8 Tugas Penting Asisten Sutradara

Asisten Sutradara adalah orang yang membantu sebagian tugas-tugas penting sutradara. Dia yang mengatur jalannya pembuatan film. Singkatan,  atau sebutan lain dari asisten sutradara adalah astrada. Istilah internasionalnya adalah assistant director. Ia memiliki peranan penting saat syuting berlangsung. Kelancaran dan kesuksesan proses syuting ada di tangan astrada.

Mengapa bisa demikian?

Mari kita lihat proses kerja, tugas, dan pembagian peran astrada.

  1. Membaca, Menganalisa, Membreakdown Skenario

Pekerjaan pertama seorang astrada setelah menyelesaikan kontrak kerja dengan production house (PH) adalah membaca skenario. Membaca pun tidak hanya satu kali. Tetapi berkali-kali. Membaca skenario saat kali pertama biasanya seperti membaca novel. Kita akan terombang ambing mengikuti alur cerita. Kalau ada komedinya ya ikut tertawa, kalau ada sedihnya ya bisa ikut terharu. Saat membaca skenario yang kedua kali dan seterusnya, kita sudah tahu alur ceritanya jadi tidak akan hanyut lagi. di saat inilah, seorang asisten sutradara menganalisa detil-detil dari skenario.

Dari Analisa dan diskusi, juga arahan sutradara, maka astrada membuat Master Breakdown. Semacam ringkasan dari skenario. Berisi tentang bermacam informasi dari isi skenario, dan hal-hal tambahan berdasarkan diskusi dan arahan sutradara.

Master breakdown berisi informasi tentang nomor scene, lokasi, set, exterior/interior, cast atau pemain, extra’s/figuran, kostum, properti, deskripsi adegan, keterangan halaman scene, dan keterangan lainnya.

Contoh

Contoh Master Breakdown dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Keterangan halaman scene ini maksudnya adalah panjang pendeknya deskripsi sebuah scene dalam skenario. Umpamanya, scene 1 itu panjang deskripsinya itu 2 halaman (disingkat ‘hal’), scene 2 itu ½ hal, scene 3 itu 1 ¼ hal. Dan seterusnya.

Master breakdown ini juga akan dipakai untuk membuat Call Sheet atau Callingan (kolingan) Syuting. Astrada skejul nantinya akan mengkopas (copy paste) materi dari master breakdown ke lembaran kolingan syuting.

  1. Hunting lokasi dan Recce

Hunting lokasi adalah pencarian lokasi yang tepat untuk kebutuhan adegan film. Untuk sebuah set, tim produksi (unit lokasi) harus mampu mencari lokasi yang sesuai keinginan sutradara dan menawarkan sejumlah opsi. Sedangkan Recce adalah mengunjungi lokasi hasil hunting yang telah ditetapkan sebagai lokasi syuting. Recce adalah tahap berikutnya setelah hunting lokasi setelah ada penetapan bahwa inilah set yang tepat dan memenuhi beragam kriteria.

Untuk hunting lokasi, sebenarnya bukan tugas utama asisten sutradara. Tetapi kadang astrada perlu sebagai pengganti sutradara bila sutradara tengah sibuk dengan aktivitas pra produksi lainnya.

Recce

Sedangkan untuk Recce, astrada wajib hadir untuk mendampingi sutradara menetapkan titik pengambilan gambar, bloking pemain, maupun penambahan beragam hal lain sesuai kebutuhan sutradara. Apakah tentang properti, set, pemain figuran, kostum, sampai hal detil lainnya.

Namun yang terpenting dari hadirnya astrada di saat Recce adalah tentang bagaimana astrada nantinya menentukan jadwal syuting. Set rumah utama umpamanya telah memenuhi kebutuhan seluruh adegan. Ada kamar orang tua, anak, mertua, pembantu, ruang makan, ruang tamu, kamar mandi, telah tercukupi. Bilakah perlu tambahan set lain di luar rumah. Apakah set rumah ini bisa juga untuk adegan lain yang tidak ada hubungannya dengan adegan rumah.

Berapa scene di ruang tamu, di ruang makan, di halaman rumah di siang hari dan berapa di malam hari? Cukupkah 2 hari syuting di rumah tersebut dengan sejumlah scene.

Dari Recce inilah, seorang astrada akan menghitung kebutuhan shooting days di set rumah tersebut. Jika nanti ada kendala, bagaimana solusinya.

Belum lagi kesesuaian dengan jadwal para pemain.

Oh, ternyata jadwal tokoh Mama dan Papa hanya bisa bertemu di waktu malam. Mungkin karena tokoh Papa sudah ada skejul lain di film yang berbeda, umpamanya.

Itu baru tentang estimasi skejul di sebuah set. Kepentingan lainnya adalah untuk menghitung estimasi jika dalam sehari ada perpindahan lokasi. Berapa jarak tempuhnya? Berapa lama waktu untuk pindah set. Loading dan bongkar alat? Hingga pengesetan peralatan sampai selesai syuting.

Asisten Sutradara Cherry Arsyad dan Blackblalang sedang diskusi dengan Sutradara.
  1. Merencanakan Syuting

Merencanakan syuting ini akan berkaitan dengan membuat jadwal syuting. Tetapi sebelum membuat jadwal, seorang astrada terlebih dahulu memperoleh sejumlah info dan data tentang jadwal pemain, set, dan peralatan, juga pecahan shot yang telah dibuat oleh sutradara. Makanya astrada adalah orang yang paling bertanggungjawab untuk mengatur jalannya proses pembuatan film.

Semua hal tersebut harus sinkron. Umpamanya, di tanggal 30 Maret jadwal syuting di Set Rumah Bintaro, scene 10, 16, 18, dan 102. Nah, di hari itu harus dipastikan bahwa pemain-pemain yang ada di dalam scene tersebut bisa hadir. Jangan sampai ada pemain yang tidak bisa sehingga scene batal pengambilannya. Atau ternyata set di rumah itu dipakai buat syuting film judul lain dan hanya bisa sampai sore.

Apalagi di malam harinya ada pengajian bulanan di rumah tetangga yang anggota pengajiannya sangat banyak sehingga akan mengganggu kedua aktivitas tersebut. Pengajian akan terganggu dengan aktivitas syuting, begitu pula sebaliknya. Astrada harus menghindari jadwal yang berkaitan dengan aktivitas warga setempat. Terurama yang berkaitan dengan kegiatan rutin keagamaan.

Astrada juga harus memastikan bahwa peralatan yang digunakan available di hari itu.Jangan sampai karena kurang kordinasi, ternyata steadycam  tidak ada. Atau mobil mewah yang sudah kontiniti ternyata juga lagi disewakan di tempat lain.

Setelah memeroleh data dan terkonfirmasi bisa digunakan, barulah astrada membuat kalender syuting. Kalender syuting ini berisi informasi global tentang jadwal syuting. Setelah itu barulah astrada membuat jadwal syuting perhari yang lebih rinci lagi.

  1. Memenej dan mengatur alur syuting

Karena Asistren Sutradara yang membuat jadwal syuting, maka astrada pula yang bertanggung jawab atas keberhasilan rencana syuting.. Memenej dengan baik dan terinci time by time agar semua berjalan dengan rapi. Mengatur alur kerja semua kru. Tidak ada yang boleh meleset dari rencana. Tak ada yang boleh terlambat menyediakan kebutuhan syuting. Bila ada departemen yang sudah siap take, astrada akan meminta departemen lain untuk mempercepat kesiapannya.

Bila waktunya makan, astrada menginformasikan kepada seluruh kru. Saat jam makan telah habis, astrada pula yang mengingatkan agar semua kru kembali ke posisi masing-masing. Begitu pula waktu sholat, perpindahan set, rehat, semua diatur dengan baik. Tegas tapi tidak kasar. Sopan, dan bila perlu ada unsur humor untuk mengatasi ketegangan di lokasi syuting.

  1. Mengkoordinasikan segala hal

Karena departemen dalam sebuah produksi film itu sangat lah banyak, maka peran koordinasi antardepartemen ini menjadi tugas dan tanggungjawab asisten sutradara.  Tidak ada kru lain selain astrada yang berhak mengkoordinasikan antarlini dalam produksi film. Semua harus oleh dan melalui astrada. Ibaratnya satu komando satu perjuangan. Bila ada komando lain, maka bisa berantakan produksi.

  1. Menjadi penyambung lidah sutradara

Asisten sutradara harus menjadi penyambung lidah sutradara ke berbagai departemen. Dan semua kru akan bertanya kepada astrada tentang kebutuhan dan keinginan sutradara. Seorang astrada harus menjadi komunikator yang baik. Harus bisa menerjemahkan keinginan-keinginan sutradara. Jika astrada belum tahu, atau tidak berani menerjemahkan, maka dia harus bertanya lagi kepada sutradara. Harus banyak berdiskusi hingga benar-benar mengerti maksud sutradara.

Kenapa seorang Astrada harus banyak bertanya kepada sutradara tentang banyak hal? Karena saat syuting, semua kru akan bertanya kepada astrada, bukan kepada sutradara. Di mana anglenya, kostum scene ini apa, kapan pemain A ditake, sampai rasa kopi sutradara maunya yang manis atau pahit? (yang terakhir nggak juga ding.) Itu hanya contoh aja bagaimana detilnya pengetahuan astrada tentang konsep film yang akan dibuat.

  1. Mengontrol dan mengatur jadwal pemain.

Di jadwal syuting harian atau Calling Sheet, jadwal pemain sudah terjadwalan sedemikan ketat. Kapan pemain tersebut harus tiba di lokasi, harus make-up. lalu pemain masuk ke dalam set. Semua diatur oleh asisten sutradara.

  1. Mengatur pemain dan figuran

Asisten sutradara juga ikut mengatur dan mengontrol pemain utama. Saat sutradara melakukan latihan beserta pemain, astrada ikut membantu mengatur atau mengingatkan pemain tentang dialog dan bloking mereka. Mengatur di sini bukan berarti memberikan contoh akting, atau memberikan karakter, tetapi lebih kepada mengingatkan dialog yang telah dilatih saat sesi reading.

Astrada wajib mengatur figuran. Memberi karakter, mengatur laku, mengatur tempo gerakan, membentuk kelompok-kelompok figuran, dan sebagainya.

Contohnya di adegan sekolah. Astrada mengatur siapa-siapa yang berada dekat pemain utama. Siapa menjadi apa. Ada yang sibuk belajar, ada yang sibuk ngobrol, ada yang sibuk telpon-telponan. Atau apa saja yang bisa menghidupkan suasana. Kalau berjalan, astrada mengatur figuran ada yang sendirian atau bergerombol.

Di sinilah pentingnya kreatifitas astrada. Memberi nyawa kepada figuran untuk mendukung adegan utama.

BACA JUGA:
Lika-liku meniti karir menjadi sutradara

Pembagian Tugas Astrada

Asisten Sutradara di industri film layar lebar ada 3 orang. Asisten sutradara #1 yang mendampingi sutradara dan mengkordinasikan segala hal. Sedangkan Asisten Sutradara #2 mengatur figuran dan membantu tugas astrada #1 lainnya. Astrada Skejul (Schedule) yang membuat jadwal syuting.

Di Indonesia Astrada Skejul ini berdiri khusus karena ribetnya jadwal pemain. Ada pemain yang hanya bisa sampai jam 15.00, ada juga yang baru bisa datang ke lokasi jam 16.00. Pemain-pemain ini super sibuk karena mungkin telah membuat kontrak dengan film judul lain di PH yang berbeda. Atau juga karena pemain ini kontrak eksklusif di sebuah PH dan harus bermain di beberapa judul yang berbeda.

Apa Saja Kemampuan yang harus dimiliki?

Kemampuan komunikasi dan manajemen yang utama dimiliki oleh seorang astrada.

Lalu kebugaran fisik yang prima karena saat syuting tingkat mobilitas astrada lebih dari kru yang lain.

Memiliki stok kesabaran yang lebih karena biasanya jadi kambing hitam jika ada miskordinasi, miskomunikasi saat syuting.

Bagaimana Cara Menjadi Astrada?

Ada beberapa cara yaitu:

Ada yang lewat Pendidikan film seperti di IKJ jurusan film.

Bisa lewat magang. Kalau yang ini kamu harus punya kenalan orang dalam.

Atau juga meniti karir dari Pencatat Adegan atau menjadi kru departemen lainnya.

Berapa Honorarium Astrada?

Honor atau gaji asisten sutradara ini beragam. Ratenya untuk film layar lebar bisa dari 10 juta hingga 40 juta.

Untuk sinetron seri berkisar 500 ribu – 1 juta rupiah perepisode.

Kalau FTV berkisar 1-2 juta perjudul.

Tergantung skill, pengalaman, dan keahlian negosiasi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: