10 Pendongeng Paling Berpengaruh di Indonesia

Dunia dongeng mungkin dunia yang paling tidak poluler di Indonesia. Beda banget dengan musik, film, bahkan teater. Padahal semua anak butuh dongeng. Ya, Karena lewat kisah-kisah mereka mengenal tentang pelajaran moral. Baik buruk, boleh tidak, sejarah, dan adat istiadat. Banyak orang tua yang mengesampingkan masalah dongeng ini disebabkan kesibukan atau kurang pemahaman. Mereka juga tidak atau jarang membacakan dongeng buat anak mereka sendiri. Mereka bahkan ada yang bilang bahwa itu tugas guru, kewajiban pengajar, kan sudah ada di sekolah? Kan udah bayar uang sekolah? Pulang kerja kan capek? Mana sempat? Bunda kan urusan rumah juga masih banyak? Dan beribu alasan lainnya.

Sebuah organisasi sosial di Amerika Serikat membuat penelitian bahwa mendongeng dan membacakan buku 20 menit setiap malam dapat meningkatkan kecerdasan anak 2 kali lipat dalam hal membaca dan menulis. Aktivitas itu setara dengan 10 hari belajar di sekolah. Sungguh aktivitas yang sederhana tapi membawa manfaat yang sangat besar bagi anak sendiri.

Kurangnya perhatian orang tua dan guru terhadap aktivitas mendongeng ini membuat sebahagian orang yang peduli terhadap ini kemudian menjadi pendongeng. Mereka aktif mendongeng di manapun dan mengkampanyekan hal yang sangat positif ini. Siapa saja mereka? Kami memilih dan memilah sehingga menemukan 10 pendongeng yang berpengaruh di Indonesia. Cekidot.

1.Kak Awam (Kampung Dongeng)

Mochammad Awam Prakoso yang lebih dikenal sebagai Kak Awam atau Awam Prakoso (lahir di BloraJawa Tengah18 Mei 1973) adalah seorang pendongeng dan pemerhati anak berkebangsaan Indonesia. Kak Awam juga dikenal sebagai pembawa acara di beberapa stasiun televisi. Tahun 2013 dia memecahkan Rekor mendongeng terlama (8 jam) nonstop dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), dan juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Muda Pemerhati Anak-anak yang dari Kak Seto Mulyadi di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta.

Awam Prakoso, sebelum menjadi pendongeng dan terjun di dunia anak-anak, sudah terlebih dahulu aktif di dunia seni peran atau dunia teater. Tahun 1992 bergabung dengan Sanggar Kummis (Kumpulan Mahasiswa Muhammadiyah Insan Seni) di bawah naungan Kampus STIE Ahmad Dahlan Jakarta. Awam juga pernah menjadi bintang video klip dalam lagu Abiy yang disenandungkan oleh Haddad Alwi dan Sulis dalam album Cinta Rasul 5. Sejak tahun 1999 memulai aktifitasnya di dunia dongeng. Berkeliling di berbagai daerah di Indonesia hingga ke mancanegara baik mendongeng untuk anak, memberikan seminarmaupun juga memberikan pelatihan bagi guru, orang tua, dan penggiat dunia anak. Buku karya Awam yang telah terbit berjudul 25 Cerita Kampung Dongeng dan video dongeng antara lain Petualangan Ayam JagoCerita Anak IslamiAir Sahabat AnakAku Anak HebatTutorial Mendongeng. Juga karya 2 Album Lagu Anak berjudul Album Mendongenglah dan Album Aku Anak Hebat. Awam mendirikan Kampung Dongeng sebagai wisata imajinasi anak-anak di Tangerang Selatan, dan kini telah tersebar lebih di 50 tempat di berbagai daerah di Indonesia.

  • Program “Diary Bunda”, ANTV
  • Program “Budi & Kerti”, TVRI Nasional
  • Program “Kak Awam Punya Cerita” di TV Anak Spacetoon
  • Program “Asyiknya Ramadhan” di TV Anak Spacetoon
  • Program “Panggung Dongeng” di TV Anak Spacetoon
  • Program “Dunia Anak” HI Channel @ Firstmedia setiap hari senin s/d jum’at (masih berjalan)

Sumber: wikipedia

2.Kak Bimo (PPMI)

Kak Bimo, Pendiri Asosiasi Pencerita Muslim Indonesia, Pecinta Kisah Qurani, Penganjur Shirah Nabawiyah, Pakar Dongeng Berkarakter, Penemu Metode Story Based Teaching, Master Of Story Teller Indonesia, Pencipta 2 Rekor MURI (Pendongeng Dengan Ilustrasi Suara terbanyak; lebih dari 200 suara dan Audien Dongeng Terbanyak; 24 Ribu Anak), Terbaik I Pemuda Pelopor Nasional Bidang Pendidikan, dengan kepeloporan Membangun Karakter bangsa Melalui Cerita, The Best Performance Berbagai Festival Bercerita Nasional/Internasional. Bekerja di SAHABAT ALAQSHA INDONESIA

Misi Kak Bimo

1. Mendorong Orang Tua & Guru, Untuk Menghidupkan Tradisi Berkisah Qurani, Nabawi Serta Dongeng Islami, Demi Terwujudnya Generasi Yang Berakhlak Karimah

2. Menggerakkan Segenap Potensi Pencerita Muslim, Untuk Mengarahkan Hobi, Talenta, Passion Atau Profesinya, Untuk Berkhidmat Kepada Agama, Melalui Gerakan Transformasional Secara Bersama, Yaitu Usaha Untuk Menanamkan Atau Mensucikan Keimanan, Mencintai Islam, Menata Adab Pergaulan, Meluruskan Fitrah Serta Melecutkan Jiwa Keunggulan, Dalam Pencapaian Martabat Kehidupannya, Hanya dengan Ketaatan Kepada Allah & Rasul-Nya

Biodata Singkat Kak Bimo

  • Nama: Bambang Bimo Suryono, MDI
  • Lahir : Bantul 14 Mei 1974
  • Alamat : Perum Pesona Ketingan C4 Rt 01/20 Tirtoadi Mlati, Sleman, Yogyakarta
  • Pekerjaan : Trainer, Motivator Anak & Remaja, Pendongeng Anak
  • Instansi : Yayasan Silaturrahim Pecinta Anak SPA Yogyakarta, Lembaga Studi Cerita rakyat Nusantara.

Studi :

TK ABA Kuncen II Yogyakarta, SD Muh Wirobrajan II Yogyakarta, SMP Muh VI Yogyakarta, SMA Islam I Sleman, STAI Masjid Syuhada Yogyakarta.

Organisasi :

IGRA Propinsi DI Yogyakarta (Majelis Hikmah), HIMPAUDI Kota Yogyakarta (Anggota), Armada Pendongeng Anak ARDIKA Yogyakarta, Yayasan Silaturrahim Pecinta Anak SPA Yogyakarta, Forum Pemuda Pelopor Nasional, Forum Pemuda dan Sarjana berprestasi Asia Tenggara, Persaudaraan Pendongeng Muslim Indonesia, LPPTKA-BKPRMI Prop DI Yogyakarta.

Pengalaman Kerja :

Konsultan Praktisi Pendidikan (Jaringan TK PRIMAGAMA , Sekolah Islam Terpadu dll); Direktur LPP Bina Insan Tama; Kepala Sekolah SDIT Salsabila (Klaten, Sleman, Purworejo); Mengajar di Beberapa Perguruan Tinggi di DIY, Jateng, Riau (STPI Bina Insan Mulia, STIT Bina Anak Sholeh, STKIP Aisyiah Riau, UMS dll); Direktur Kota Dongeng Production; Trainer dan Motivator Nasional Anak dan Remaja; Trainer Direktorat PAUD Nasional (Metodologi Bercerita).

Prestasi :

  • The Best performance pada safari cerita Islami I-V DIY-Jateng Th 1995-2002
  • Terbaik I Lomba Dongeng Jakarta Th 2002
  • Terbaik I Pemilihan Pemuda Pelopor Nasional bidang pendidikan, sepeloporan “GERAKAN MEMBANGUN KARAKTER BANGSA MELAUI CERITA” Th 2004
  • Pemuda Teladan PropINSI DI Yogyakarta Th 2004
  • Sarjana dan Pemuda Berprestasi Asia Tenggara Th 2005
  • Mencipta 2 rekor MURI (pendongeng dengan ilustrasi suara terbanyak & audiens terbanyak) Th 2006
  • Penemu metode STORY-BASED TEACHING, Madzhab baru dalam dunia dongeng Th 2007
  • Pencipta Cerita Tercepat, 100 cerita dalam 60 menit, dengan metode analisis dan Prognosis sistem th 2008
  • The most experiences, on training and couching for indonesian techer and story teller. 1992 hingga sekarang

Contact :

  • Web : qnaulia@yahoo.com atau https://kakbimo.wordpress.com
  • Telpon : 0821.341.53.345
  • Motto : Menjadi Hamba Terbaik !
  • Cita-Cita : Akhir Hidup yang terbaik

Sumber: https://kakbimo.wordpress.com/

3. Kak Dwi Kanfas (GePPuK)

Kak Dwi yang memiliki nama lengkap Dwi Cahyadi sudah mulai mendongeng sejak tahun 2006. Beliau mendirikan Klub Dongeng Kanfas (menjadi bagian dari Teater Kanvas) dan kemudian GePPuK yaitu Gerakan Pendongeng Peduli Kemanusiaan. Kak Dwi mendongeng di berbagai tempat yang dilanda bencana. Menghibur sekaligus mendidik anak-anak korban bencana dengan kisa-kisah inspiratif.

Menurut Kak Dwi, dongeng mempunyai banyak manfaat, di antaranya dapat menanamkan akhlak sejak dini kepada anak. Karena itu, siapa saja sejatinya harus bisa mendongeng, termasuk guru dan orang tua yang mempunyai peran penting dalam mendidik anak bangsa.

“Orang tua atau guru, jadikanlah bercerita menjadi sebuah peluang emas dalam membentuk karakter positif untuk generasi anak-anak kita,” kata pendongeng Kanfas, Dwi Cahyadi saat dihubungi Republika, Senin (14/3).

Pendongeng yang biasa dipanggil Kak Dwi tersebut mengatakan, eksistensi kegiatan mendongeng saat ini perlu ditingkatkan lagi karena kegiatan mendongeng tengah bersaing dengan gadget yang mungkin saja lebih menarik bagi anak-anak.

Selain itu, kata dia, mendongeng juga tengah bersaing dengan puluhan tayangan-tayangan televisi. Padahal, mendongeng sebagai sebuah seni tutur adalah salah satu budaya bangsa Indonesia. “Mendongeng adalah seni tutur yang bisa kita manfaatkan untuk membentuk karakter anak-anak kita dengan membangun imajinasi mereka,” kata dia.

Kak Dwi mengatakan, masyarakat Indonesia saat ini tentu masih ingat dengan cerita-cerita atau dongeng yang dulu pernah diceritakan orang tua, kakek, dan neneknya. Dongeng juga sempat eksis di radio, surat kabar, majalah, dan buku-buku.

“Kalau tidak kita munculkan lagi budaya mendongeng dalam masyarakat kita, saya khawatir daya imajinasi anak-anak akan berkurang,” ucap dia.

Menurut dia, imajinasi yang dibangkitkan dongeng bisa memicu daya kreativitas untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan. Kak Dwi bersama Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) mempunyai sebuah program reguler #AyahBercerita. “Kami mengajak para ayah agar mau secara rutin meluangkan waktu untuk bercerita kepada anaknya,” ujar dia.

Dalam program tersebut, Kak Dwi bersama teman-temannya bahkan membuka kelas semi-workshop kepada para ayah untuk belajar tentang cara menjadikan bercerita sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan. Biasanya dalam workshop tersebut selalu dimulai dengan menyampaikan tentang begitu banyaknya manfaat mendongeng, baik terhadap pendengarnya maupun bagi pelakunya.

Dengan berbagi manfaat mendongeng dalam program tersebut, Kak Dwi berusaha meyakinkan para ayah bahwa mendongeng atau bercerita adalah mudah, sederhana, dan menyenangkan. “Manfaat mendongeng banyak sekali dan mendongeng itu gampang,” kata dia.

Kak Dwi mengatakan, Gerakan Nasional #AyahBercerita digagas sejak bulan April 2015 lalu. Saat itu, Kak Dwi dan teman-temannya mengkhawatirkan adanya fenomena fatherless atau hilangnya sosok ayah dalam keluarga.

“Menurut kami, ini adalah sebuah bencana sosial. Ayah sibuk bekerja, tak pernah ada lagi waktu untuk anak-anaknya sehingga anak merasakan fisik ayahnya, tapi dia kehilangan sosok ayah,” jelas dia.

Ia menyarankan, baik orang tua maupun guru mulai saat ini harus menyukai dunia anak-anak atau sayang kepada anaknya. Para orang tua dan guru juga harus selalu mempunyai keinginan untuk mencoba, berkomitmen untuk rutin melakukannya, serta yakin bahwa mendongeng adalah kegiatan yang menyenangkan.

“Mendongeng atau bercerita adalah salah upaya untuk meningkatkan bonding atau hubungan emosional positif antara orang tua dan anaknya serta antara guru dan para muridnya,” ucap dia.

Silakan Hubungi Kak Dwi Cahyadi 0815-1785-9005

Sumber: Republika

4. Kak Iman (DCM)

Sejak SD, Kak Iman Surahman Hadi mulai mendongeng dari pesta ke pesta. Pertama kali mendongeng pada acara acara ulang tahun. Lalu acara kegiatan RT, acara keluarga, acara teman- teman lainnya. Saat itu ucapan terimakasihnya hanya berupa nasi kotak .

“Kesannya menyenangkan karena bisa melihat tawa dan semangat dari anak-anak yang mendengarkan cerita, bahkan mereka hanyut terbawa isi kisah yang saya sampaikan,” kata Kak Iman.

Hingga sampai dewasa pada tahun 2001, Kak Iman memilih menjadi pendongeng sebagai profesinya. Kak Iman keluar dari Dompet Dhuafa sebagai Komando Dissaster Managemen Center, tempatnya bekerja dahulu. Saat bekerja, Kak Iman membantu para korban gempa di seluruh Indonesia. Lalu ia mulai mendirikan sanggar seni untuk anak yang bernama MIMITI. Mulailah Kak Iman mendongeng ke berbagai tempat.

Bagi Kak Iman, semua pengalaman mendongeng pasti mengesankan. Namun ada yang paling berkesan, yaitu saat mendongeng tentang kisah motivasi untuk para narapidana di LP Nusa Kambangan. Lalu mendongeng untuk anak-anak korban gempa seperti gunung meletus di Yogya. Bahkan ia juga pernah mendongeng untuk korban bencana banjir di Pakistan pada tahun 2010, tentunya dengan bekal Bahasa Arab yang dikuasainya.

Orang tua Kak Iman sebenarnya ingin menjadikannya kyai ulama besar. Makanya lulus SD ia dimasukkan Pesantren As-Syafiiyah dan dipindahkan lagi ke Pesantren Lirboyo. Lalu terakhir di Pesantren As-Shiddiqiyah. Namun lulus pesantren Kak Iman memilih kuliah di ISI Yogja.

Seiring waktu, MIMITI berkembang. Tahun 2008 Kak Iman mendirikan Dongeng Ceria Management (DCM) bersama istrinya. Beberapa pendongeng lainnya turut bergabung dalam management ini. Oya, di DCM, Kak Iman juga mengasuh 10 anak yatim dan dhuafa. Hebatnya, anak-anak asuh itu diambilnya dari korban bencana gempa di pelosok negeri. Kak Iman memberinya nama Yatim Seribu Pulau (YSP). Mereka antara lain berasal dari pulau-pulau kecil yang tidak ada sekolahnya seperti pulau Tunda, Serang Banten, Kepulauan Seribu, Tasyik, Logodor Pangandaran, Soe dan Oe NTT.

Anak-anak YSP disekolahkan dan dilatih untuk jadi pengusaha muda. Di sela-sela kesibukan sekolah, mereka punya jadwal usaha loundry Anak Ceria milik YSP. Di pondok YSP mereka punya peti pembeku untuk menyimpan es rujak dan susu buatan sendiri untuk dijual. Bagi Kak Iman, menjadi pendongeng dan trainer telah memotivasi dirinya sebagai mesin cinta untuk menjemput rezeki bagi anak-anak asuhnya. Syukurlah kakak-kakak pendongeng yang tergabung dalam DCM, ikhlas memotong pendapatannya 50 persen untuk anak-anak asuhnya.

Saat ini DCM memiliki 11 program, yaitu 1. Dongeng ceria untuk anak anak. 2. Dongeng dakwah untuk remaja. 3.B erbagi kisah untuk dewasa. 4. Majelis cilik rutin satu bulan sekali di tiga tempat. 5. Menjemput rupiah untuk sekolah (rutin mereka lakukan menjelang akhir tahun atau pertengahan tahun). 6. Pelatihan tehnik mendongeng untuk mengajar yang menyenangkan (untuk para guru). 7.Pelatihan mitigasi bencana alam untuk anak, Jelajah Negri (dari Sabang sampai Merauke). 8.Sambangi anak Indonesia untuk berbagi ceria. 10.Kampanye gerakan satu rumah satu pendogeng untuk membentengi anak dengan ahklak dan keimanan lewat bercerita bukan membentengi anak dengan peraturan dan pintu rumah yang terkunci. Terakhir, anak asuh di sebrang lautan.

Kak Iman masih memiliki keinginan ingin memiliki lahan sendiri untuk YPS. Lalu dibangun rumah bambu untuk mereka. Wuah, mulia sekali ya. Kak Iman benar-benar pendongeng yang peduli. Semoga keinginan itu tercapai.

Nah, siapa yang ingin mendengar Kak Iman mendongeng? Pasti seru! Bisa hubungi melalui FB: Kak Iman Surahman *(BB)

Sumber: http://www.beritasatu.com/anak/102127-kak-iman-surahman-pendongeng-yang-peduli.html

5. Kak Yono Sirine

Kak Yono, nama lengkap beliau adalah Mintaryono (biasa di sapa kak Yono Sirine) lahir dan besar di Jakarta, pada tanggal 28 oktober 1969 dan saat ini beliau tinggal di Karbela No 38 rt 015/02 karet-setiabudi Jakarta . kak yono ini terkenal dengan julukan manusia super bisa menirukan suara karena keahliannya dalam menirukan beberapa macam bunyi seperti, pesawat, Donald bebek, mickey mouse dll.

Dari bujangan hingga kini telah beristri dan memiliki 3 orang anak, Kak Yono sangat menyukai dunia bermain dan dunia imajinasi anak . beliau suka bermain dan bergabung dengan anak-anak hingga membuat salah satu temannya mencetuskan ide agar Kak Yono menjadi pendongeng untuk anak-anak.pada saat itu Beliau sedang ikut bergabung dalam Crew film/sinetron.

Lalu pada tahun 2006 kak yono ikut membangun club Kanvas Dongeng bersama Kak Dwi , sebelum ikut dalam club kanvas Dongeng Kak Yono telah beberapa kali mengisi beberapa undangan acara, terkadang kak Dwi dan kak Yono bersama mendongeng dalam satu panggung dengan menamakan diri batman-robin. namun karena teaternya jarang mengadakan pementasan akhirnya kak Yono memutuskan untuk focus ke dunia pembuatan film/sinetron.

Setelah beberapa kali mendongeng kak Dwi lalu memperkenalkan Kak Yono dengan Kampung Dongeng milik pendongeng nasional Kak Awam Prakoso, di sinilah kak Yono mulai mendapatkan ilmu bagaimana teknik mendongeng yang baik.

Lama berkecimpung dalam dunia anak-anak, di tahun 2011 beliau bergabung dalam gerakan Para Pendongeng Untuk kemanusiaan (GePPuK). Lalu pada Tahun 2012 hingga sekarang beliau pun ikut focus dan tergabung dalam Dongeng Ceria Management (DCM). Ketika kami dari news DCM menyanyakan “apa yang membuat Kak Yono tertarik untuk bergabung dengan DCM??? Dengan sumringah dan senyum beliau menjawab “ karena Dongeng ceria Management bukan lembaga yang hanya semata-mata mencari laba, namun kita bisa mendapat kan pahala juga, sehingga kita bersemangat untuk bekerja, dan semoga saja dunia anak semakin cerdas dan maju karna berbagai kisah yang kami sampaikan”.

Di dongeng ceria management ini Kak Yono Sirine sering kali ikut turun dan membantu kak Iman bersama tim untuk mewujudkan mimpi anak YSP. kehebatannya dalam meniru suara tokoh kartun favorite membuatnya menjadi di senangi adik-adik yang mendengarkan cerita. Ternyata dunia anak lebih di sukai oleh beliau dari pada karier. Semoga sukses Kak Yono dengan pilihannya saat ini. Terus menabur kebaikan untuk benih masa depan.

Untuk tahu tentang siapa dan bagaimana kakYono Mendongeng silahkan intip ya Sobat di : http://www.youtube.com/watch?v=XXFAogCu4-g

dan juga di http://www.youtube.com/watch?v=IrjWCMe1r2Q

Office

  • Jl. Gandaria Blok M/14 Komplek Angkasa Puri, Jati Asih, Bekasi.
  • Email : dongengceria@yahoo.coid
  • Website : www.dongengceria.com
  • Facebook : Dongeng Ceria
  • Twitter : @dongengceriaa
  • Hape: 0813-1942-6444

Sumber: http://www.dongengceria.com/2014/08/21/biografi-kakak-pendongeng-dcm-kak-yono-sirine/#more-1441

6. Kak Aryo/Hario (Ayo Dongeng Indonesia)

Dari kecil suka dengan dunia anak. Bahkan ketika kelas V SD, teman bermainnya anak-anak TK dan kelas I SD. Senang mendongeng sejak 9 tahun lalu meski sebelumnya tidak pernah terpikirkan suatu saat menjadi seorang pendongeng. Kebetulan Kak Hario yang nama panjangnya Hario Hagus Sumono ini punya adik-adik asuh, biasanya usai Maghrib mengumpulkan adik-adik asuhnya yang sekitar 50 anak ini sehabis belajar mengaji ia mendongeng tentang Kisah Nabi-nabi, begitu seterusnya.

Apa sih yang ia dapat ketika mendongeng dan berkumpul dengan anak-anak? Dan apa arti dunia anak baginya? Berikut obrolan Toga News dengan Kak Hario yang ditemui sebelum ia mendongeng di ‘Pojok Anak’ Toko Gunung Agung – PIM beberapa waktu lalu sambil menunggu saat berbuka puasa.

Bagaimana ceritanya anda memulai profesi sebagai pendongeng?

Ketika itu ada Lomba Dongeng Tingkat DKI, saya dibujuk teman-teman untuk mengikuti. Wah saya ragu, apa iya saya mampu? Kata teman-teman harus dicoba, kesempatan bagus. Waktu pagi mau lomba, malam sebelumnya saya kumpulkan anak-anak tetangga sebagai percobaan saya mendongeng. Bayangkan di depan anak-anak tetangga saja saya sudah keluar keringat dingin. Tapi esoknya saya ikut juga lomba itu dan Alhamdulillah dapat juara I dari lima finalis. Begitu juga ketika mengikuti Lomba Mendongeng di Tingkat Jakarta Selatan, dua kali berturut-turut saya dapat juara I, juga untuk Tingkat Nasional. Dari situlah saya senang mendongeng.

Pengalaman apa sih yang anda dapat ketika mendongeng?

Wah kepuasan batin. Saya sering mendengar keluhan orangtua adik-adik asuh saya, mereka bilang anaknya bandel, malas sholat, malas mengaji dan sebagainya. Dari situ saya melahirkan metode yang lain dari yang lain dengan mendongeng. Biasanya guru menegur anak dengan ancaman misalnya kalau murid nakal, nilainya rendah, atau orangtua dengan hukuman. Kalau saya bagaimana caranya memberikan suatu perubahan pada anak-anak yang tidak menggurui dan tidak berupa suatu ancaman yaitu melalui metode cerita. Misalnya orangtua mengeluh anak suka melawan, malas sholat, malas ngaji, maka dalam cerita saya masukkan bagaimana untung ruginya seorang anak tidak melakukan sesuatu yang baik.

Sumber: http://www.tokogunungagung.co.id

7. Kak Heru (DAAI TV)

Ayah dari seorang pendongeng remaja bermana Safira Devi Amorita, seorang pendongeng yang kiprah mendongengnya sudah sampai di tingkat nasional.

Heru mengawali karirnya sebagai pembawa acara di Pasar Seni Ancol dan Dunia Fantasi pada tahun 1983 hingga 1992. Heru digamit Kak Seto untuk mengikuti festival cerita dengan boneka tingkat Asia pada tahun 1989 di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. “Dengan memadukan gaya wayang orang, boneka wayang dari kayu, dan suara unik, kami berhasil mengumpulkan poin penilaian tertinggi dan menjuarai festival bergengsi tersebut,” kenang dosen PGTK Mentari, Jakarta, ini.

Kemenangan tersebut membuka mata Heru tentang profesi puppeter , pemain boneka atau pendongeng. Festival yang sama sekaligus memperlihatkan untuk kelas Asia, Indonesia terbilang maju dalam mengembangkan teknik mendongeng. “Saya yang ketika itu masih kuliah berpikir untuk serius menekuni dongeng,” kata Heru yang tengah menyiapkan buku berjudul provokatif, Ingin Berpenghasilan Melebihi Sarjana? Yuk Kita Mendongeng!

Penampilannya yang mengesankan di kompetisi tingkat Asia mengirimkan Heru ke Jepang. Selama enam bulan di tahun 1991, Heru bersama seorang pendongeng dan pemain musik latar menggelar pertunjukan boneka Tsubasa menghibur anak-anak cacat. “Kami menikmati fasilitas dengan level seniman berkelas saat berkeliling Jepang,” kenangnya.

Di Negeri Sakura, Heru naik panggung membawakan cerita rakyat berbahasa Indonesia. Pelajar Jepang kemudian menerjemahkannya ke bahasa setempat. “Dari kesempatan itu pula kami berbagi tips olah vokal dengan pemain boneka Jepang,” tandas pimpinan Bonekaria ini.

Lalu, pada 1992, Heru diminta menjadi pemain sekaligus pengisi suara pada Festival Teater Boneka Tingkat Dunia di India. Sebuah lembaga donor mensponsori keberangkatannya ke India. “Sepulang dari sana, saya mengadaptasi boneka naga yang saya mainkan di India menjadi Si Komo, boneka komodo yang karakternya diciptakan Kak Seto,” katanya.

Kak Heru suka dengan anak-anak, karena mereka adalah inspirasi bagi kita untuk saling berbagi keceriaan.

Kontak Person : 085255751971 PIN BB 3293f1c8

email : herumawan@gmail.com

https://herumawan.wordpress.com

Sumber : http://www.republika.co.id/

8. Kak Nia (Adara Relief)

Jakarta, Aktual.com — Duta Palestina for Kids sekaligus pendongeng nasional, Nia Husnia, mengaku ingin mengedukasi dan mengenalkan anak-anak di Indonesia terhadap Palestina.

“Satu cita-cita aku, aku ingin anak-anak Indonesia mencintai masjid Al-Aqsa, mencintai saudara-saudara sesama muslim bukan karena kemanusiaan saja tetapi juga soal agama,” ujar wanita yang akrab disapa Kak Nia, kepada Aktual.com di Istora Senayan, Jakarta, (29/11).

Meskipun sudah menjadi pendongeng profesional, Kak Nia kerap mengalami kesulitan saat menceritakan soal Palestina dan Masjid Al-Aqsa kepada anak-anak.

“Dulu awalnya kesulitan, kemudian lama-kelamaan aku ketemu polanya, punya bahan-bahannya,”

“Kesulitan awalnya terkendala di bahan untuk menjelaskan masjid Al-Aqsa, tetapi subhanallah anak-anak pun tertarik,” terangnya.

Mendongeng dianggap sebagai metode yang bisa mengedukasi karena dapat melatih imajinasi anak-anak. Hingga kini, Nia sudah mendongeng cerita tentang Palestina hingga ke tanah Aceh.

“Jadi aku lebih sering lewat cerita dan ilustrasi musik. Sudah ke beberapa wilayah Indonesia, dan yang paling jauh sampai saat ini Aceh. Sampai di atas perahu pun pernah hanya untuk mendongeng,” paparnya.

Ia berharap kepada generasi penerus bangsa bahwa masjid Al-Aqsa dan Palestina ada di hati mereka.

“Aku ingin memberikan pengertian bahwa bukan mereka yang membutuhkan kita, tetapi kita yang membutuhkan mereka. Cinta Allah untuk kita,” tutupnya.

Untuk diketahui, Kak Nia merupakan juara storytelling ‘ADARA Relief internasional’ khusus akhwat, dan diberikan amanat sebagai Duta Palestina for kids.

(Karel Stefanus Ratulangi)

9. Kak Rian Hamzah (Taman Baca Bekasi)

BEKASI – Memperingati Hari Dongeng Se-Dunia, program Perpustakaan Keliling PKPU bekerjasama dengan Sanggar Kreasi Anak Negeri Bekasi menggelar acara Lomba Kreatifitas Anak Pintar di ruang terbuka blok D, Perumahan Grand Mutiara Gading, Telajung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (22/3/2014).

Diantara lomba-lomba yang dipertandingkan, menggambar, mewarnai, bercerita, dan hapalan hadist. Anak-anak peserta lomba berasal dari beberapa TK dan PAUD di daerah Bekasi, diantaranya TK Adzkya, TK Darma Siwi, Paud RW 02 Telajung dan sebagainya. Acara dimeriahkan beberapa pendongeng Indonesia diantaranya Kak Rian Hamzah dari PKPU dan Kak Aji dari Sanggar Dongeng Anak Negeri. 

Ikut mendukung acara ini adalah program Tabung Peduli PKPU yang merupakan program penggalangan dana dari infak anak-anak sekolah di Jabodetabek yang ingin berbagi kepada saudara-saudaranya di tempat lain. (PKPU/Kismo/Jakarta)

hub: sanggar.dongeng@gmail.com, tlp 087878598759, 
fb -> http://www.facebook.com/sanggar.dongeng

https://www.youtube.com/channel/UCEtWlK6Rqd9UBR-uYdEyzrQ/videos

10. Kak Resha

Lahir di Jakarta pada tanggal 16 Oktober 1977.

Kecintaan terhadap Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan keanekaragaman hayati serta sumber daya alam yang luar biasa, juga kekayaan budaya yang tiada duanya membuat saya terpanggil untuk berbagi cerita bersama seluruh anak Indonesia agar mengenal jati diri, bangsa dan segala potensi yang ada di Indonesia.

Bercerita adalah salah satu metode komunikasi yang paling efektif untuk menanam dan membangun karakter positif pada diri anak maupun orang dewasa. Melalui cerita kita dapat menyentuh dan menggugah pendengar tanpa menggurui. Interaksi dalam cerita akan menjadi pengalaman yang terkenang setiap saat.

Berbagi cerita tentang pelestarian alam dan satwa langka menjadi kegiatan rutin yang dilakukan bersama anak-anak di berbagai lokasi, mulai dari perkotaan hingga pedesaan. Berbagi cerita tentang cinta tanah air dan cita-cita juga menjadi bagian kegiatan yang dilakukannya di daerah-daerah pedalaman hingga kepulauan.

Terus bekerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah merupakan kegiatan saya, swasta dan GO nasional maupun internasional agar dapat menyentuh seluruh anak Indonesia.

Berbagi pengalaman dan keterampilan bercerita juga dilakukannya bersama berbagai universitas terkemuka, guru-guru dan orang tua di seluruh Indonesia melalui berbagai metode pelatihan dan juga berupa out of the box workshop.

Bersama Rumah Cerita Anak, Kak Resha akan berbagi cerita ke seluruh pelosok nusantara. Menyapa dan belajar bersama anak nusantara dengan gembira.

Portfolio Kak Resha:

Departemen Kehutanan, Taman nasional kutai, Sek Jend DPD/MPR RI, TNI, Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, Penerbit Erlangga, Penerbit Al Kautsar, Rakata Solusi, Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB, BLH (Badan Lingkungan Hidup), WWF, Leaf Plus, GNI (Gugah Nurani Indonesia), Leaf Plus, KLaB CEKATAN, Juri Lomba Dongeng.

Quote dari Kak Resha:

“ Dongeng adalah sebuah metode komunikasi yang istimewa dan juga media edukasi yang menyenangkan. Metode ini dapat diterima dengan mudah oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. ”

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: