengikuti BONDENG.

SARIF ingin ditunjukkan jalan pulang sebab dia khawatir teman-teman dan guru mencarinya. IHSAN menyuruh SARIF bersabar sambil menarik SARIF untuk duduk dulu karena belum makan masakan daging mereka. SARIF semakin ketakutan. Dia merasa bahwa dia yang akan dijadikan santapan.

Rombongan BONDENG berjalan jauh sampai mereka kecapaian. IFAH menyarankan untuk beristirahat dulu. Semuanya langsung mengambil posisi duduk yang enak. Tapi BONDENG masih gelisah. BONDENG lantas melanjutkan perjalanannya. Dia takut SARIF tertimpa hal buruk. IFAH dan kawan-kawan dengan setengah terpaksa mengikuti langkah BONDENG.

FUDY mengantar SARIF sampai perbatasan. Kata FUDY kalau SARIF berjalan terus mengikuti sungai, dia akan sampai ke perkemahan. FUDY menyerahkan oleh-oleh yang dibungkus dengan kain dan mengambil janji SARIF agar tidak membuka rahasia dirinya yang tinggal di tengah hutan ini. SARIF menyanggupi dan ia pun memberikan alamatnya ke FUDY. Siapa tahu suatu waktu FUDY ke kota dan ingin memasak untuknya. Mereka pun berpisah.

BONDENG dan rombongan semakin kelelahan. Tiba-tiba mereka melihat di kejahuan sebuah sosok berjalan. RULI disuruh PAK DAMAR menanyakan kepada orang itu kalau-kalau pernah melihat SARIF. RULI sudah tidak sanggup lagi berjalan. BONDENG pun mengambil inisiatif. Dia langsung meluncur ke orang itu walau terlihat wajahnya kelelahan. Begitu BONDENG semakin dekat dengan orang yang ternyata SARIF, BONDENG wajahnya berbinar lalu berteriak ke arah rombongan bahwa SARIF sudah ditemukan. SARIF lalu berkumpul bersama rombongan. Mereka semua senang sekali. BONDENG minta maaf atas kesalahannya.

Dalam keceriaan perjalan pulang di bus, mereka menanyakan apa sih yang dibawa SARIF. SARIF membuka bungkusan itu dan ternyata isinya makanan yang kelihatan lezat dan berwarna-warni. Di dalam bungkusan itu ada tulisan “DARI TELAGA NYAM-NYAM”. Semua terperanjat begitu pun dengan SARIF. BONDENG, RULI, dan DONI berpandangan heran.

SELESAI

 

KUIS SIDACIL

Jadi benarkah ada telaga yang bernama “Telaga Nyam-Nyam”?

  1. Benar-benar ada di kehidupan nyata.
  2. Hanya ada dalam sinetron SIDACIL
  3. Tidak ada di kedua-duanya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: