Contoh Naskah Casting dan Dialog Untuk Latihan Akting

Untuk menguji kemampuan dialog akting seorang aktor, maka ia harus diberi naskah yang juga penuh tantangan. Kemampuan akting akan semakin terlihat jika naskahnya juga bagus untuk dimainkan.

Begitu pula saat casting atau sedang berlatih akting. Kita harus mendapatkan naskah yang baik untuk dimainkan. Dalam satu adegan, seorang juru kasting akan bisa menilai bagus tidaknya kemampuan peserta kasting.

Naskah yang baik adalah yang jelas menggambarkan karakter tokoh. Ada konflik dalam adegan yang mampu memunculkan beragam emosi manusia. Baik itu senang, marah, dan sedih.

Namun harap diperhatikan juga tingkatan emosi tersebut. Umpamanya senang, itu ada tingkatannya, senang sekali, senang biasa, ada senang sedikit. Begitu juga marah, kadang hanya kesal, marah, sampai ngamuk.

Kamu harus bisa menginterpretasikan sendiri kira-kira takaran emosinya itu seberapa. Sebisa mungkin takarannya harus pas. Tidak lebih dan tidak kurang.

Dialog ini dikutip dari film “Ketika Mas Gagah Pergi the Movie” karya sutradara Firman Syah yang diangkat dari novel bestseller karya Helvy Tiana Rosa. Filmnya dapat kamu tonton di SINI. Dialog dalam adegannya pun telah disesuaikan untuk kebutuhan kasting maupun latihan akting.

Kisah ini tentang adik kakak bernama GITA (adik) dan MAS GAGAH (kakak) yang hendak berlibur ke luar negeri tapi tidak jadi karena Sang Kakak memberi uang hasil kerja kerasnya kepada preman.

Berikut petikan adegan yang bisa kamu mainkan. Kamu bisa berlatih sendiri dengan menghapalnya dialognya terlebih dahulu. Atau bisa juga dengan teman. Lebih baik jika ada lawan main.

Contoh Dialog Akting

GITA  (senang agak manja)
Mas Gagah. By the way, kita jadi backpackeran, Mas?

GAGAH (bahagia)
Jadi dooong, Gita !!! Life to short to spend a boring time. Have fun! Work Hard Play Hard, hahaha!!!

Gita senang, matanya berbinar.

GAGAH (mulai serius tapi tetap tersenyum)
Mas udah browsing. Mau kemana? Korea atau Turkey?

GITA (takjub bahagia)
Haaa, yang bener? Asiiik.  Dua-duanya mauuuuu! Nanti pas liburan semesteran ya, Mas!

GAGAH
Eits, pilih salah satu! Tapi nanti, abis Mas pergi… Kan uangnya baru 50 persen yang ditransfer. Kalau fee pemotretan kemarin udah cair semua.

GITA (makin gembira)
Asik asik, asik. Mas Gagah memang kakak terbaik. Hehe.

GAGAH (mulai gugup)
Eit, tapi tunggu dulu. Astaga, Mas lupa. Uangnya sudah Mas sumbungkan buat bangun rumah cinta bersama para mantan preman itu.

GITA (kaget tidak percaya)
Haaaah!!! Uang buat backpakeran kita, Mas kasih ke mereka???

Gita MULAI SEDIH

GITA
Gimana sih Mas, lebih mentingin tiga preman ini dari pada adiknya sendiri, hiks!!!

GAGAH (merasa bersalah)
Bukan begitu Dik Manis, mereka lebih butuh bantuan sekarang. Kita kan bisa jalan kapan aja nanti. Tapi sabar ya, Insya Allah honor proyek pembangunan jembatan di Ternate kan masih ada separuh.

GITA (mulai marah)
Emang Mas Gagah nggak tau? Adikmu ini juga butuh bantuan. Butuh bantuan untuk dingertiin. Butuh diperhatiin kayak dulu!!! Aku pikir kalo kita jadi jalan, kita bisa ngobrol dari hati ke hati. Bisa menyelesaikan semua persoalan ini.

Gagah mulai kehilangan kata-kata, mendesah, harus menjelaskan bagaimana agar Gita ngerti.

GAGAH (sedih merasa bersalah)
Mas, nggak punya maksud untuk…

GITA (nyamber, emosi)
Aaaah…Mas kan udah janji ma Gita kapan tau!!! Sekarang Mas juga udah jago urusan agama, suka ceramahin Gita lagi. Kenapa nggak nepatin janji sih???

Gagah semakin terpojok, kali ini benar-benar nggak bisa ngomong.

GITA (CONT’d) (sinis)
Emang Kyai Mas itu, ngajarin kayak gitu???

Mendengar itu Gagah mulai tersinggung, berbicara ke Gita agak tegas.

GAGAH (marah juga)
Iya, Mas ngaku salah. Tapi nggak perlu bawa-bawa Kyai Ghufron dalam hal ini!

GITA
Lohh!! Ini buktinya!!! Sejak Mas Gagah kenal kyai itu, kita jadi ribut melulu, seperti ini. Rumah ini sekarang rasanya panaaaass mulu…

GAGAH (geram menahan marah)
Gita, Mas, minta jangan diteruskan. Yaa Rabbanaa…

GITA
Emang bener kan? Kalo kyai Mas itu bener, kita nggak jadi kayak Gini.

GAGAH
Please, Mas minta, jangan…

GITA
Nggak!!! (pause) (nyindir dengan perasaan campur aduk antara sedih, kecewa dan marah) Mas Gagah pasti ikut aliran sesat!!!

Gita pergi meninggalkan Gagah yang tertunduk menangis.

Hal Yang Perlu Diperhatikan

Kamu harus menghapal dialog ini terlebih dahulu agar mendapatkan penjiwaan yang sempurna. Untuk mengetahui tentang casting dan akting, kamu bisa membaca artikel-artikel itu di SINI.

Selamat berlatih.

BACA JUGA:

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: