Contoh dan Cara Menulis Buku Harian (Diary) Dengan Lancar dan Bagus

Pengalaman sehari-hari adalah pelajaran yang sangat berharga bagi masa depan kita. Apa yang kita alami hari ini bisa saja akan terulang di masa yang akan datang.

Apa yang kita rasakan kemarin, bisa menjadi pegangan untuk menghadapi peristiwa yang serupa.

Kesalahan yang pernah kita lakukan, bisa menjadi cambuk agar kelalaian tersebut tidak menghinggapi hidup kita lagi.

Nah, agar semua peristiwa itu tetap terekam dalam ingatan, maka kita perlu menulisnya dalam sebuah catatan.

Apa sih Catatan Harian itu?

Catatan harian adalah tulisan pribadi kita yang berisi tentang apa saja yang kita alami, pikirkan, dan kita rasakan dalam satu hari atau satu peristiwa dalam hidup.

Pengalaman ini bisa apa saja. Baik yang kita lihat, sentuh, dengar, baca, bicarakan, apa pun itu. Pengalaman itu bisa pengalaman baik, buruk, atau netral. Bahkan mungkin juga pengalaman orang lain yang kita lihat atau dengar.

Perihal yang kamu alami bisa saja itu menyenangkan, menyebalkan, membosankan, sedih, haru, marah, kecewa, senang, galau, kalut, takut, panik, dan sebagainya.

Apapun itu, terserah kamu. Toh buku itu adalah buku kamu sendiri.

Bebas menulis tanpa terikat dengan tata bahasa, tata karma, dan tata-tata lainnya.

Apa Manfaat Menulis Buku Harian?

Berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri, ada beberapa manfaat yang sangat berharga setelah saya menulis catatan harian.

  • Pengingat peristiwa.
    saat peristiwa itu terjadi, dalam tempo sepekan, sebulan, atau setahun, mungkin kita masih dapat mengingatnya dengan baik. Tapi bila peristiwa itu telah terjadi bertahun-tahun, pasti detil kejadian tidak dapat kita ingat dengan baik. Nah, catatan harian ini bisa menjadi pengingat kita yang sangat baik dan akurat.
  • Jago menulis.
    Karena setiap hari kita menulis, akhirnya kita terlatih menulis. Apapun yang hendak kita tulis nantinya, pasti kita dapat menulis dengan kecepatan tinggi. Tidak akan ada lagi keraguan, mau memulai dari mana ya? Gimana bagusnya kata-katanya ya? Hal itu sudah tidak ada dalam kamus kita.
  • Bahan renungan.
    Dengan catatan harian, kita dapat mengevaluasi diri dari hari ke hari. Oh, ternyata kalau saya melakukan itu, begini akibatnya. Kalau saya tidak berbuat itu, mungkin akan lain ceritanya. Dengan begitu otomatis kita dapat mengembangkan diri terus menerus.
  • Perasaan jadi Plong.
    Bila kita terlibat dengan perasaan galau gundah gulana, dengan menulisnya, perasaan itu seketika jadi plong. Kita serasa mendapat teman cerita. Apa yang tadinya sulit kita ceritakan, justru kita mendapat pendengar yang sangat baik yang tidak pernah protes apapun kisah yang kita tulis. Jadi asyik kan punya teman curhat yang setia?
  • Dan masih banyak lagi manfaat lainya. Coba dan rasakan sendiri.

Gimana Cara Menulis Buku Harian?

Teknik menulisnya bebas sesuai selera kamu. Karena tulisan itu hanya kamu yang baca. Dan tulisan tersebut bukan untuk dinilai oleh guru, orang tua atau dosen.

Tata bahasa yang kamu gunakan tidak perlu terikat dengan apapun. Kamu boleh pakai bahasa Indonesia, bahasa asing, maupun bahasa daerah. Asal jangan pakai bahasa hewan, nanti kamu sendiri tidak mengerti isi tulisan itu.

Kamu boleh pakai kata ganti orang pertama: aku, saya, gue, abdi, ane, apa saja terserah. Tidak perlu terpaku pada SPOK, subyek, predikat, obyek, keterangan. Tidak perlu risau, ini bagus gak sih?

Yang penting kamu mengerti saat kamu membaca ulang.

Begitu pun dengan bentuk tulisan. Mau pakai tulisan indah, cakar ayam, tulisan dokter, yang penting bisa kamu baca kembali.

Kalau kamu sendiri tidak bisa membacanya, ya percuma dong kamu tulis.

Pokoknya tulis, tulis, tulis, seperti PUISI INI.

Kamu bisa pakai gaya puisi, gaya wartawan, gaya opini redaktur, gaya kupu-kupu, bebas tanpa tekanan.

Dalam satu tulisan, kamu bisa menulis dengan sangat panjang hingga berhalaman-halaman, bisa juga hanya satu kalimat atau satu kata.

Contohnya:

1 Juni 2022 di Halte Busway Harmoni

Bosan.

Itu saja? Iya. Suka-suka kamu.

Apa Saja Isi Buku Harian?

Paling tidak dalam catatan harian tersebut kamu tulis keterangan: Hari, Tanggal, Bulan, dan Tahun, Biar kamu tahu kapan peristiwa itu terjadi.

Hal itu juga bisa menjadi pengingat bahwa kamu tiap hari menulis atau sebulan sekali, atau setahun sekali.

Setelah menulis keterangan di atas, ya selanjutkan terserah kamu ingin menulis apa. Sekali lagi boleh panjang lebar, boleh singkat sesingkat-singkatnya.

Yang kamu tulis itu bisa tentang pikiran, perasaan, pengalaman pribadi, atau apa saja yang ingin kamu tulis.

Di Mana Aku Menulis Buku Harian?

Kalau jaman dulu, ya kami menulisnya di dalam buku catatan harian atau istilah kerenya Diary. Bisa juga di lembaran kertas apa saja.

Namun seiring perkembangan zaman, selain di buku tulis, kamu bisa juga menulisnya di laptop, komputer, atau ponsel.

Kamu bisa juga menulisnya dalam sebuah website seperti blog ini. Meski dengan catatan bahwa apa yang kamu tulis itu bukan hal privat, dan memang untuk dishare ke publik.

Kapan Memulai Menulis?

Setelah membaca artikel ini, kamu harus langsung menulis. Tidak perlu ragu, tidak perlu takut. Karena kamu akan merasakan banyak manfaat di kemudian hari. Jika tidak kamu lakukan sekarang, kamu akan menyesal di kemudian hari.

Mengenai jarak hari, kamu bisa tiap hari, bisa berselang beberapa hari, bisa juga sesempatnya kamu.

Jika kamu ingin mendisiplinkan diri, setiap hari lebih baik.

Sebagai contoh, kamu bisa melihat di ARTIKEL INI: Dialog Dengan Buku Catatan Harianku.

Selamat menulis buku catatan harian.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: