Bakat Akting Apakah Harus Dimiliki Untuk Menjadi Artis?

Menjadi artis film dan sinetron adalah mimpi banyak orang. Bagaimana tidak? Dengan menjadi artis, seseorang bisa meraih 2 hal: uang dan ketenaran. Banyak juga yang bermimpi bisa mendapat kebahagian pribadi dan orang tua.

Menjadi artis pun tidak perlu sekolah yang tinggi-tinggi. Tidak perlu belajar pelajaran yang bisa merontokkan rambut dan memecahkan kepala. Apalagi begitu banyak kisah sukses artis yang diungkap di medsos yang memancing banyak orang untuk bermimpi menjadi artis. Satu hal yang paling sering diungkap adalah faktor keberuntungan. Maka itu banyak orang yang mencoba peruntungan menjadi artis dengan mengikuti casting.

Saya pun sering sekali mendapat pertanyaan baik lewat Instagram, twitter, fesbuk, WA, bahkan bertanya langsung. Para penanya itu dari berbagai kalangan. Dari anak-anak, remaja, mahasiswa, sampai para professional seperti dokter, pengacara, bahkan guru ngaji. Kira-kira pertanyaannya seperti ini:

“Om, saya ingin sekali membahagiakan orang tua saya. Bisa tidak saya diajak main film?”
“Bang, anak saya berbakat akting, gimana caranya anak saya bisa main sinetron?”

“Kalau ikut casting, bayar nggak, Om?”

“Umur saya 30 tahun, masih bisa ikut casting nggak, Mas?”

“Kalau jadi figuran, harus ikut casting juga nggak?”

“Kalau wajah saya biasa-biasa saja bisa nggak lolos casting?”

Dan banyak pertanyaan-pertanyaan sejenis yang sering diajukan netijen.

So, jadi gimana nih caranya? Mau nggak mau saya harus menulis artikel ini agar kita semua dapat pemahaman yang komplit tentang bagaimana profesi artis, proses casting, dan sebagainya.

Bakat

Akting itu memang bisa dipelajari. Tapi apapun profesi yang bakal kita lakoni sebenarnya berkaitan erat dengan bakat. Kalau kamu memang berbakat akting, kamu bisa mencari jalan untuk menjadi artis. Insya Allah bakat yang dianugerahkan Allah kepada kamu itu akan mengantar kamu menjadi artis yang professional. Tinggal usaha kamu untuk belajar dan bekerja keras yang menentukan kesuksesan kamu.

Sebelum lebih jauh membahas soal casting, kita bahas dulu, “Apa itu bakat?”

Bakat adalah given yang diberikan Allah kepada setiap manusia. Setiap orang punya keunikan masing-masing. Tinggal kitalah yang menemukan dan mengasahkanya.

Kita ambil contoh Lionel Messi. Dia sejak kecil, nggak ada yang ngajar, nggak ada yang melatih, tapi bisa menggocek bola dengan sangat baik. Bahkan melebihi orang dewasa. Nah, kira-kira seperti inilah bakat anugerah dari Ilahi. Selanjutnya Messi harus berlatih lagi untuk mengasah bakatnya itu sehingga menjadi pesepakbola terbaik dunia sepanjang masa.

Coba kalau Lionel Messi tidak berlatih dan menemukan klub bola yang bisa melejitkan seluruh potensinya itu. Tentu dia tidak akan menjadi seperti yang kita lihat sekarang ini.

Begitu juga dengan akting. Kamu harus tahu, apakah kamu berbakat akting atau tidak? Jika memang kamu punya bakat, cari jalan agar bakan dan potensi kamu itu bisa berkembang. Tetapi jika kamu merasa bakat kamu tidak ada di situ, mending cari pekerjaan lain.

Ini perlu kejujuran dalam hati kita. jangan karena khayalan berlimpah uang dan ketenaran menjadikan kita membohongi diri sendiri. Kita sebenarnya tidak punya bakat akting tapi tetap ngotot ingin jadi artis. Padahal bakat kamu itu memasak, atau berhitung, atau berdagang, atau yang lainnya. Jangan memaksakan diri. Kenali potensi diri sendiri dan mulailah menasah bakat yang kamu miliki.

Lantas bagaimana agar kita tahu bahwa kita memiliki bakat akting?

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

Coba ikut drama di sekolah. Setelah itu nilai diri kamu sendiri. Apakah kamu dapat memerankan dengan baik? Jika kamu tidak bisa menilai sendiri, tanyalah kepada orang lain. Kejujuran dalam penilaian di sini sangat penting.

Rekam diri kamu sendiri menggunakan hape dengan memainkan peran-peran tertentu. Contoh Peran itu bisa kamu dapatkan di sini. Lihat hasil rekaman itu lalu nilai diri sendiri. Perlihatkan kepada teman atau keluarga, bagaimana mereka menilai akting kamu? Minta kejujuran mereka. Jangan puas ketika mereka bilang bagus, jangan sedih bila mereka bilang ternyata kamu tidak berbakat.

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan meniru orang lain atau ya paling tidak meniru hewan. Tirulah gaya bicara, gerakannya, semirip mungkin. Jika kamu berhasil, maka bisa dipastikan kamu memilki bakat akting. Begitu juga kalau ingin meniru hewan, tirulah semirip mungkin. Cara hewan itu mengeluarkan suara dan diperkuat dengan meniru gerakan-gerakannya.

Karena akting berkaitan erat dengan memerankan karakter yang bukan diri kita. Jadi jika kita berhasil menjadi orang lain, maka kamu punya bakat akting. Jika tidak, maka lupakanlah impian kamu menjadi artis besar.

Selain meniru karakter di dunia nyata, kamu juga bisa mencoba meniru karakter yang ada dalam film. Umpanya menirukan Deddy Mizwar saat menjadi Naga Bonar. Menirukan Dian Sastro saat menjadi Cinta di film Ada Apa Dengan Cinta. Atau karakter-karakter lainnya.

Trus, kalo kita nggak punya bakat apa bisa kita berlatih keras biar bisa akting?

Gini aja deh. Kalo kita nggak punya bakat sekecil apapun, meski berlatih sangat keras, kita tidak akan mencapai kesuksesan dalam bidang itu. Tapi kalau bakat itu ada, maka dengan berlatih, maka hasilnya akan kelihatan.

Saya pernah lihat orang yang sejak kecil berlatih belajar dan bermain gitar, sampai dewasa pun dia hanya memainkan lagu yang itu-itu saja. Kalau ada lagu baru pun dia harus cari chordnya di internet. Berarti memang dia tak punya bakat itu.

Jika tetap dipaksakan, dia tidak akan bisa menjadi gitaris profesional seperti Dewa Bujana misalnya. Dia hanya bisa main gitar untuk dirinya sendiri. Paling banter mengiringi teman-temannya di ujung gang.

Olehnya, mengenali bakat diri sendiri itu sangat penting untuk meniti jalan profesi kita.

Mungkin saja kita punya bakat sedang atau menengah dalam hal akting. Tapi kita tidak akan menjadi artis besar seperti Deddy Mizwar atau Reza Rahadian. Mungkin kita akan selamanya jadi pemeran figuran yang hanya melintas di belakang pemain utama.

So, fokuslah pada bakat kita masing-masing. Kalau memang kamu berbakat akting, perjuangkan. Gimana pun caranya. Yang penting jalan yang benar dan halal. Jika tidak, kita akan terperosok ke dalam hal-hal yang juga tidak baik. Bisa kriminalitas, narkoba, dan hal negatif lainnya.

Bagaimana kalau kita ikut eskul teater atau sekolah akting?

Bisa saja itu kita lakukan. Tapi ingat, kamu bisa lolos masuk kuliah teater di IKJ (Institut Kesenian Jakarta) tentu akan dinilai seberapa besar bakat akting kamu. Jika ternyata bakat kamu kecil, jangan kaget bila tidak menemukan nama kamu di daftar kelulusan masuk.

Banyak aktor-aktor besar yang lahir tanpa sekolah akting, tetapi banyak juga yang lahir dari grup-grup teater dan sekolah akting. Kamu bisa mendapatkan peran penting di kelompok teater karena sutradara menilai kamu bisa memerankan karakter dengan baik. Begitu juga dengan sekolah-sekolah akting.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: