Cara Memulai Karir Menjadi Artis Film dan Sinetron

Banyak dari kita memiliki cita-cita menjadi artis film dan sinetron tapi tidak tahu caranya bagaimana. Gimana sih cara memulai karir menjadi artis? Daftarnya kemana? Apakah ada sekolahnya? Apa saja bekal untuk menjadi artis? Dan beragam pertanyaan lainnya.

Jika kamu membaca artikel di situs firmanimmanksyah.xyz ini sebelumnya tentang bakat, maka kamu paling tidak telah memiliki gambaran bahwa bakat adalah hal utama jika kamu ingin berprofesi sebagai artis sinetron atau film. Sangat tidak disarankan bagi kamu apabila tidak memiliki bakat sama sekali. Percuma. Itu akan menghabiskan usiamu untuk ikut casting ini dan itu. Kamu akan terhambat oleh diri kamu sendiri.

Lalu apa saja bekal yang harus kamu siapkan untuk meniti karir menjadi artis?

Ada banyak juga pertanyaan-pertanyaan tentang seputar menjadi artis.

“Bang, apakah jadi artis itu susah? Kalau susah kayak apa sih susahnya?”

“Om, apakah jadi artis itu harus pintar? Perasaan sih artis-artis itu B aja deh kepintarannya? Sekolahnya nggak ada yang tinggi.”

“Bener nggak sih, jadi artis itu harus bayar? Kalau membayar berapa?”

“Bisa nggak sih kita jadi artis tanpa ikut audisi?”

Kalau pertanyaan kamu sama, sila baca artikel sampai habis. Jika kamu punya pertanyaan yang belum terjawab, sila tulis di kolom komentar. Insya Allah kapan-kapan saya menjawabnya. Hehe.

Berikut adalah hal yang perlu kamu perhatikan untuk menjadi aktor. Kira-kira ada tujuh hal yang harus kamu persiapkan dengan baik sebelum memutuskan langkah menjadi artis.

Wajah Ganteng dan Cantik

Waduh. Belum apa-apa modalnya udah berat banget nih? Ya iyalah, nonton saja semua film dan sinetron. Baik yang dari Indonesia, Hollywood, Bollywood, Mandarin, atau negara lain. Rerata bintang-bintang utama memiliki paras yang di atas rata-rata.

Kenapa demikian? Ya karena itu tuntutan penonton sendiri. Mereka lebih tertarik melihat yang indah-indah dibanding yang kurang indah.

Diskriminasi dong? Ya jangan salahkan saya. Salahkan saja semua orang. Pada dasarnya manusia itu mencintai keindahan. Kita senang melihat yang indah-indah. Pemandangan, kita senang lihat pemandangan indah. Bangunan, kita betah kalau lihat bangunan itu cantik dan bersih. Begitu juga dengan manusia. Tentu kita lebih ingin berlama-lama memandang paras nan aduhai. Betul nggak? Kalau salah berarti mata kamu ada masalah. Haha.

Tapi yang lebih penting dari itu adalah kebutuhan di film dan sinetron itu sendiri. Penonton akan merasa lebih simpati jika pemeran utama wanita umpamanya sudah cantik, tapi disiksa oleh saudara tirinya sendiri karena cemburu.

Begitu juga umpamanya dengan tokoh utama pria yang ganteng tapi ternyata matanya buta karena perlakuan jahat oleh tokoh antagonis. Rasa iba inilah yang akan mengaduk-aduk emosi penonton. Maka cerita akan terus mengalir dan penonton suka lalu merekomendasikan lagi ke orang lain.

Jadi persoalan ini bukan hal diskriminatif tapi lebih kepada kebutuhan dan tuntutan industri film dan sinetron. Dan ini adalah salah satu cara memulai karir menjadi artis.

Jadi, pupus dong harapan kita?

Ya nggak juga. Banyak juga artis-artis top di seluruh dunia yang memiliki paras yang tidak di atas rata-rata tetapi bisa menjadi pemeran utama dan jadi aktor besar. Tidak usalah kita sebut namanya. Kamu bisa menilai sendiri dari film yang kamu tonton.

Aktor yang tidak terlampau cakep memiliki modal besar lainnya, yaitu kemampuan akting di atas rata-rata.

Kemampuan akting: artikulasi, emosi, improvisasi, hapalan.

Kamu punya wajah ganteng banget atau cantik banget terus bisa otomatis bisa jadi artis? Oh tidak segampang itu ferguso. Banyak hal lain juga yang harus kamu miliki. Atau kamu punya paras biasa-biasa saja, bahkan mungkin ancur banget (sebenarnya nggak tega sih nulis begini) lantas tidak ada lagi harapan untuk menjadi artis besar? Oh tidak juga ferguso.

Kemampuan dan bakat akting yang besar bisa mengantar kamu ke sana. Tinggal bagaimana kamu mencari jalan tol menuju cita-cita kamu itu. Modal inilah yang sangat penting karena kemampuan akting adalah yang paling dibutuhkan oleh para pencari bakat.

Untuk mengetahui cara menuju ke sana kita bahas di artikel lain.

Percaya Diri

Menjadi artis berarti kamu harus berakting di hadapan artis dan kru. Setelah tenar, kamupun harus berhadapan dengan wartawan dan publik. Belum lagi undangan talkshow, acara TV, seminar, ceramah, dan sebagainya.

Seorang aktor harus punya kepercayaan diri. Terutama untuk tampil di hadapan orang banyak.

Saya pernah punya pengalaman mencasting orang. Dia punya bakat, wajahnya tampan, ngajinya jago (kebetulan syarat casting waktu itu adalah jago ngaji), eh ternyata saat berhadapan dengan kamera dia gugup. Tidak pede. Grogi. Akhirnya dia tahu diri lantas mengundurkan diri. Nggak jadi deh jadi artis.

Jadi modal kepercayaan diri ini sangat penting bagi kamu yang ingin jadi artis. Kalau tidak memiliki bisa kamu latih. Atau ya mundur perlahan. Jangan memaksakan suatu hal yang benar-benar tidak dapat kamu kuasai.

Harus pintar

Balik ke pertanyaan di atas. Apakah jadi artis pintar? Harus. Wajib hukumnya. Pintar di sini bukan pintar kayak professor, atau kayak dukun. (itu orang “pinter” keleuuus). Hehe

Tapi pintar yang dimaksud adalah cerdas. Dapat dengan cepat belajar hal baru. Karena menjadi aktor adalah kamu kadang memerankan seseorang yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Bisa tetiba jadi dokter, jadi tukang bengkel, jadi ustadz, jadi chef, atau jadi orang gila.

Nah, di sinilah kepintaran kamu diuji. Kamu harus bisa segera mempelajari karakter yang kamu mainkan. Mempelajari kebiasan-kebiasaan tokoh tersebut. Mempelajari lawan main, bahkan ada karakter yang butuh keahlian khusus umpamanya merakit bom, jadi astonot, ya harus pintar karena harus cepat belajar hal-hal baru.

Selain itu kepintaran lain adalah cepat menghapal dialog. Apalagi kalau jadi artis sinetron stripping yang syuting hari ini besok tayang. Kalau kamu tidak cepat menghapal, maka tunggu saja peran kamu akan dimatikan. Tetiba skenario episode berikutnya tokoh yang kamu perankan ditemukan oleh tokoh lain telah tewas di selokan. Atau paling bagus, tetiba peran kamu stoke dan bisu, jadi tidak perlu ngapalin dialog lagi.

Emang pernah kejadian begitu? Pernahlah. Kalau nggak pernah, nggak bakal gue tulis di sini.

Keterampilan lain

Jadi artis juga kamu dituntut harus mempunyai keterampilan spesifik lainya seperti: menyetir (mobil dan motor), berenang, main alat musik, bernyanyi, menari, silat, menggunakan senjata, menguasai dialek bahasa daerah, dan keterampilan khusus lainnya.

Sebisa mungkin kamu harus bisa menyetir motor dan mobil. Sebab ini sangat lazim dilakukan oleh aktor. Jika tidak, maka kamu akan merepotkan banyak orang. Misalnya akan ada orang lain yang jadi stand in, atau kru harus dorong mobil, dan kerepotan lainnya. Jika terlalu sering merepotkan, bisa-bisa kamu tidak akan dipakai lagi. Atau peran kamu dimatikan.

Tentu kamu tidak mau hal itu terjadi kan? Maka kamu harus belajar menyetir sejak hari ini.

Dalam adegan-adegan tertentu juga kamu harus bisa berenang, main alat musik, di film India tentu seorang aktor wajib bisa nyanyi dan menari.

Kemampuan silat atau bela diri lainnya juga harus kamu siapkan. Meski bukan film laga, tapi kadang di film drama, komedi atau horor pun ada adengan berkelahinya. Jadi dasar-dasar bela diri paling tidak harus kamu kuasai.

Banyak aktor yang tidak mempersiapkan ini sehiggga sangat sulit mengarahkan mereka untuk adengan perkelahian, meski cuma berantem biasa.

Film dan sinetron kita banyak sekali karakter dari daerah tertentu. Misalnya tokoh Naga Bonar yang dari sumatera utara, Kabayan yang orang Sunda, Si Pitung dari Betawi, dan daerah lainnya. Peran-peran kecil pun terkadang memainkan orang yang berdialek daerah tertentu. Jadi sebisa mungkin kamu pun harus bisa berdialek daerah lain. Jika kamu berasal dari daerah tertentu, paling tidak kamu harus bisa berbahasa Indonesia dengan meninggalkan dialek yang biasa kamu percakapkan sehari-hari.

Kira-kira itulah keterampilan lain yang sering sekali digunakan dalam film dan sinetron kita. kamu harus bersiap dengan semua hal tersebut.

Attitude yang baik

Kelakuan yang baik juga harus kamu miliki. Tidak sombong, tidak cemburuan, tidak emosian, tidak narkoba, tidak malas, tidak ugal-ugalan. Tidak barbar. Kepada siapa saja baik sesama artis, kru, produser, dan orang lain.

Dengan akhlak yang baik, insya Allah kamu pun akan disenangi banyak orang dan panggilan kerja akan terus mengalir.

Perilaku yang baik ini tentu saja bukan berarti kamu harus bermanis-manis terus kepada sutradara atau produser. Ingatlah bahwa sutradara itu kenal betul dengan beragam karakter. Sutradara tahu mana yang tulus mana yang sedang cari-cari muka. Jadi tidak ada gunanya cara tersebut.

Bersikaplah yang normal-normal saja. Cara memulai karir menjadi artis boleh dengan cara apa saja. Tapi gunakan muka kamu sendiri, tidak mencari muka orang lain.

Modal uang

Modal uang? Emangnya jadi artis harus nyogok?

Bukan itu sobat. Modal uang itu tentu kamu perlukan untuk hal lain seperti ongkos pergi ke lokasi casting, beli pakaian yang layak. Tidak harus mahal tapi cocok untuk karakter yang akan kamu mainkan. Untuk perawatan wajah dan badan. Untuk beli konsumsi vitalitas dan kesehatan.

 Yah paling banter untuk makan sehari-hari sebelum kamu mendapatkan job sebagai artis.

BACA JUGA:

Kamu juga dapat JOIN TELEGRAM agar tidak ketinggalan info casting dan pengetahuan film lainnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: