Contoh Kasus Efek Negatif Media Massa

Cerita ini terdiri dari 3 masalah yang terpisah namun mempunyai benang merah yang sama yaitu tentang efek media yang negatif.

Cerita 1. Mengisahkan tentang seorang anak usia 12 thn yang melakukan pemerkosaan terhadap Seorang Gadis teman sepermainannya, bersama teman-temannya, yang diakibatkan dari seringnya menonton Cerita dewasa melalui VCD.

Cerita   2. Tentang kasus Smack down yang memakan korban anak-anak.

Cerita   3. Tentang kasus merekam adegan mesum di hape.

Ketiga Cerita tadi menggambarkan efek media terhadap masyarakat yang seringkali terjadi dewasa ini.

Cerita 1 Efek Video Porno

Cerita ini menggambarkan tentang efek berantai dari suatu media audio visual. Dimulai dari seorang ayah yang terbiasa menonton film porno, lalu film itu pun secara tidak sengaja ditemukan oleh anaknya sendiri.  Kemudian di hari berikutnya dikonsumsi oleh anaknya bersama ketiga temannya.

Cerita aktivitas nonton video ini cepat menyebar dari mulut ke mulut sehingga yang tadinya mereka bertiga menjadi bertambah banyak. Bocah-bocah sekolah dasar itu pun dengan rutin menyaksikan video itu setiap ada kesempatan. Kebiasaan buruk itu telah membuat mereka ingin merasakan sensasi yang sama dalam video itu. Seringkali sehabis nonton mereka bermasturbasi. Namun seringnya bermasturbasi, tidak membuat mereka puas. Ada rasa ingin lebih.

Suatu saat, mereka menonton siaran berita kriminal yang mengungkapkan kejadian tentang pemerkosaan yang pelakunya diintrogasi secara mendetil oleh sang reporter, lalu dengan spontan mereka ingin meniru sang pelaku. Targetpun segera di tetapkan, mereka memilih salah satu anak tetangganya yang masih kecil dengan anggapan bahwa anak kecil lemah dan dapat diancam sehingga rahasia merekapun menjadi aman.

Rencana sudah dibuat, dan kebetulan saat rumah sepi, orang tua pergi bekerja, rencana pun di laksanaka. Sang gadis cilik pun digilir.  Sesudah digilir, sang gadis cilik itupun diberi ancaman. Namun ketika sang gadis cilik itu pulang, ia tak kuat menahan sakit dipangkal pahanya. Akhirnya orang tuanya menegur si gadis cilik, dan rahasiapun terbongkar. Satu per satu para pemerkosa gadis cilik ini ditangkap polisi.

Cerita 2 Efek Video Game

Suatu hari Andi merengek-rengek minta dibelikan sebuah konsol permainan. Ia menagih janji ayahnya, kalau kenaikan kelas 5 mendapatkan rangking, akan dibelikan konsol game itu. Sang ayah pun memenuhi janjinya.

Ayah membawa serta Andi membeli konsol yang di inginkan sang anak. Andi teramat girang. Ia pun memilih permainan Smack Down, juga beberapa permainan yang biasa ia mainkan di rental dekat rumahnya.

Setelah memiliki mesin permainan itu, Andi pun jadi lebih sering meninggalkan kewajibannya sebagai siswa. Waktunya habis bermain dibandingkan belajar. Meski sering diingatkan ibunya, seringkali Andi tidak mengindahkan peringatan orangtuanya.

Perubahan sikap ini sebenarnya sudah terlihat namun sang orangtua masih mengangapnya suatu hal yang biasa. Mereka tidak lagi mengontrol perkembangan anak, toh bagi mereka yang penting adalah nilai yang dihasilkan oleh sang anak masih bagus-bagus saja. Namun sesungguhnya mereka tidak mengetahui bahwa proses mendapatkan nilai itu dilakukan dengan cara tidak baik.

Semakin hari, tingkat kegemarannya akan permainan game yang menampilkan kekerasan pun semakin meningkat. Bukan lagi sekedar hobi, tapi sudah tahap peniruan karakter yang digandrungi. Maka ketika bermain dengan teman-temannya, Andi menganggap dirinya adalah tokoh kegemaranya.

Ketika Andi bermain dengan teman yang mempunyai kegandrungan dari rival tokoh jagoannya, maka permainan yang seharusnya biasa saja, menjadi pertarungan seperti yang terjadi di ring Smack Down.

Sayangnya mereka tidak mengetahui bahwa permainan smack down itu sesungguhnya adalah akting saja, tapi mereka melakukan permainan sungguhan. Perkelahian terjadi sporadis tanpa pertimbangan keamanan. Permainan yang tadinya hanya untuk bersenda gurau dengan temannya, menjadi permainan berdarah. Akibatnya, Andi dan temannya sama-sama masuk rumah sakit. Dan menewaskan Andi.

Cerita 3 Efek Kamera Hape

Cinta membutakan pasangan muda-mudi Randy dan Mia yang sedang dimabuk asmara. Entah dirasuki setan apa, mereka memesan kamar di sebuah hotel di Jakarta.

Sebulan berselang dari hari itu Mia dikejutkan dengan hilangnya HP kesayagan. Mia kalang kabut mencari ke sana kemari. seisi rumah dibuat panik oleh tingkah Mia yang seperti kesetanan. Ibunya menyuruh bersabar dan mengingat-ingat lagi. Mia pun mencoba untuk mengingat kejadian semalam. Dan ketika mengingatnya, Mia langsung menelpon Randy.

Randy juga tidak tahu, soalnya semalam ia juga mabuk berat. Mia pun semakin galau. Padahal ibunya telah mencoba menyabarkannya namun hati Mia tetap saja gundah. Bukan karena perkara hape atau pun nomor telponnya yang hilang, tapi rekaman video kenangan mereka di hotel sebulan yang lalu. Tidak hanya Mia saja yang kelimpungan, Randy pun mencoba menanyakan ke klab yang semalam mereka kunjungi. Tapi tiada hasil.

Sebulan sudah berlalu dari peristiwa hilangnya hape tersebut. Hati Mia sudah agak lega, namun entah kenapa hari itu tidak seperti biasanya, selama perjalan ke kampus, sepertinya ada beberapa orang yang tidak dia kenal senyam-senyum padanya seakan akrab.  Setiba di kampus, Mia ditarik Dian temannya ke pojok.

“Eh, Mia. Jangan kaget ya, kelakuan loe sama si Rendy di hotel udah kesebar tuh di internet,” bisik Dian kepada Mia. “Jadi viral banget tuh.”

“Apaan sih?” Tanya Dian heran.

Dia menjelaskan bahwa video Mia dan Rendy yang melakukan aktivitas seks itu telah tersebar ke berbagai platform media sosial. Diberitakan media online. Dan jadi pembahasan para youtuber.

Mendengar hal itu, Mia pun lunglai. Ia buru-buru pulang. Tetapi setibanya di rumah, pintu serta jendela rumah terlihat tertutup tidak seperti biasanya. Ia pun masuk, ternyata ibunya pun syok karena berita-berita itu telah mencoreng muka keluarga. Lalu Mia dihajar habis-habisan oleh ayahnya yang kalap. Saking kalapnya, ayah Mia menghajarnya sampai pingsan. Mia segera dibawa ke rumah sakit, Tetapi apa daya, nyawa Mia tak tertolong lagi.

Randy yang juga malu, oleh orang tuanya diungsikan ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah di sana.

***

Hikmah dari tiga cerita di atas adalah, bahwa efek negatif media digital harus diperhatikan oleh semua pihak, baik anak-anak hingga orang tua. Tidak mengkonsumsi video porno, tidak membelikan konsol permainan tanpa pengawasan, dan jangan pernah merekam aktivitas seksual di kamera hape.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: