Apa Yang Dilakukan Sutradara dan Fotografer Setelah Membahas Sebuah Adegan?

Apa yang dilakukan sutradara dan pengarah fotografi setelah membahas sebuah adegan?  Jika mereka melakukan ini di tahap pra produksi, maka yang dilakukan adalah membuat BREAKDOWN oleh masing-masing departemen.

Siapa dan apa saja departemen yang ada di susunan kru film, bisa dilihat di sini.

Seorang asisten sutradara akan membuat Master Breakdown yang menjadi panduan bagi semua kru film saat syuting berlangsung.

Master Breakdown berisi ringkasan dari scenario dan catatan-catatan yang telah dibahas oleh sutradara bersama kru film lainnya. Master breakdown berisi informasi tentang nomor scene, lokasi, set, exterior/interior, cast atau pemain, extra’s/figuran, kostum, property, deskripsi adegan, keterangan halaman scene, dan keterangan lainnya.

Kira-kira contohnya seperti ini.

Contoh Master Breakdown dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Dari master breakdown ini lah yang kemudian akan menjadi panduan untuk membuat breakdown yang lebih detil lagi sesuai departemen masing-masing.

Departemen penyutradaraan akan membuat breakdown pemain, breakdown set, dan jadwal syuting.

Departemen kamera akan membuat breakdown equipment dan camera report.

Departemen artistik akan membuat breakdown properti yang lebih detil lagi.

Departemen produksi akan membuat breakdown anggaran hingga lokasi.

Departemen kostum akan membuat breakdown kostum dan continuity reportnya.

Departemen make-up akan membuat breakdown make-up.

 

Semua breakdown ini yang akan menjadi panduan saat syuting berlangsung. Breakdown yang dibuat oleh asisten sutradara akan menjadi panduan bagi seluruh kru antardepartemen. Sedangkan breakdown yang dibuat oleh masing-masing departemen, akan menjadi panduan bagi departemen tersebut.

Contoh Breakdown Pemain

Contoh Breakdown Pemain dari film Cinta Suci Zahrana.

Apa yang dilakukan sutradara dan pengarah fotografi setelah membahas sebuah adegan? Mereka akan memanggil storyboard artist untuk membuat storyboard. Itu pun jika diperlukan. Kalau di industri sinetron maupun film layar lebar, sangat jarang menggunakan storyboard. Storyboard digunakan hanya jika ada adegan-adegan rumit dan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Film pendek pun sangat jarang menggunakan storyboard, kecuali film pendek komersial.

Yang paling sering menggunakannya ialah di industri iklan komersial atau TVC. Storyboad digunakan selain untuk keperluan syuting, namun yang paling penting bagi kepentingan klien.  Klien perlu melihat seperti apa konsep sutradara dan fotografer dalam bentuk visual sebelum syuting dilangsungkan.

 

Nah, itu tadi untuk kru.

Lalu, Apa yang dilakukan sutradara dan pengarah fotografi setelah membahas sebuah adegan mereka dengan pemain? Jika ini dilakukan ditahap pra produksi maka hal itu adalah reading atau membedah skenario bersama pemain.

Proses Reading ini disertai latihan-latihan kecil. Umumnya adalah latihan dialog.

Tetapi untuk film laga atau film drama yang ada adegan fighting-nya, biasa diadakan latihan-latihan yang menguras tenaga.

Berikut contoh perbedaan dan persamaan adegan film saat reading, proses syuting, dan hasil jadinya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: