Begini Kelakuan Alumni IKJ Pejuang Akal Sehat Deklarasi Dukung Prabowo Sandi

Di zaman kerajaan dan penjajahan dulu, memang ada seniman-seniman istana yang mengabdikan diri memuja para penguasa. Karya-karya mereka tak lepas dari puja-puji pada raja. Tidak jauh dari penyembahan pada penguasa. Tetapi, di sisi lain ada juga seniman yang akalnya sehat dan jiwanya merdeka. Mereka adalah seniman jalanan yang berkarya secara mandiri. Mengekspresikan segala gundah gulana rakyat jelata. Memberi nasihat atau sanggahan pada kebijakan yang ada.

Dan ternyata. Pada masa kini kondisinya tidak jauh berbeda. Ada seniman jalanan dan ada seniman istana. Perilakunya pun hampir lah sama. Ada yang memuja penguasa dan ada yang tetap merdeka. Ada yang tebal dompetnya, ada yang sehat akalnya. Dan insya Allah, yang berkumpul pada hari ini adalah seniman-seniman yang sehat akalnya, merdeka jiwanya.

Tetapi bagi mereka yang merdeka ini, untuk menghimpunnya dalam sebuah barisan bukanlah hal yang mudah. Membutuhkan perjuangan dan kesabaran yang juga ekstra. Itulah realita yang harus dihadapi dengan rasa. Rasa ketidakadilan, keterpinggiran, termarjinalkan, amarah, sekaligus cinta pada bangsa dan negara. Yang akhirnya membuat kami terhimpun di sini. Di tempat yang akan menjadi catatan sejarah kami para seniman jalanan yang jiwanya merdeka.

Tidak ada mobilisasi yang direkayasa. Tidak ada recehan yang kami harapkan. Tidak ada kaos gratis yang dibagikan. Justru kami mengumpulkan kepingan demi kepingan koin agar deklarasi ini terlaksana. Tak ada imbalan yang kami pinta. Hanya impian kita yang sama: terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.

Lalu pada tanggal 26 Februari 2019, terjadilah deklarasi oleh seniman-seniman Alumni IKJ (Institut Kesenian Jakarta) Akal Sehat untuk mendukung perjuangan pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Deklarasi ini dimotori oleh Iwan Aswan Naseh alumni IKJ Fakultas Seni Rupa angkatan 80 dan Riza Ahmad Jurusan Musik Fakultas Seni Pertunjukan angkatan 96.

Acara deklarasi dilangsungkan di Rumah Aspirasi Prabowo Sandi jalan Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat dari pukul 13.00 – 16.00 wib. Acara berlangsung meriah dan penuh canda tawa khas IKJ banget. Dipandu langsung oleh Riza Ahmad berduet dengan Ayu Basir Nurdin (Teater 91).

Beberapa penampilan baca puisi, tari, dan musik dibawakan oleh para alumni dengan apik dan memukau. Diawali dengan pembacaan puisi oleh Sinyo Rudy Pulingala (TE 89), Bunda Efi Senyum (TE 87), Firman Syah (Fi 96), dan Heri Billy (KSP 95). Pertunjukan musik dibawakan oleh Riza Ahmad dan Raden Agung (Mu 95), Umaru Takaeda (Fi 02), dan Toto Master Flamenco Indonesia (Mu 92). Pertunjukan tari dibawakan oleh Silas anak Papua binaan Djoko HM, dan dibantu oleh Risa (Tari 99). Selain alumni IKJ, ada juga penampilan khusus oleh Sang Alang yang membawakan lagu Sontoloyo dan 2019 Ganti Presiden. Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI yang ikut hadir dalam deklarasi pun ikut bernyanyi.

Dalam sambutannya, Fadli Zon mengapresiasi langkah para seniman Alumni IKJ ini yang turut memberi andil merebut pikiran dan hati rakyat untuk memenangkan Prabowo Sandi. Fadli menambahkan bahwa seniman lah yang palih tahu cara memenangkan hati rakyat tersebut. Bahwa rezim ini sangat ketakutan dengan lagu, puisi, bahkan kaos. Ia menganggap penting dukungan dari seniman sehingga dia harus menyempatkan diri untuk hadir.

Lieus Sungkharisma tokoh Tionghoa yang menyempatkan diri memberi sambutan, mengajak para seniman untuk peduli terhadap kasus kriminalisasi terhadap Ahmad Dhani yang juga seorang musisi papan atas Indonesia. Bahwa kriminalisasi di rezim ini tidak hanya menimpa ulama dan aktivis, tetapi juga menimpa seniman.

Selain para alumni yang mengisi acara, deklarasi dihadiri juga oleh alumni yang sudah tersohor namanya sebagai sutradara dan sineas, antara lain: Indrayanto Kurniawan, Humam Iskandar Afief, Umam AP, Widi Wijaya, Yantoni, Eko Widodo, Deddi Fasmadhy, Ganiyu Rijal, Sapto Wibowo, Murry Djaluis, Yaya Said, Nyonyo Esha, Enung Damanhuri, Yunus Fiore, Deniar, Yaser Arafat, Danial Fadhila, Sonny Kurniawan, Cang Toni, dan lain-lain. Angkatan 70-an yang hadir antara lain: Yangkie Saleh, Tantio Adjie, dan Endang. Angkatan 80-an: Tri Aru Wiratno, Dwi Heri, R. Sigit Wicaksono, Didi Bonari, Jassin Burhan, Iwan Sampurna, Bagus Kadarmodo, Epi Martison, Metty Sulistyowati, Darman MR, Kekev Marlov, Sofyan Joel, Hardian Acoy, Santi Noersahit, Yulia Afifah, Arie Harwanto, Marsyaff Opet, Hendra Wayang, Herwin Fatahudin, dan alumni lainnya lintas fakultas dan angkatan.

Beberapa nama kondang juga ikut terlibat dan mendukung penuh acara deklarasi ini : Rizal Basri, Dani Sapawie, Rudy Kurwet, Rahman Yakob, Afrizal Anoda, T. Rifku Wikana, Rafky Sati, Derry Drajat, Masge Wathon, Mice Kartunis, Diah ‘Nanda’ Rajanti, dan Sidik C. Kusuma.

Acara deklarasi ini juga diliput dan disiarkan langsung via TV Satelit melalui satelit Palapa D frekuensi 3627 symbol rate 18000 polaritas H dan TV Streaming yang dikomandani oleh Heru Sukari alumni Seni Rupa angkatan 92.

Naskah Deklarasi Alumni IKJ Pejuang Akal Sehat

Salam Budaya

Hari-hari ini, debur ombak perpecahan kian meninggi hingga hampir memecahkan karang persatuan kita. Ketidakmampuan presiden Jokowi dalam merangkul semua golongan adalah musababnya. Persekusi, kriminalisasi, penjaraisasi, adalah bara yang menggantung di langit hingga batas cakrawala. Kebohongan demi kebohongan terus dinyanyikan oleh penguasa dengan nada-nada sumbang tanpa harmoni. Tipuan pencitraan palsu masif dilakukan sehingga sebagian masyarakat yang minim literasi menjadi terhipnotis dan kehilangan akal sehatnya. Mata batin penguasa tumpul melihat penderitaan rakyat yang kian hari kian tercekik dengan meroketnya harga-harga. Mata seni telah buram oleh warna-warna suram ketidakadilan ekonomi yang dikuasai segelintir elit istana dan kroni asingnya. Mata pena telah tumpul saat menggores deretan angka-angka hutang luar negeri yang mengancam kedaulatan bangsa.

Saatnya rakyat melawan. Saatnya kita mengganti kepemimpinan nasional yang telah korup yang lahir dari jutaan kepalsuan. Saatnya kita mendukung pemimpin yang ikhlas, jujur, adil, dan akan menghantarkan kepada kemakmuran. Kita mendukung segenap pilar kesejahteraan rakyat yang telah dicanangkan. Melestarikan keragaman warisan seni budaya sebagai kekuatan pemersatu bangsa.

Mendukung pengembangan sumber daya kreatif yang potensial guna meningkatkan kuantitas dan kualifikasi SDM di sektor ekonomi kreatif. Mendukung kebebasan berpendapat dan berekspresi masyarakat dan seniman tanpa pembedaan. Memperjuangkan hak-hak pekerja seni dan seniman di Indonesia. Memperkuat perlindungan hukum dan hak cipta atas karya seni budaya yang dihasilkan seniman Indonesia.

Maka dengan ini, kami Alumni IKJ mendeklarasikan diri dan mengajak seluruh seniman, budayawan, pekerja kreatif, generasi milenial, emak-emak, dan segenap rakyat Indonesia untuk mendukung PRABOWO SUBIANTO dan SANDIAGA UNO untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia  tahun 2019-2024. Juga berperan aktif dalam mengawal program kebudayaan yang telah dicanangkan.

Salam budaya.

Jakarta, 26 Februari 2019

Puisi karya Ayu BN yang dibacakan oleh Firman Syah.

Surat cinta untukmu

BAPAK PRABOWO SUBIANTO

Salam merah putih

Kemarin, hari ini, dan nanti / Kami selalu mencintaimu / Mencintai dengan penuh dedikasi / Dalam semangat sebuah cita cita demi negeri

Kepakanlah selalu sayap perkasamu / Terbanglah terus duhai Garuda merahku / Karena Indonesia begitu mencintaimu duhai pemimpin sejati ku

Gaungkanlah selalu suaramu harimau ku / Berlarilah dengan kuatnya cengkraman mu

Berteriak lah dengan gagahnya Auman mu / Untuk kami yang senantiasa haus akan motivasi mu / Jangan biarkan ibu Pertiwi ini kembali bersedih / Jangan biarkan rakyatmu terus merasakan pedih / Akibat ulah para pendosa yang hanya memuaskan keinginan lebih

Kami akan turut terbang bersamamu / Kami akan juga selalu berlari mengikutimu / Karena cinta kami tulus untuk mu

Kita tak pernah kalah / Maka itu kita tak boleh lemah / Jangan sampai kita diam saat negeri ini di kuasai penjajah / Yang berkamuflase bermuka lembut bagaikan lintah

Lautan Nusantara memerlukan mu / Hutan raya membutuhkan mu / Tanah subur serta rakyat makmur yang kau dambakan sungguh merindukan pelukanmu

Separuh negeri ini tulus mencintaimu / Setengah bangsa ini akan setia untuk perjuangan mu / Sebab engkau pemimpin besar yang berjiwa besar / Yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar

Allahu Akbar Allah maha besar / Hanya dia yang mengetahui rencana besar / Untukmu pak Prabowo Subianto sang pemimpin besar

Do’a kami untukmu mulia dan Indonesia ku raya Adil Makmur

Puisi dapat ditonton di sini.

Lagu Sontoloyo yang dinyanyikan bisa dilihat di sini.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: