Bahaya Kekenyangan Dan Anjuran Makan Minum Dalam Islam

Apa akibat makah berlebihan dalam ajaran Islam? Pertanyaan ini sering dilontarkan karena begitu banyak penyakit yang ditimbulkan disebabkan oleh makanan. Para dokter pun sering melarang pasiennya untuk jangan makan ini, jangan makan itu. Pantangan pada makanan ternyata banyak sekali.

Apalagi sekarang orang dimanjakan dengan banyaknya jenis makanan, dari yang berat hingga yang ringan. Jajanan, cemilan, gorengan, fast food, junk food, bertebaran di mana-mana. Untuk memperolehnya pun tinggal buka aplikasi, dan makanan tiba di kamar kita. Belum lagi rayuan para food vlogger yang selalu menerbitkan liur membuat kita selalu merasa lapar.

Lalu semakin banyak anak-anak muda terjangkit penyakit yang biasanya diderita oleh para lanjut usia. Ini karena makan berlebihan dan salah dalam mengkonsumsi makanan.

Islam telah mengatur kehidupan manusia bahkan pada cara makan kita. Ayat tentang makan berlebihan ada di al-Quran Surat Al-A’raf ayat 31.

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”

Sedangkan hadits tentang makan secukupnya diriwayatkan oleh at-Tirmizi (2380), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas”

Islam juga mengajarkan bahwa manusia tidak boleh larut mengikuti hawa nafsu, termasuk nafsu makan yang membabi-buta. Allah menerangkan sifat orang kafir adalah orang yang hobinya bersenang-senang, berlebihan dalam makan dan minum, dan kelakuannya seperti binatang.

Dalam Quran surat Muhammad [47]:12, Allah swt berfirman:

…. وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ

“…Dan orang-orang kafir mereka selalu bersenang-senang dan mereka makan seperti makannya binatang ternak dan neraka adalah tempat tinggal mereka.”

Sebagai mukmin sejati, kita harus berupaya keras melawan dorongan nafsu seperti yang pernah dilakukan oleh Nabi Yahya as. Diriwayatkan bahwa beliau pernah didatangi iblis yang membawa beberapa benda yang bergelantungan di badannya. Lalu beliau bertanya,

“Apakah benda itu?”

“Inilah syahwat yang aku pergunakan untuk menguasai dan menggoda manusia,” jawab iblis.

“Apakah yang ada pada syahwat itu?” Tanya beliau lagi.

“Kadang-kadang dengan syahwat ini engkau kekenyangan, lantas aku beratkan engkau untuk mengerjakan shalat dan dzikir.” Jelas iblis.

Nabi Yahya pun bersumpah, “Demi Allah, selama-lamanya aku tidak akan memenuhi perut dengan makan hingga terlalu kenyang.”

Salah satu kekuatan syahwat yang sangat dominan itu berasal dari kebanyakan makan. Di bawah ini dampak tercela akibat terlalu banyak makan.

1. Menyebabkan hilangnya rasa takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, dan sebaliknya tumbuh rasa takut terhadap manusia.

2. Menyuburkan mentalitas cinta dunia, karena kenikmatan semu di balik rasa kenyang itu akan mendorong manusia mengulangi kembali pola makan yang sama.

3. Menghilangkan rasa kasih sayang kepada sesama makhluk, karena rasa kenyang itu membuatnya lupa bahwa banyak orang lain yang masih kelaparan.

4. Menyuburkan sifat malas untuk beribadah, belajar, bekerja, dan berbagai amal shalih lainnya.

Rasulullah SAW mengingatkan:

إياكم والبطنة في الطعام والشراب فانها مفسدة للجسم وتورث السقم عن الصلاة

Artinya: “Jauhilah olehmu mengisi perut dengan penuh terhadap makanan dan minuman, sebab mengisi perut dengan penuh akan membahayakan tubuh dan menyebabkan malas shalat.” (H.R. Bukhari)

5.  Ketika mendengar kata-kata hikmah atau nasihat, orang yang terlalu kenyang tidak dapat menangkap dan merasakan sentuhannya.

6. Jika orang yang kenyang itu memberikan hikmah dan nasihat, maka apa yang dikatakannya tidak dapat meresap ke dalam hati orang yang mendengarnya.

7. Terlalu kenyang membuat sulit bernafas dan dapat mendatangkan berbagai macam penyakit. Antara lain: obesitas, diare, sakit perut, sakit pinggang, muntah-muntah, sulit bernapas, mudah mengantuk, begah, kadang juga sulit tidur. Dan jika keseringan makan terlalu kenyang dapat menimbulkan penyakit-penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan. Nauzubillah min zalik.

Selama hidupnya Rasulullah SAW tidak pernah sakit, kecuali saat menjelang wafat. Suatu hari beliau pernah ditanya oleh seorang tabib dari negeri Rum, mengapa beliau tidak pernah sakit, sehingga tabib itu tidak pernah berkesempatan mengobatinya. Rasulullah SAW kemudian menjelaskan resepnya, “Kami adalah kaum yang tidak pernah makan sebelum merasa lapar, dan berhenti makan sebelum merasa kenyang.”

Berapa porsi makan Rasulullah yang tidak membuat kekenyangan itu? Sepertiga isi lambung. Beliau pernah berpesan agar lambung kita diisi sepertiga bagian untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk udara.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: