Bisnis Online vs. Penipu Online, Belajar Dari Kasus Joko Susilo

Beberapa hari ini, saya mencari dan membaca banyak artikel tentang bisnis online dan beragam elemen yang ada di dalamnya. Mulanya saya berfikir bisnis online itu sekedar menjual produk kita sendiri, lalu bikin website dengan dukungan fitur belanja online, mempromosikan, bertransaksi, lalu meraih keuntungan. Ternyata setelah mendalami berbagai artikel tersebut, bisnis online banyak juga ragam variasinya. Antara lain menjadi affiliate, reseller, forex trading, adsense, marketiva, mlm online, arisan online, dan masih banyak lagi turunannya. Belum lagi perangkat-perangkat yang harus dimiliki seperti blog, paypal, e-gold, credit card, virtual credit card, PPC,  e-mail (ini udah pasti banget), juga pengetahuan tentang html, php, css, photoshop, istilah-istilah ekonomi, dan masih banyak lagi yang belum saya ketahui. Maklumlah masih newbie.

Dari semua itu, karena banyaknya pengetahuan dan keterampilan yang harus diketahui dan dimiliki, saya berfikir tidak lama lagi ada kampus yang membuka jurusan bisnis online. Atau paling tidak, masuk dalam kurikulum fakultas ekonomi. Yap, karena harus ada sistematika pembelajarannya juga. Apalagi media internet ini semakin merajalela penyebarannya ke seluruh masyarakat dunia.

Setelah membaca banyak artikel tentang bisnis online itu, saya kemudian berniat untuk mengikutinya, meski sebenarnya saya tidak tahu harus mulai dari mana. Yang pertama saya lakukan adalah membuat blog di wordpress.com dengan nama ceriadini.wordpress,com. Memang sih blog ini tidak diniatkan untuk berbisnis, karena saya belum tahu bakal diapakan blog ini. Saya hanya ingin berbagi cerita tentang masa kanak-kanak saya dan anak saya. Yah, hanya sekedar itu. Kaitannya dengan bisnis atau promosi, saya menautkan link ke situs bisnis saya: kajuali.com. Dengan harapan, orang-orang yang berkunjung di situs ceriadini itu tertarik untuk mengklik situs kajuali. Sebuah langkah marketing yang sama sekali tidak unggul. Bayangkan saja, siapa sih yang mau datang ke situs cerita anak-anak? Berdasarkan pantauan saya 1-3 pekan terakhir, traffict situs ceriadini rata-rata perhari hanya dilihat oleh 3-5 orang. Mungkin termasuk saya. Jauh lebih sedikit dari kajuali.com yang perharinya sekitar 20-30 orang.

Langkah selanjutnya adalah dengan membuat blog baru yang saya namakan palogada.blogspot.com. Sebenarnya saya ingin menamakan palugada (apa lu mau gue ada), tetapi karena sudah ada orang lain yang mengambilnya maka saya rubah saja jadi palogada (apa loe mau gua ada). Palogada sendiri adalah istilah yang dikenal oleh masyarakat Jakarta. Sebuah istilah bagi “pengacara” (pengangguran banyak acara) atau orang-orang yang mau melakukan apa saja asal bisa bekerja dan dapat duit. Bukan sekedar cari pekerjaan, “kalau nggak ada duitnya, ogah.”

“Pekerjaan sih banyak,” kilah orang-orang itu – termasuk saya.

Lah, trus kajuali.com itu kapan bikinnya? Berarti loe udah berbisnis onlen dong sebelumnya?

Anteng, Bro. Kajuali.com itu saya buat sebelum banyak membaca artikel tentang bisnis online. Waktu membuat kajuali.com, saya lebih banyak membaca buku, majalah, artikel dari internet perihal teknis pembuatan website. Waktu itu pilihan saya jatuh kepada JOOMLA. Sebuah fitur gratisan atau CMS (kalau belum tahu, searching aja di google). Perihal hosting dan domainnya berbayar. Bukan gratisan.

Dulu sekitar tahun 2006, saya pernah buat situs pribadi gratisan. Waktu itu bernama immank.tk. Tapi karena lama tidak dikunjungi, maka situs itu hilang begitu saja. Saya sendiri sekarang lupa alamat hostingnya, apalagi passwordnya.

Setelah membuat palogada.blogspot.com, saya kemudian mengikuti PPC (Paid Per Click) yang diadakan oleh kumpulblogger.com. Dengan harapan setiap orang yang mengunjungi situs itu, mau mengklik link sponsor yang saya tanam disitu. Yah, namanya juga usaha. Sampai sekarang saya belum mengecek sudah berapa banyak orang yang mengklik link itu di blog saya. Saya bereksperimen saja. Latihan berbisnis online.

Saya juga ikut survey yang ada di fesbuk. Sampai hari ini baru 22 orang yang berhasil saya rekrut untuk ikut survey itu. Dan baru satu survey yang saya ikuti. Hasilnya baru Rp. 8.800 perak yang saya kumpulkan. Saya ikut lagi survey versi orang bule, saya lupa link-nya. Dari survey itu saya baru dapatkan $ 5. Lumayanlah, namanya juga usaha.

We! Dari tadi loe jelasin tentang bisnis onlen lo? Apa hubunganya dengan penipu online?

Nah, ini dia nich yang baru akan saya jelaskan.

Setelah memburu berbagai artikel tentang bisnis online, saya berniat betul mengikuti langkah-langkah orang yang lebih senior dalam bisnis ini. Ada nama Joko Susilo dan Haryo Prabowo yang sangat terkenal di jagat maya dalam urusan marketing online. Oh, ada juga si aduh saya lupa lagi namanya. Dia orang (maaf bukan bermaksud rasis) keturunan Tionghoa alias Cina. Ada juga berapa nama lainnya. Mungkin downline nama-nama yang saya sebutkan di atas.

Saya membaca dengan seksama artikel-artikel mereka. Dalam hati saya, saya mengagumi kerja keras mereka dalam menulis. Artikel mereka panjang-panjang. Saya tertarik mengikuti semua program bisnis mereka. Tapi yah beginilah, kantong masih sangat tipis. Belum ada duit untuk membeli program mereka itu.

Pada saat bersamaan, antara niat mengikuti program mereka dan memburu berbagai artikel lain (maklum belum ada job syuting), saya mendapati tulisan-tulisan tentang penipuan online. Dari situs yang enggan membayar sampai hujatan terhadap nama-nama di atas sebagai PENIPU ONLINE.

Saya terperanjat juga. Orang-orang yang saya kagumi artikel-artikelnya. Yang telah memberi pengetahuan banyak tentang dunia bisnis online. Eh, ternyata banyak orang yang mencap-nya sebagai PENIPU. Saya lalu memburu tulisan-tulisan yang menyangkut orang-orang itu sebagai penipu.

Walhasil, kesimpulan saya setelah membaca tulisan-tulisan itu adalah, mereka yang dicap penipu, sama sekali tidak merasa atau tidak berniat menipu. Bisnis yang mereka jalankan adalah menjual artikel-artikel (e-book) tentang bisnis online. Kemudian menyarankan orang untuk membuat atau menjual buku elektronik itu kepada orang lain. Yah, semacam arisan atau MLM lah begitu. Target mereka adalah Newbie, orang yang belum banyak tahu tentang dunia maya. Padahal, artikel semacam itu bisa kita dapatkan gratis bila mau rajin-rajin bertanya pada Om Google. Entah yang berbahasa Indonesia atau berbahasa Inggris.

Saya juga membaca pembelaan mereka di berbagai forum, terutama di KASKUS. Banyak sekali para senior di jagat maya yang menyerang kelakuan mereka. Tetapi untuk dimejahijaukan memang sulit. Sulit membuktikan kalau mereka telah melakukan penipuan. Bahkan serangan di kaskus malah membuat Joko Susilo semakin terkenal. Jawaban-jawaban JS memang sangat lihai. Dia membuat kesimpulan-kesimpulan yang dikumpulkan dengan rapi. Kalau seorang newbie membacanya, atau hanya membaca kesimpulan dari JS itu, pasti akan tertarik bergabung dengan program Joko Susilo itu.

So, berhati-hatilah bila ingin ikut dalam bisnis online, apalagi Anda masih baru. Berteman lah dengan Google. Bertanya apa saya pada Google. Perbanyak informasi tentang sesuatu. Jangan sampai Anda menyesal.

Beruntung saya tidak cukup modal untuk ikut program tersebut. Kalau saya banyak duit, mungkin saya sudah jadi korban penipuan mereka. Meski mereka tidak menganggapnya sebagai penipuan. Ha ha ha.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: