9 Tips Lolos Casting Film dan Sinetron

Industri film dan sinetron selalu mencari pemain atau aktor untuk bermain dalam proyek terbaru mereka. Pemain yang mereka butuhkan kadang dari aktor profesional, bisa juga dari pendatang baru. Jadi sangat terbuka peluang bagi kamu yang baru ingin terjun ke dunia artis bisa memanfaatkan kesempatan ini.

Production House yang membuka casting pun beragam. Mulai dari PH besar seperti Sinemart, MNC – RCTI, MD Entertainment, Soraya Film, Screenplay, Miles Production, Trans TV, Demi Gisela Citra Sinema, dan teman-temannya, hingga PH Iklan, PH yang baru berdiri, atau bahkan juga kelompok pembuat film indie.

Nah untuk lolos casting dan mendapatkan peran, kamu harus mengetahui 9 hal berikut:

Mengetahui proses casting

Setelah skenario selesai dibuat, produser akan memerintahkan kepada casting director untuk membantunya mencari talent yang dibutuhkan. Casting director lalu membuat breakdown karakter apa saja yang ada. Mulai dari tokoh utama, hingga peran yang muncul satu atau dua scene.

Setelah itu akan ada beberapa pilihan bagi casting director, apakah dia akan membuat audisi terbuka, atau meminta dari talent agent, manajemen artis, agar mendatangkan aktornya untuk di-casting, atau dia akan mencari di database-nya sendiri.

Para aktor atau calon aktor ini akan di-casting dan hasilnya akan diserahkan kepada produser dan sutradara untuk dinilai. Jika kamu lolos dalam tahap ini, biasa akan ada casting lanjutan atau screen test yang mempertemukan kamu dengan lawan main.

Jika produer dan sutradara merasa kamu dengan aktor itu cocok dan ada chemistry, maka tahap berikutnya adalah meminta jadwal dan budget kamu.

Informasi dan syarat casting

Agar bisa lolos casting, kamu harus mengetahui informasi dan syarat casting yang jelas dan benar. Kapan dan di mana? PH-nya jelas nggak nih? Syaratnya apa saja?

Jangan sampai informasi yang kabur menyebabkn kamu tertipu atau ada ketidakcocokan dengan karakter yang dibutuhkan. Umpanya syaratnya itu perempuan berusia 40-50 tahun, tapi kamu cowok remaja, ya sampai kapan pun kamu tidak akan lolos casting.

Kamu bisa mendapatkan informasi dari talent agent, manajemen artis, atau di media sosial. Sekali lagi cek kejelasan dan syarat. Akun Akun twitter yang sering berbagi info casting @InfoCasting. Kamu juga bisa mencarinya sendiri di IG, FB, atau Twitter. Cek and ricek sangat penting agar keinginan kamu menjadi artis bisa tercapai.

Syarat casting sangat penting untuk kamu ketahui sebelum mendaftar. Saya pernah membuka casting dengan syarat harus bisa membaca Alquran dengan sempurna. Ternyata banyak sekali yang datang dengan kemampuan terbatas. Bahkan ada yang tidak bisa mengaji sama sekali. Tentu ini hanya membuang-buang waktu.

Jika film itu berdasarkan  novel, cari Info tentang karakter. Kalau perlu baca novel itu terlebih dahulu agar kamu bisa memahami dan mempelajari karakter yang disyaratkan.

Butuh kejujuran dari diri kamu sendiri untuk menilai apakah kamu cocok dengan syarat dan karakter yang dibutuhkan atau tidak? Sebab jika kamu memaksakan diri ikut casting tapi syaratnya tidak dapat kamu penuhi, maka insya Allah kamu tidak akan lolos.

Siapkan diri dengan Latihan

Setelah kamu merasa cocok dengan syarat dan ketentuan, kamu juga mempelajari naskah atau novel, maka berikutnya adalah sempatkan diri untuk berlatih. Pahami karakternya dan berlatih untuk mendapatkan hasil terbaik.

Misalnya karakter yang dibutuhkan itu adalah Azzam (Ketika Cinta Bertasbih) seorang mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah. Dalam novel yang telah kamu baca, Azzam itu tentu jago Bahasa Arab, pasti jago ngaji, orang Jawa, baik dan sopan. Maka berlatihlah sesuai karakternya.

Jika kamu sangat memahami dan sangat mirip dengan karakter, akan sangat mengesankan juru casting bahkan produser dan sutradara. Peluang kamu mendapatkan peran dan menjadi artis besar sangat terbuka.

Berlatihlah sampai kamu merasa betul-betul telah menguasai karakter yang disyaratkan. Sempatkan waktu mungkin selama mungkin agar hasilnya maksimal. Latih juga ragam emosi yang biasa dimainkan oleh aktor seperti marah, kesal, sedih, senang, dan tenang.

Latihan dengan frekuensi yang lama dapat membuat kamu semakin mantap menjadi aktor profesional yang siap bersaing dengan pemain senior.

Gunakan kostum dan riasan yang sesuai dengan karakter

Look atau penampilan fisik adalah faktor penting saat casting. Kesan pertama adalah visual. Juru casting akan terkesan jika kamu baru masuk ke dalam ruang casting tapi telah melihat karakter yang dia cari dalam diri dan penampilan kamu. Peluang kamu lolos casting lebih besar jika menggunakan kostum dan riasan yang sesuai karakter.

Jangan sampai salah kostum dan riasan. Saya sering mendapati peserta casting yang gerabak gerubuk mengganti kostum dan riasan di ruang tunggu casting. Ini tentu saja akan meyulitkan dirinya sendiri dan peluang lolos akan sangat kecil.

Saya sendiri pernah mengundang seorang influencer yang punya banyak follower untuk mengikuti casting. Kalau lihat dari foto dan videonya di medsos, nampaknya orang itu secara look oke dan kemungkinan besar lolos. Tapi apa daya, dia datang dengan busana biasa dan tanpa riasan. Ini sangat berbeda dengan penampilannya di medsos. Ya terpaksa namanya disingkirkan.

Saya pernah juga mencasting gadis muda dengan karakter muslimah yang suka berdakwah. Rerata peserta casting yang datang cewek-cewek dengan busana seksi. Mereka lalu gerabak-gerubuk mencari jilbab dan baju panjang. Ada yang dapat tapi lebih banyak yang tidak dapat. Tentu saja look-nya sangat tidak sesuai dan pasti tidak ada yang terpilih.

Karakter yang dicasting mungkin seorang pemuda berkacamata, jadi bawalah kacamata sendiri dari rumah. Kesiapan kamu dengan busana, riasan, dan aksesoris akan mengesankan juru casting dan peluang lolos akan semakin besar.

Datang tepat waktu

Tak pernah ada orang yang suka dengan orang yang tukang ngaret. Bahkan kamu sendiri pasti nggak suka dengan teman yang sudah janjian tapi datang terlambat. Jadi datanglah tepat waktu. Bila perlu satu jam sebelumnya.

Kamu bisa mendapatkan informasi tambahan tentang casting. Menyiapkan diri lebih baik. Kamu juga bisa mengamati kompetitor kamu yang datang. Datang lebih awal bisa menenangkan diri kamu sendiri.

Bersikap baik

Bersikap baik, sopan, beradab tidak hanya saat casting saja. Tapi harus menjadi kepribadian kita sehari-hari. Jadi saat casting, kamu tidak perlu berakting sebagai orang baik karena sudah menjadi karakter kesseharian kamu.

Bersikap sopan dan baik bukan hal penting dalam casting. Tapi paling tidak nama kamu tidak masuk tong sampah kalau kamu berlaku songong dan buruk. Juru casting akan berpikir, “Wah sulit diatur nih orang kalau di lokasi syuting?” Gitu.

Percaya diri

Bersikap sopan bukan berarti harus rendah diri. Terlalu bermanis-manis kepada juru casting. Terlalu menunduk sehingga menghilangkan kepercayaan diri kamu. Tak perlu seperti itu.

Bersikap yang normal dan bermain peran dengan penuh kepercayaan diri. Begitu juga sangat memperkenalkan diri dan saat ditanya-tanya oleh casting director.

Suatu waktu saya pernah mencasting sejumlah pemuda yang jago tilawah. Rerata mereka adalah qori internasional. Ada salah satu yang menjadi kandidat kuat. Sudah ganteng, soal ngaji jangan ditanya, kostum dan riasan sangat sesuai, anaknya juga baik, bakat akting adalah, pokoknya sangat berpeluang besar mendapatkan peran. Tapi apa katanya?

“Maaf bang, saya pernah tampil di istana negara, pernah juga di hadapan syaikh di luar negeri. Tapi saya grogi di depan kamera dan kru film. Saya minta maaf karena tidak bisa melanjutkan.”

Dia kurang percaya diri maka peran jatuh ke orang lain.

Berdoa dan terus berusaha

Setelah kamu melakukan usaha kamu dengan penuh totalitas, saatnya kamu berdoa kepada Tuhan agar ditakdirkan menjadi artis. Jika kamu ternyata belum mendapatkan peran tersebut, jangan patah arang. Berusahalah terus dengan tetap berlatih dan mencari info casting yang lain. Mungkin takdir kamu ada di saat lain.

Mengisi formulir dan menyerahkan foto

Isi formulir yang disediakan dengan benar dan penuh kejujuran. Bawa serta foto terbaik kamu dengan beragam pose. Jangan lupa tulis nama dan nomor kontak di foto itu. Bisa di depan atau di belakang foto. Sebab kadang juru casting melihat foto dan ingin meng-casting tahap berikutnya, tapi tak tahu nama dan kontak yang bisa dihubungi. Jangan sampai kelalaian kecil menyebabkan kamu tidak mendapat peran.

Di bawah ini ada contoh formulir yang harus diisi dan diserahkan. Formulir di tiap PH bisa saja berbeda formatnya.

Contoh formulir casting

  • Nama
  • Jenis Kelamin
  • No Identitas
  • Tempat Lahir
  • Tanggal Lahir
  • Alamat
  • Kota
  • Telepon / HP
  • Tinggi Badan
  • Berat Badan
  • Email
  • Pendidikan
  • Pekerjaan
  • Hobby  
  • Suku:
  • Keterampilan lain:
  • Photo
  • Pengalaman Akting

BACA JUGA:

Kamu juga dapat JOIN TELEGRAM agar tidak ketinggalan info casting dan pengetahuan film lainnya.

Selamat mengikuti casting.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: