Contoh Skenario Film Iklan

Ada banyak cara penulisan skenario. Salah satunya adalah seperti contoh di bawah ini. Deskripsi adegan dibuat dengan membagi keterangan Visual dan Audio. Hal ini dilakukan untuk film pendek yang menggunakan teknik bertutur seperti film dokumenter yang banyak menggunakan narasi. Dari narasi tokoh yang kita susun pertama kali, barulah kita membuat deskripsi visual. Jadi gambar yang mengikuti narasi.

Gaya penulisan seperti ini juga memudahkan kita membedah shot-shot saat syuting dan sebelum syuting. Filmmaker jad sangat terbantu untuk membuat breakdown lokasi dan shot. Berikut contohnya:

Judul : INI QURBANKU

No Visual Audio Ket
1 EXT. JALANAN DEPAN KANTOR AMAN PALESTIN – SIANG

 

Umar sedang berdiri menatap kosong. Dia menggunakan kemeja rapi layaknya orang kantor.

 

NARASI UMAR :

 

Di sini, di tempat ini, tak akan pernah bisa aku lupakan. 10 tahun yang lalu aku bersama ibuku saat peristiwa itu terjadi.

2 EXT. JALANAN DEPAN KANTOR AMAN PALESTIN – SIANG

 

POV Umar
Jalanan sepi.

DISSOLVE
Ibu sedang mendorong gerobak pemulung. Ada Umar kecil di sampingnya.

 

FLASH OUT

NARASI UMAR :

 

 

3 EXT. TEMPAT SAMPAH DAUR ULANG – SIANG

 

a.       Ibu sedang merapihkan botol-botol.

 

b.       Ibu menarik gerobak. Umar di atas gerobak senang.

NARASI UMAR :

 

Sepeninggal ayah. Aku dan ibu semakin tak berdaya.  Namun bukan berarti karena kondisi ini aku terus bersedih. Ada saja yang dilakukan ibu agar aku bersuka cita.

 

4 EXT. JALANAN – SIANG

 

Ibu dan Umar makan. Umar makan lahap sekali, ibu makan tulang. Katanya yang paling enak itu tulangnya.

 

NARASI UMAR :

 

ibu bekerja apa saja agar aku bisa makan dan bersekolah. Ibu sendiri jarang makan. Beliau selalu berpuasa.

 

 

 

5 EXT. BERBAGAI TEMPAT – SIANG

 

a.       Warung padang. Ibu lagi nyunci piring.

b.       Pasar Segiri ibu lagi bantu angkat-angkat barang. Lalu dibayar oleh pemilik toko.

c.       Ibu sedang memijit ibu-ibu.

d.       Ibu sedang menyeterika.

e.       Ibu sedang memasukkan uang ke celengan.

 

Selain mengumpulkan barang bekas, Ibuku juga menerima jasa cuci piring, pijat, menyetrika pakaian, dan angkut-angkut barang di pasar.

 

Aku lihat ibu gemar menabung. Katanya, uang yang diperoleh harus ada yang disisihkan untuk masa depan.

 

6 EXT. RUMAH TAHFIDZ – SIANG NARASI UMAR :

 

Ibu juga ingin aku menjadi penghafal quran, makanya aku dimasukkan ke sekolah tahfidz.

 

7 INT. RUMAH TAHFIDZ – SIANG

 

Habibburrahman El Shirazy berceramah. Umar menyimak.

 

Ibu mendengar dari luar Rumah Tahfidz.

 

KANG ABIK:

 

Wahai Rasulullah, hewan-hewan qurban ini sesungguhnya apa?

Nabi menjawab, ini adalah sunnah ayah kalian, Ibrahim.

Kemudian sahabat nabi bertanya, kami dapat apa dengan hewan-hewan qurban ini?

Rasulullah menjawab, setiap helai hewan qurban itu ada kebaikan.

Artinya Allah mencatat sekian banyak kebaikan. Tidak terhitung. Itulah pahala untuk orang yang berqurban di hari raya idul adha.

Bahkan, hari iti tidak ada amal yang paling dicintai Allah melebihi menyembelih hewan qurban.

8 INT. PONDOKAN IBU DI TEMPAT DAUR ULANG – SIANG

 

Ibu mengajak Umar berqurban. Dia mengambil beberapa celengan kaleng.

 

 

IBU: Ikut ibu yuk..?

 

UMAR: Ke mana, bu?

 

IBU: Kita berqurban..

 

UMAR: Wah… ibu banyak duit nih? Hehe

 

9 EXT. TEMPAT PANITIA QURBAN – SIANG

 

Di depan panitia qurban,

 

 

 

 

 

 

 

 

Ibu menyerahkan celengan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ibu dan Umar beranjak dari situ.

 

 

 

 

PANITIA: Mau berqurban?

 

IBU : Iya

 

PANITIA: Ada duitnya?

 

IBU: Ada.

 

PANITIA: Mana?

 

 

PANITIA: Ini? Berqurban pakai ini?

 

Ibu mengangguk takut.

 

PANITIA: Wah, gak bisa gak bisa. Capek ngitungnya. Capek iya, cukup belum tentu. Sana, sana… mending uang itu buat beli baju baru.

 

10 EXT. JALANAN – SIANG

 

Ibu dan Umar berjalan sedih.

 

11 EXT. TEMPAT PANITIA QURBAN – SIANG

 

Panitia qurban berbicara sama 2 orang. Seakan melecehkan Ibu dan Umar. 2 orang itu langsung pamit.

 

12 EXT. JALANAN – SIANG

 

Ibu dan Umar berjalan sambil ngobrol.

 

 

IBU: Jadi berqurban di mana kita?

 

Umar berpikir sejenak lalu menjawab.

UMAR: Di situ kayaknya bisa deh, bu.

Umar menunjuk ke arah kaleng.

IBU: Di mana?

UMAR: Di kaleng itu bu..

IBU: Haha… becanda kamu…

UMAR: Iya… maksudnya di kaleng itu ada alamatnya….

IBU buru-buru melihat tulisan di kaleng.

UMAR: Gimana bu?

IBU: Ya udah… kita ke sini. Kamu tahu alamatnya kan?

UMAR: Tahu dong… kan ustadznya ada yang sering ngajar di rumah tahfidz, bu..

IBU: Oh….

13 EXT. JALANAN DEPAN KANTOR AMAN PALESTIN – SIANG

 

GAMBAR SLOW MOTION

 

Ibu mendorong gerobak.

Umar menenteng kaleng.

 

Dari jauh 2 BEGAL mengincar kaleng yang dipegang Umar.

 

Begal tancap gas.

 

Begal merebut kaleng dari Umar.

 

Ibu berusaha menolong Umar.

 

Ibu ditendang Begal sampai terhempas jauh.

 

Ibu jatuh. Kepalanya mengenai trotoar. Dan langsung Mati.

 

Begal kabur dengan celengan.

 

Umar menghampiri Ibu dan menangis.

 

Orang-orang berhamburan dari dalam kantor. Mereka menolong ibu.

Ada yang menelpon ambulance.

 

 

 

 

NARASI UMAR: Dan inilah peristiwa yang tak diingankan itu terjadi.

 

 

14 EXT. JALANAN DEPAN KANTOR AMAN PALESTIN – SIANG

 

UMAR besar masih mengingat masa lalu itu.

Dia berjalan masuk ke kantor Aman Palestin.

 

NARASI UMAR :

 

Dan sekarang aku di sini. Tepat 10 tahun yang lalu. aku berjanji akan menyerahkan seluruh gaji pertamaku untuk berqurban di tempat ini. Memenuhi cita-cita ibu. Dan juga untuk tahun-tahun yang akan datang.

 

 

Untuk melihat hasil jadi dari skenario seperti ini, sila cek di youtube dengan kata kunci: Iklan Qurban Inspiratif.

BREAKDOWN PEMAIN

NO KARAKTER PEMERAN
1 IBU Sajaratul Aqila
2 UMAR KECIL  
3 UMAR BESAR Hamdi
4 PANITIA  
5 BEGAL 1  
6 BEGAL 2  
7 HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY As himself
8 PEMILIK TOKO  
9 IBU-IBU YANG DIPIJIT  
10 RELAWAN AMAN PALESTIN  
11 SANTRI RUMAH TAHFIDZ  
12 Figuran2  

 

BREAKDOWN LOKASI

No Lokasi Scene
1. Kantor Aman Palestin  
2. Rumah Tahfidz  
3. Tempat Daur Ulang Sampah  
4. Pasar Segiri  
5. Jalanan  
6. Tempat Panitia Qurban  

 

Harap tidak memplagiasi skenario ini. Gunakan ini untuk sumber inspirasi saja. Kamu boleh mengutip artikel ini tetapi tetap menyertakan sumbernya yaitu dari blog ini (https://firmanimmanksyah.xyz). Terima kasih. semoga bermanfaat.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: